Kenapa Kacamata makin Lama Dipakai Malah Melorot?

- Kacamata bisa melorot karena engsel longgar, bantalan hidung berubah bentuk, atau produksi minyak dan keringat yang membuat permukaan wajah licin.
- Ukuran frame yang tidak sesuai dengan lebar wajah juga memengaruhi kestabilan posisi kacamata dan dapat menyebabkan rasa tidak nyaman saat dipakai.
- Material frame yang melar akibat pemakaian jangka panjang atau paparan panas membuat bentuknya berubah, sehingga perlu disesuaikan atau diganti di optik.
Kacamata yang terus melorot ke ujung hidung merupakan masalah yang bagi sebagian orang terasa sepele, tapi kalau terjadi sepanjang hari bisa sangat mengganggu. Setiap beberapa menit harus mendorong kacamata ke atas lagi, dan lama-lama jadi kebiasaan yang tidak disadari. Padahal bukan berarti kacamatanya murahan atau kamu salah beli. Ada alasan konkret di balik kenapa kacamata bisa bergeser dari posisi semula.
Banyak orang langsung menyalahkan bentuk hidung atau ukuran kepala saat kacamatanya gak mau diam di tempatnya. Padahal penyebabnya bisa lebih dari satu dan masing-masing punya solusi yang berbeda. Sebelum kamu buru-buru beli frame baru, pahami dulu penyebab kacamata makin lama dipakai malah melorot yang sudah dijelaskan berikut ini.
1. Engsel kacamata sudah mulai longgar

Kacamata punya engsel kecil di bagian sambungan antara frame dan tangkai. Engsel ini digunakan ratusan kali setiap hari, setiap kali kamu membuka dan menutup kacamata. Lama-lama sekrupnya bisa longgar karena gesekan yang terus-menerus. Begitu engselnya longgar, tangkai kacamata tidak lagi mencengkeram dengan kuat seperti saat pertama kali dibeli.
Kacamata yang tangkainya terlalu renggang tidak bisa menahan posisinya di wajah, meski bentuk hidung kamu ideal sekalipun. Solusinya cukup mudah karena sekrup engsel bisa dikencangkan dengan obeng mini khusus kacamata. Banyak optik yang menyediakan layanan ini secara gratis. Kalau dibiarkan terlalu lama, sekrup bisa benar-benar lepas dan tangkai kacamatanya bisa copot di waktu yang tidak tepat.
2. Bantalan hidung sudah berubah bentuk

Bagian kecil yang menempel di hidung itu namanya nose pad. Fungsinya adalah menopang berat kacamata dan menjaga posisinya tetap stabil. Nose pad terbuat dari bahan silikon atau plastik lunak yang lama-lama bisa berubah bentuk karena tekanan konstan dari berat frame. Begitu bentuknya berubah, daya cengkeramannya terhadap hidung berkurang dan kacamata jadi mudah melorot.
Selain berubah bentuk, nose pad juga bisa mengeras seiring waktu, terutama yang berbahan plastik. Nose pad yang keras tidak bisa menyesuaikan diri dengan lekukan hidung sehingga titik kontaknya menjadi lebih kecil. Akibatnya, kacamata lebih mudah bergeser. Mengganti nose pad adalah solusi yang murah dan bisa dilakukan di optik mana saja dalam hitungan menit.
3. Minyak dan keringat di wajah mengurangi gesekan

Kulit wajah secara alami memproduksi minyak sepanjang hari. Keringat juga ikut berkontribusi terutama saat cuaca panas atau setelah beraktivitas. Minyak dan keringat ini membuat permukaan hidung dan telinga menjadi licin. Kacamata yang tadinya pas jadi lebih mudah melorot karena gesekan antara frame dan kulit berkurang drastis.
Ini juga alasan kenapa kacamata sering terasa lebih sering melorot di siang hari dibandingkan dengan pagi hari. Produksi minyak kulit meningkat seiring waktu dan aktivitas. Membersihkan area hidung dan telinga sebelum memakai kacamata bisa sedikit membantu. Ada juga produk khusus berupa semprotan anti-slip untuk kacamata yang dijual di optik dan bisa menambah daya cengkeram sementara.
4. Ukuran frame tidak sesuai dengan lebar wajah

Frame kacamata yang terlalu lebar untuk wajah tidak akan pernah bisa diam di tempatnya dengan baik. Tangkainya tidak menekan sisi kepala dengan cukup kuat sehingga tidak ada yang menahan kacamata agar tidak bergeser ke depan. Masalah ini sering terjadi saat seseorang membeli kacamata tanpa mencoba dulu atau membeli secara online tanpa mengukur lebar wajahnya. Frame yang terlalu sempit pun punya masalah sendiri karena menekan kepala terlalu keras dan bisa menimbulkan sakit kepala.
Lebar frame idealnya sejajar atau sedikit lebih lebar dari lebar wajah di bagian pelipis. Optik yang baik biasanya akan mengukur lebar wajah sebelum merekomendasikan frame. Kalau frame yang sudah dibeli ternyata terlalu lebar, teknisi optik bisa sedikit menekuk tangkainya supaya cengkeramannya lebih pas. Penyesuaian ini tidak memakan waktu lama dan biasanya tidak dikenakan biaya tambahan.
5. Material frame sudah melar karena pemakaian jangka panjang

Frame kacamata dari bahan plastik atau asetat bisa melar secara bertahap. Ini terjadi karena tekanan yang terus-menerus saat kacamata dipakai, dilepas, dan disimpan setiap hari. Selain itu, paparan panas seperti menaruh kacamata di dasbor mobil atau di dekat alat pengering rambut bisa mempercepat proses pelebaran material. Begitu frame melar, seluruh geometri kacamata berubah dan tidak lagi pas di wajah seperti semula.
Frame berbahan logam lebih tahan terhadap perubahan bentuk, tapi juga bisa bengkok secara permanen kalau terkena benturan atau tekanan yang cukup keras. Kacamata yang sudah melar bisa dicoba diperbaiki di optik dengan cara dipanaskan lalu dibentuk ulang. Tidak semua frame bisa dikembalikan ke bentuk semula, tapi proses ini cukup sering berhasil. Kalau frame sudah terlalu melar dan tidak bisa diperbaiki, itu tanda bahwa kacamata memang sudah waktunya diganti.
Kacamata makin lama dipakai malah melorot bukanlah masalah yang harus dibiarkan begitu saja. Hal ini dikarenakan ada solusi konkret untuk setiap penyebabnya. Kebiasaan mendorong kacamata ke atas berkali-kali dalam sehari juga bisa memberi tekanan berlebih pada hidung dan membuat area tersebut tidak nyaman. Membawa kacamata ke optik untuk diperiksa dan disesuaikan secara berkala adalah langkah paling pas yang bisa dilakukan.