Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Jangan Asal Masuk Mesin Cuci! Pisahkan Baju Berdasarkan Warna dan Bahan

4 min read
Jangan Asal Masuk Mesin Cuci! Pisahkan Baju Berdasarkan Warna dan Bahan
Ilustrasi mencuci (generated image by ChatGPT/Robertus Ari)

Pernah mengalami kejadian ketika kaus putih kesayangan tiba-tiba berubah menjadi warna lain setelah dicuci? Atau, sweater yang awalnya lembut justru menjadi berbulu dan kehilangan bentuk setelah masuk mesin cuci bersama celana jeans? Masalah seperti ini sering kali bukan semata-mata karena deterjen yang digunakan, melainkan juga karena kebiasaan mencampur pakaian tanpa memperhatikan warna, jenis kain, dan petunjuk perawatannya.

Memisahkan cucian sebelum mencuci memang membutuhkan sedikit waktu tambahan. Namun, kebiasaan sederhana ini dapat membantu menjaga warna pakaian tetap cerah, mengurangi risiko kain rusak, dan membuat hasil cucian lebih optimal.

 

  1. 1. Pisahkan pakaian putih, terang, dan gelap

    Ilustrasi tumpukan pakaian kotor (pexels.com/Kaboompics.com)
    Ilustrasi tumpukan pakaian kotor (pexels.com/Kaboompics.com)

    Langkah pertama adalah memisahkan pakaian berdasarkan kelompok warna. Jangan langsung memasukkan semua pakaian ke keranjang mesin cuci hanya karena jumlahnya sedikit. Sebaiknya, buat tiga kelompok utama, yaitu pakaian putih, pakaian berwarna terang atau pastel, serta pakaian berwarna gelap.

    Dengan cara ini, risiko perpindahan warna dari satu pakaian ke pakaian lain dapat dikurangi. Pakaian putih seperti kaus, kemeja, dan pakaian dalam sebaiknya dicuci terpisah. Pakaian pastel seperti krem, merah muda pucat, dan biru muda bisa dikumpulkan dalam kelompok tersendiri, sedangkan pakaian hitam, cokelat tua, dan biru dongker ditempatkan bersama pakaian gelap.

    Perhatian ekstra perlu diberikan pada pakaian baru, terutama yang berwarna merah, hitam, atau biru tua. Pewarna pada pakaian tertentu dapat luntur ketika dicuci, khususnya pada pencucian awal. Lebih aman jika pakaian baru dan berwarna pekat dicuci secara terpisah terlebih dahulu. Balik pakaian sehingga bagian dalam berada di luar untuk membantu melindungi permukaan kain dari gesekan.

     

  2. 2. Kenali jenis bahan sebelum menentukan cucian

    meletakkan pakaian kotor (pexels.com/RDNE Stock project)
    meletakkan pakaian kotor (pexels.com/RDNE Stock project)

    Warna bukan satu-satunya patokan ketika memisahkan cucian. Jenis bahan juga penting karena setiap kain memiliki karakteristik berbeda saat terkena air, deterjen, suhu, dan gesekan. Celana jeans yang tebal, misalnya, tidak selalu cocok dicuci bersama blus berbahan tipis meskipun keduanya memiliki warna serupa.

    Kelompokkan pakaian sehari-hari berbahan katun yang cukup kuat secara terpisah dari bahan halus seperti sutra, renda, atau wol. Pakaian berbahan rajut juga perlu diperhatikan karena gesekan berulang dapat membuatnya melar atau berbulu.

    Jangan lupa membaca label perawatan yang biasanya terdapat di bagian dalam pakaian. Simbol pada label dapat memberikan petunjuk mengenai suhu air, metode pencucian, serta apakah pakaian boleh dimasukkan ke mesin cuci.

