ilustrasi saat memakai deterjen (pexels.com/RDNE Stock project)
Setelah mengetahui risiko deterjen berlebih, bukan berarti kamu harus selalu menggunakan jumlah sesedikit mungkin. Deterjen tetap dibutuhkan untuk mengangkat kotoran, minyak, dan bau dari pakaian. Jika dosisnya terlalu rendah, hasil pencucian bisa kurang maksimal, terutama untuk pakaian yang sangat kotor atau cucian dalam jumlah besar.
American Cleaning Institute menjelaskan bahwa penggunaan deterjen yang terlalu banyak maupun terlalu sedikit dapat membuat pakaian kurang bersih dibandingkan jika menggunakan jumlah yang optimal. Artinya, tujuan utamanya bukan menghemat deterjen dengan mengurangi dosis secara sembarangan, melainkan menemukan takaran yang sesuai dengan kebutuhan pencucian.
Untuk menghemat penggunaan deterjen, biasakan memilah pakaian berdasarkan warna, bahan, dan tingkat kekotoran sebelum mencuci. Hindari memenuhi tabung melebihi kapasitas, karena pakaian yang terlalu padat dapat menghambat proses pencucian dan pembilasan. Dengan muatan yang sesuai, takaran yang akurat, dan siklus pencucian yang tepat, kamu bisa mendapatkan pakaian bersih tanpa harus terus menambah deterjen.
Menggunakan deterjen lebih banyak bukan jaminan pakaian menjadi lebih bersih. Takaran yang tepat justru bergantung pada jumlah cucian, tingkat kekotoran, konsentrasi produk, karakteristik air, dan jenis mesin cuci. Mulai sekarang, biasakan membaca petunjuk pada kemasan, menggunakan alat takar, serta memperhatikan tanda-tanda residu setelah pencucian.