7 Langkah Mudah Tanam Mahkota Nanas Jadi Pohon Buah di Rumah

- Memilih mahkota nanas yang masih segar untuk tanam
- Memotong dan membersihkan sisa daging buah dengan teliti
- Mengeringkan mahkota sebelum proses tanam untuk mencegah busuk
Menanam nanas di rumah ternyata bisa dimulai dari sisa buah dapur, lho. Mahkota nanas sering dianggap limbah, padahal bagian ini bisa tumbuh menjadi tanaman baru. Proses penanamannya juga relatif sederhana dan cocok dicoba pemula. Kamu gak perlu alat khusus atau lahan luas untuk memulainya. Dengan perawatan tepat, tanaman nanas berpotensi menghasilkan buah sendiri. Aktivitas ini memberi kepuasan tersendiri karena kamu menanam dari nol.
Artikel ini akan memandumu langkah demi langkah, dari sekedar sisa buah belanjaan sampai menjadi tanaman yang berbuah. Ayo, kita mulai petualangan bercocok tanam yang unik ini!
1. Memilih mahkota nanas yang masih segar

Langkah awal dimulai dari memilih buah nanas dengan mahkota daun sehat. Daun terlihat hijau, kaku, dan gak menguning menjadi tanda mahkota masih layak tanam. Kondisi ini penting karena mahkota sehat lebih cepat membentuk akar. Pemilihan bahan awal menentukan keberhasilan proses selanjutnya.
Mahkota dari nanas yang terlalu matang atau lama disimpan sebaiknya dihindari. Laura Irish-Hanson, extension horticulture educator di Department of Agricultural and Natural Resource Systems, University of Minnesota Extension, menjelaskan bahwa mahkota dengan daun rusak lebih rentan gagal tumbuh. Pemeriksaan sederhana di tahap awal bisa menghemat waktu dan tenaga. Tanaman sehat biasanya berawal dari bahan tanam berkualitas.
2. Memotong dan membersihkan sisa daging buah

Langkah awal dimulai dari memilih buah nanas dengan mahkota daun sehat. Daun terlihat hijau, kaku, dan tidak menguning menjadi tanda mahkota masih layak tanam. Kondisi ini penting karena mahkota sehat lebih cepat membentuk akar. Pemilihan bahan awal menentukan keberhasilan proses selanjutnya.
Sisa daging buah wajib dibersihkan sampai benar-benar habis. Laura Irish-Hanson menyampaikan, bahwa daging buah yang tertinggal dapat menyebabkan pembusukan setelah ditanam. Beberapa daun bagian bawah bisa dilepas untuk memastikan gak ada daging tersisa. Tahap ini sering dianggap sepele, padahal sangat krusial.
3. Mengeringkan mahkota sebelum proses tanam

Mahkota nanas sebaiknya dikeringkan terlebih dahulu selama beberapa hari. Proses ini membantu luka potongan menutup secara alami. Area yang kering lebih tahan terhadap jamur dan bakteri. Tempatkan mahkota di ruang teduh dengan sirkulasi udara baik.
Robert E. Paull, profesor di College of Tropical Agriculture and Human Resilience, University of Hawaiʻi at Mānoa menjelaskan, bahwa pengeringan penting terutama di lingkungan lembap. Jaringan tanaman memerlukan waktu adaptasi sebelum masuk ke media tanam. Langkah ini membantu mengurangi risiko busuk batang. Tanaman pun menjadi lebih siap tumbuh.
4. Merangsang pertumbuhan akar menggunakan air

Perakaran awal bisa dilakukan dengan metode air. Pangkal mahkota diletakkan dalam wadah berisi air bersih hingga bagian bawahnya terendam. Air perlu diganti setiap beberapa hari agar tetap bersih. Dalam dua hingga tiga minggu, akar biasanya mulai terlihat.
Metode ini memudahkan kamu memantau perkembangan akar. Robert E. Paull menilai cara ini efektif untuk memastikan mahkota masih hidup. Akar yang sudah cukup panjang menandakan tanaman siap dipindahkan. Tahap ini cocok untuk pemula yang ingin hasil lebih terkontrol.
5. Menanam mahkota ke dalam pot yang tepat

Mahkota berakar dipindahkan ke pot dengan media tanam bertekstur kasar. Tanah terlalu halus berisiko menahan air berlebihan. Wadah sebaiknya memiliki lubang drainase yang baik. Pot berbahan berat membantu tanaman tetap berdiri tegak.
Robert E. Paull menjelaskan bahwa tanaman nanas memiliki akar dangkal. Kondisi ini membuatnya gampang roboh jika pot terlalu ringan. Daun gak boleh tertimbun tanah karena bisa memicu pembusukan. Penanaman yang tepat mempercepat adaptasi tanaman.
6. Memberi cahaya dan perawatan rutin

Nanas membutuhkan sinar matahari kuat selama enam hingga delapan jam per hari. Paparan cahaya cukup membantu pertumbuhan daun dan pembentukan buah. Tanaman indoor bisa ditempatkan dekat jendela terang. Cahaya kurang membuat pertumbuhan melambat.
Penyiraman dilakukan secukupnya tanpa membuat media terlalu basah. Robert E. Paull menjelaskan bahwa nanas gak suka tanah tergenang. Frekuensi penyiraman bisa disesuaikan dengan kondisi pot. Pupuk lepas lambat dapat membantu memenuhi kebutuhan nutrisi.
7. Menunggu masa berbunga dan panen

Tanaman nanas membutuhkan waktu panjang sebelum menghasilkan buah. Proses ini bisa memakan waktu lebih dari satu tahun tergantung lingkungan tumbuh. Masa berbunga ditandai munculnya brakte berwarna cerah di tengah tanaman. Tanda ini menunjukkan buah mulai berkembang.
Laura Irish-Hanson menyarankan penggunaan sarung tangan tebal saat panen. Daun nanas memiliki tepi tajam dan bisa melukai tangan. Pisau tajam memudahkan pemotongan buah dengan aman. Panen menjadi momen paling memuaskan dari proses panjang ini.
Menanam mahkota nanas di rumah bisa menjadi kegiatan sederhana yang penuh manfaat. Prosesnya gak rumit jika dilakukan dengan langkah tepat. Setiap tahap berperan penting dalam mendukung pertumbuhan tanaman.
Kesabaran menjadi kunci utama hingga buah akhirnya muncul. Kamu gak hanya menanam tanaman, tapi juga mengurangi limbah dapur. Hasil akhirnya berupa nanas segar dari hasil usaha sendiri.



















