Water Sanitation and Hygiene Specialist UNICEF Indonesia, Muhammad Zainal mengatakan, "Data kami itu menyebutkan satu dari tujuh anak memilih tidak masuk sekolah pada saat menstruasi karena tidak tahu harus mengganti pembalut di mana atau mereka tidak mengganti pembalut sama sekali selama di sekolah karena sarana sanitasi tadi yang tidak aman."
Hers Protex Gelar Edukasi Menstruasi ke Sekolah di Bandung-Makassar

- Hers Protex bersama WINGS dan UNICEF menggelar program edukasi menstruasi untuk remaja putri di Bandung dan Makassar, menekankan pentingnya kebersihan serta fasilitas sanitasi yang layak di sekolah.
- Data UNICEF menunjukkan 1 dari 7 remaja putri absen saat menstruasi karena minimnya fasilitas sanitasi, sehingga edukasi manajemen kebersihan menjadi fokus utama program ini.
- Edukasi diberikan tidak hanya kepada siswa, tetapi juga orang tua, guru, dan teman sebaya agar tercipta dukungan menyeluruh bagi remaja putri dalam memahami kesehatan reproduksi.
Menstruasi merupakan hal yang lekat dalam kehidupan sehari-hari, namun kerap dianggap topik yang sensitif hingga jarang dibahas. Padahal, remaja putri akan bisa tumbuh dan berkembang lebih sehat lagi ketika mereka punya pemahaman lebih dalam menjaga kebersihan, termasuk manajemen kebersihan menstruasi.
Untuk itu, Hers Protex menggelar program edukasi menstruasi sebagai bentuk komitmennya mendampingi remaja putri Indonesia dalam memahami pentingnya menjaga kebersihan dan kesehatan selama masa menstruasi. Melalui program ini, WINGS juga berkolaborasi dengan UNICEF untuk memperluas akses edukasi manajemen sekolah sehat dan ramah lingkungan melalui layanan air, sanitasi, dan kebersihan bagi anak-anak Indonesia.
1. Data UNICEF menunjukkan 1 dari 7 remaja putri absen sekolah saat menstruasi karena minimnya fasilitas sanitasi

Tiap sekolah penting memiliki fasilitas sanitasi yang baik. Menurut Zainal, remaja putri penting memahami tentang menstruasinya. Mereka haru tahu bagaimana siklus menstruasinya berjalan dan cara mengelola kebersihannya karena harus mengganti pembalut tiap empat hingga lima jam sekali.
Bukan soal menstruasi saja, UNICEF lewat program WASH (Water, Sanitation, and Hygiene) terus memberikan edukasi dan promosi Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS). Pembiasaan ini akan menjadi fondasi yang kuat bagi anak-anak sekolah dalam menjaga kebersihan, kedisiplinan, dan kepedulian sejak dini.
2. WINGS berkolaborasi dengan UNICEF serta menggelar roadshow di Bandung dan Makassar

WINGS (Hers Protex) berkolaborasi dengan UNICEF dalam program WASH. Kolaborasi ini menghadirkan roadshow edukasi ke 20 SMP yang berlokasi di Bandung dan Makassar. Kolaborasi yang sudah berjalan sejak tahun 2023 ini, akan mulai berjalan pada bulan Mei 2026, sejalan dengan Menstrual Hygiene Day.
"Jadi, setiap tahunnya, kita merayakan Menstrual Hygiene Day, merayakan bahwa kita ini bisa celebrate to be a woman. Nah, kemudian kita membawa tema itu "Hers for Her". Hers-nya ini diambil dari brand Hers Protex, For Her-nya itu untuk remaja-remaja putri," ujar Stella Eidelina selaku Marketing Manager Paper Product Category WINGS Group di IDN HQ, Jakarta Selatan, pada Rabu (22/4/2026)
Kolaborasi ini merupakan upaya terintegrasi untuk memastikan bahwa sekolah punya air bersih, sanitasi yang layak, dan memberikan privasi. Anak-anak juga perlu berada di lingkungan belajar yang aman, sehat, terlindungi dari berbagai macam penyakin. Oleh karena itu, program ini juga akan berkolaborasi dengan dokter-dokter kandungan setempat.
3. Edukasi gak hanya diberikan kepada siswa, tetapi orangtua siswa juga

Stella Eidelina menilai pengetahuan soal menstruasi dan kebersihan ini gak cuma soal perempuan saja. Yang berbeda di program ini, edukasi juga akan diberikan kepada orangtua murid.
"Kita tahu remaja putri itu kebanyakan hidupnya di rumah dan sekolah. Jadi, betapa pentingnya pendampingan dari orangtua. Jadi, orangtua harus aware dengan perubahan yang terjadi dalam diri seorang anak perempuan, remaja perempuan," tutup Stella.
Namun, edukasi ini juga inklusif. Kampanye ini melibatkan guru, teman sebaya, dan orang tua sebagai pendamping utama remaja putri di rumah. Materi edukasi juga disediakan secara digital untuk menjangkau anak usia SD.


















