Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Jadi Plant Parent, Kenapa Merawat Tanaman Bisa Jadi Hobi Menenangkan?
ilustrasi tanaman hias yang ditaruh di rak dan meja (pexels.com/Taryn Elliott)
  • Merawat tanaman hias kembali populer di kalangan muda sejak pandemi, menghadirkan nuansa alam bagi penghuni kota dengan akses ruang terbuka yang terbatas.
  • Label plant parent menggambarkan tanaman sebagai teman hidup; memberi nama, mengamati kebiasaan, dan merawat pertumbuhannya dapat membangun ikatan serta empati.
  • Perawatan tanaman dikaitkan dengan peningkatan suasana hati, penurunan stres, dan produktivitas; rutinitasnya memberi distraksi positif serta rasa puas melihat tanaman berkembang.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Merawat tanaman hias menjadi tren hobi yang kembali digemari oleh generasi muda. Tren gaya hidup ini kemungkinan kembali diminati sejak pandemik COVID-19, ketika banyak orang terbatas untuk melakukan aktivitas di luar ruangan, maka menghadirkan tanaman hijau di dalam rumah dianggap sebagai solusi untuk merasa lebih dekat dengan alam.

Tak sampai di situ, muncul label yang disematkan generasi muda dengan hobi tanaman, yakni 'Plant Parent'. Sebutan ini menciptakan kesan bahwa tanaman juga dapat menjadi teman, bagian dari kehidupan yang dekat dengan individu. Tentu hal ini bukan sesuatu yang mengherankan, mengingat merawat tanaman juga dianggap sebagai hobi yang menyenangkan. Mengapa menjadi plant parent dapat menjadi rutinitas menyenangkan? Simak penjelasannya dalam artikel ini!

1. Tetap terhubung dengan alam di ruangan yang sempit

Ilustrasi tanaman hias (Pexels.com/cottonbro studio)

Tinggal di sebuah kota dengan area yang terbatas membuat sebagian orang tak punya banyak akses untuk ke luar ke alam. Hal inilah yang kemudian menginspirasi gen Z dan Milenial untuk membawa suasana alam ke dalam ruangan dengan tanaman hias.

Designer interior, Hilton Carter dalam Vogue India menjelaskan fenomena tersebut, "Banyak anak muda tertarik dengan tanaman hijau karena mereka kekurangan lahan di luar rumah mereka. Tetapi ada juga yang didasarkan pada persahabatan yang kuat, sekarang lebih dari sebelumnya".

Hilton menilai, pada dasarnya manusia ingin bersahabat dengan makhluk lain. Upaya ini dituangkan melalui kehadiran tanaman hias di dalam rumah mereka. Individu melihat tanaman bukan sekadar dekorasi ruangan, namun juga melihat sebagai sahabat yang dapat diajak bicara atau berinteraksi, seperti halnya manusia atau hewan.

"Kita semua ingin terhubung dengan alam. Kami ingin merasakan persahabatan dengan makhluk hidup," ujar Hilton menerangkan alasan populernya tren plant parenting.

2. Memiliki ikatan dengan tanaman bisa menciptakan empati

ilustrasi tanaman hias gantung (pexels.com/Tara Winstead)

Menjadi orantua berarti juga melihat tanaman tersebut tumbuh, berubah, berkembang, terkadang juga berjuang untuk hidupnya. Menurut Monai Nailah McCullough, ahli hortikultura di Amsterdam dalam Vogue India, juga melabeli dirinya sebagai Plant Mom atau ibu tanaman. Menurutnya, hal ini dilakukan karena apa yang dilakukannya adalah memelihara, sebagaimana orangtua atau seseorang yang merawat tanaman.

Menurut Monai, proses memelihara tanaman juga didasarkan pada gagasan untuk menciptakan ikatan dengan tanaman-tanaman tersebut, termasuk memberinya nama dan memperhatikan kebiasaannya. Tindakan semacam ini tentu menciptakan ikatan yang erat antara manusia dengan tanaman. Sikap yang penuh empati dengan tanaman dapat tumbuh dalam proses ini.

3. Menurunkan stres dan meningkatkan mood

ilustrasi tanaman hias (freepik.com/freepik)

Menjadi orangtua bagi tanaman ternyata memiliki dampak positif terhadap kesehatan mental. Menurut The Royal Horticultural Society, manfaat tanaman hias di antaranya meningkatkan suasana hati, menunrunkan stres hingga meningkatkan produktivitas. Melihat tanaman tumbuh dan berkembang setelah menyiram dan merawatnya sepanjang waktu dapat menghadirkan perspektif yang positif untuk diri sendiri. Pasalnya, melihat pertumbuhan tanaman menumbuhkan perasaan puas ketika sesuatu membuahkan hasil tertentu.

Tak hanya itu, ketika memiliki tanaman, kamu akan fokus untuk menyiramnya atau merawatnya. Momen singkat tersebut membuatmu menjauh dari dunia dan ini adalah distraksi yang positif. Menjaga tanaman secara konsisten juga membuat diri terasa lebih rileks.

Ternyata menjadi plant parent menghasilkan banyak keuntungan personal. Beberapa tanaman bahkan memiliki manfaat yang spesifik untuk lingkungan, misalnya menjaga kualitas udara dan menyegarkan ruangan. Tertarik menjadi plant parent?

Curated For You

Editorial Team

Related Article