  3. 3. Jangan campur kain tebal dengan pakaian yang tipis

    ilustrasi pakaian kotor (pexels.com/Joshimer Biñas)
    ilustrasi pakaian kotor (pexels.com/Joshimer Biñas)

    Selain warna dan jenis serat, ketebalan kain juga perlu menjadi pertimbangan. Handuk, celana jeans, jaket tebal, dan pakaian olahraga tertentu memiliki karakter berbeda dari kaus tipis atau blus berbahan ringan. Ketika berputar di dalam mesin cuci, pakaian saling bergesekan.

    Jika kain yang berat dicampur dengan kain yang lebih rentan, pakaian tipis berisiko mengalami tarikan, kusut, atau kerusakan permukaan. Mengutip laman Tide dalam panduan "How to Do Laundry", pemilahan cucian disarankan agar pakaian berbahan berat, seperti handuk, dipisahkan dari pakaian yang lebih ringan untuk mengurangi gesekan dan risiko kerusakan pada kain halus.

    Karena itu, handuk sebaiknya tidak otomatis dicampur dengan semua pakaian sehari-hari, apalagi jika handuk tersebut mudah melepaskan serat. Kamu juga perlu memisahkan bahan yang mudah menghasilkan serat dari pakaian yang gampang ditempeli serat. Handuk baru, kain flanel, dan sweatshirt berbulu dapat meninggalkan serat pada celana hitam atau pakaian sintetis.

    Jika memungkinkan, cuci barang-barang tersebut dalam kelompok tersendiri. Kebiasaan ini membantu mengurangi masalah pakaian yang sudah bersih tetapi masih dipenuhi bulu atau serat kecil setelah keluar dari mesin cuci.

  4. 4. Pisahkan pakaian sangat kotor dan yang memiliki noda membandel

    ilustrasi tumpukan pakaian kotor (pexels.com/Jessica Lewis)
    ilustrasi tumpukan pakaian kotor (pexels.com/Jessica Lewis)

    Pakaian yang terkena lumpur, minyak, keringat berlebih, atau noda makanan sebaiknya tidak langsung dicampur dengan pakaian yang hanya dipakai sebentar. Kotoran yang menempel pada pakaian sangat kotor dapat terbawa ke air pencucian dan berpotensi memengaruhi pakaian lain.

    Jadi, memilah cucian berdasarkan tingkat kekotoran sama pentingnya dengan memisahkannya berdasarkan warna. American Cleaning Institute menyarankan agar pakaian yang sangat kotor dipisahkan dari pakaian yang hanya sedikit kotor. Pasalnya, pakaian yang relatif bersih dapat menyerap sebagian kotoran dari air pencucian jika dicampur dengan cucian yang sangat kotor.

  5. 5. Periksa label, aksesori, dan pengaturan mesin cuci

    Ilustrasi mengecek label pakaian (generated image by ChatGPT/Robertus Ari)
    Ilustrasi mengecek label pakaian (generated image by ChatGPT/Robertus Ari)

    Sebelum pakaian masuk ke mesin cuci, luangkan waktu untuk memeriksa label perawatan, mengosongkan kantong, serta menutup ritsleting. Langkah ini mungkin terlihat sepele, tetapi dapat membantu mencegah benda tertinggal merusak pakaian atau mengganggu proses pencucian.

    Pakaian dengan kancing, pengait, payet, dan aksesori tertentu juga sebaiknya mendapatkan perhatian khusus agar tidak tersangkut atau terlepas selama proses pencucian. Penting untuk mengikuti petunjuk pada label pakaian ketika menentukan suhu air dan siklus mesin cuci.

    Memisahkan pakaian berdasarkan warna dan bahan bukan sekadar kebiasaan tambahan sebelum mencuci, melainkan langkah sederhana untuk menjaga pakaian tetap awet dan nyaman dipakai. Mulailah dengan memisahkan pakaian putih, terang, dan gelap, lalu perhatikan jenis kain, ketebalan, tingkat kekotoran, serta petunjuk pada label perawatan.

Share Article
Editorial Team

Kisah Koperasi Perempuan di Tepi Rel

Related Articles

See More