Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Decluttering Makin Gampang dengan Aturan 90/90, Yuk Coba Sekarang!

Decluttering Makin Gampang dengan Aturan 90/90, Yuk Coba Sekarang!
ilustrasi kamar berantakan (freepik.com/freepik)
Intinya Sih
  • Aturan 90/90 membantu menentukan barang yang layak disimpan dengan menilai apakah digunakan dalam 90 hari terakhir atau akan dipakai dalam 90 hari ke depan.

  • Metode ini memudahkan proses decluttering karena mengurangi keterikatan emosional dan mendorong keputusan lebih objektif berdasarkan kebiasaan nyata, bukan harapan masa depan.

  • Aturan 90/90 bisa diterapkan di berbagai area rumah, namun ada pengecualian untuk barang musiman, pakaian formal, dan benda sentimental yang tetap layak disimpan.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Pernah merasa rumah penuh, tapi bingung harus mulai beres-beres dari mana? Banyak orang sebenarnya ingin decluttering, tapi terjebak rasa sayang atau pikiran “siapa tahu nanti kepakai”. Akhirnya, barang menumpuk dan bikin ruang terasa sempit, baik secara fisik maupun mental.

Kabar baiknya, ada satu metode simpel yang bisa bantu kamu ambil keputusan tanpa drama berlebihan. Metode ini dikenal dengan aturan 90/90 dan sudah banyak dipakai oleh profesional organizer. Yuk, kenali cara kerjanya dan mulai decluttering dengan langkah yang lebih tenang dan terarah dari sekarang.

1. Mengenal aturan 90/90 secara sederhana

ilustrasi decluttering
ilustrasi decluttering (vecteezy.com/Titiwoot Weerawong)

Dilansir realsimple.com, aturan 90/90 adalah metode decluttering yang membantumu menentukan apakah sebuah barang masih layak disimpan atau sudah waktunya dilepas. Prinsipnya sederhana: kamu hanya perlu bertanya apakah barang tersebut digunakan dalam 90 hari terakhir atau akan digunakan dalam 90 hari ke depan. Jika jawabannya tidak untuk kedua pertanyaan itu, barang tersebut sebaiknya disingkirkan.

Metode ini diperkenalkan oleh Joshua Fields Millburn dan Ryan Nicodemus, dua tokoh di balik gerakan The Minimalists. Seorang profesional organizer bernama Shantae Duckworth, pendiri jasa organizing Shantaeize Your Space yang berbasis di Amerika Serikat, menjelaskan bahwa aturan ini efektif karena menghilangkan emosi dan overthinking saat decluttering. Dengan kerangka waktu yang jelas, kamu gak perlu lagi terjebak dalam skenario “bagaimana jika”.

2. Kenapa aturan ini bikin decluttering terasa lebih mudah

ilustrasi rutinitas decluttering
ilustrasi rutinitas decluttering (vecteezy.com/Tatyana Makarova)

Salah satu alasan decluttering terasa berat adalah karena kamu terlalu terikat secara emosional dengan barang. Aturan 90/90 membantumu melihat barang secara lebih objektif, berdasarkan kebiasaan nyata, bukan harapan masa depan. Dengan begitu, keputusan yang kamu ambil terasa lebih rasional dan cepat.

Pendekatan ini juga sering digunakan oleh Hillary Forst, co-founder dari jasa organizing profesional Sorted & Styled. Hillary dikenal sebagai praktisi yang banyak menangani klien dengan masalah penumpukan barang. Ia menyampaikan bahwa metode 90/90 sering menjadi “jalan pintas” untuk menembus alasan klasik seperti “nanti juga dipakai”, yang sebenarnya jarang terjadi.

3. Area rumah yang paling cocok pakai aturan 90/90

ilustrasi alat pancing, hobi memancing
ilustrasi alat pancing, hobi memancing (pexels.com/Karolina Grabowska www.kaboompics.com)

Banyak orang mengira aturan 90/90 hanya cocok untuk lemari pakaian. Padahal, metode ini sangat efektif diterapkan di area lain seperti dekorasi rumah, perlengkapan olahraga, hingga alat hobi. Barang-barang ini sering menumpuk tanpa disadari karena terlihat masih layak pakai.

Shantae Duckworth menjelaskan bahwa kategori dengan perputaran tinggi justru paling rawan clutter. Kamu mungkin gak sadar menyimpan banyak barang serupa yang fungsinya tumpang tindih. Dengan aturan 90/90, kamu bisa langsung memilah mana yang benar-benar aktif digunakan dan mana yang hanya mengisi ruang.

4. Aturan 90/90 untuk kamu yang susah melepas barang

ilustrasi lemari pakaian
ilustrasi lemari pakaian (pexels.com/Craig Adderley)

Kalau kamu termasuk orang yang sulit membuang barang, aturan 90/90 bisa terasa lebih ramah dibanding metode ekstrem. Kamu gak dipaksa hidup minimalis atau membuang banyak barang sekaligus. Fokusnya hanya pada satu pertanyaan sederhana yang relevan dengan keseharianmu.

Hillary Forst menyampaikan bahwa metode ini sering berhasil untuk klien yang punya keterikatan emosional tinggi pada barang. Keputusan kecil yang diambil satu per satu justru terasa lebih aman dan gak mengintimidasi. Dari situlah proses decluttering bisa berjalan lebih konsisten.

5. Alternatif pertanyaan jika aturan 90/90 terasa kurang pas

ilustrasi kebiasaan decluttering
ilustrasi kebiasaan decluttering (freepik.com/zinkevych)

Gak semua orang langsung cocok dengan pendekatan berbasis waktu seperti 90 hari. Sebagai alternatif, kamu bisa bertanya pada diri sendiri apakah kamu akan membeli barang tersebut lagi jika melihatnya di toko hari ini. Pertanyaan ini membantu kamu melihat barang secara lebih realistis.

Menurut Hillary Forst, pertanyaan ini punya efek serupa dengan aturan 90/90. Kamu dipaksa berpikir sebagai versi dirimu saat ini, bukan versi dirimu di masa lalu atau masa depan. Dengan begitu, keputusan yang diambil biasanya lebih jujur dan tegas.

6. Pengecualian penting yang perlu kamu perhatikan

ilustrasi lulus kuliah
ilustrasi lulus kuliah (pexels.com/Pavel Danilyuk)

Meski praktis, aturan 90/90 gak bisa diterapkan ke semua jenis barang. Leslie Kilgour, seorang profesional organizer sekaligus pendiri Get It Straight, menjelaskan bahwa barang musiman seperti jaket ski, perlengkapan camping, atau jubah wisuda punya fungsi khusus meski jarang dipakai. Barang seperti ini tetap layak disimpan.

Selain itu, pakaian formal dan barang sentimental juga sebaiknya tidak diperlakukan sama. Hillary Forst menilai bahwa mengganti gaun pesta atau jas formal untuk satu acara bisa jauh lebih mahal daripada menyimpannya. Sementara itu, barang kenangan memiliki nilai emosional yang gak bisa diukur hanya dari frekuensi pemakaian.

Aturan 90/90 adalah alat sederhana yang bisa membantumu decluttering dengan lebih ringan dan realistis. Metode ini mengajak kamu fokus pada kebiasaan hidup saat ini, bukan pada kemungkinan yang belum tentu terjadi.

Dengan memahami pengecualian yang masuk akal, kamu tetap bisa decluttering tanpa merasa bersalah. Kalau kamu ingin rumah terasa lebih lega dan rapi, aturan 90/90 layak banget untuk mulai kamu terapkan sekarang.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Nabila Inaya
EditorNabila Inaya
Follow Us