ilustrasi menanam tanaman (pexels.com/garybarnes)
Bunting menyarankan agar kamu memperhatikan jumlah hormon perangsang akar yang digunakan. Produk ini tidak perlu diaplikasikan secara berlebihan untuk membantu pertumbuhan akar. Berikut beberapa tips yang bisa diterapkan agar penggunaannya lebih tepat:
1. Jangan mencelupkan stek langsung ke dalam kemasan produk
Saat ingin mengaplikasikan hormon perangsang akar, hindari memasukkan bagian stek yang sudah dipotong langsung ke wadah aslinya. Sebaiknya, tuangkan sedikit hormon ke dalam wadah yang lebih kecil, kemudian celupkan stek ke dalamnya. Cara ini membantu mencegah penyebaran penyakit.
2. Celupkan bagian yang dipotong dalam waktu singkat
Jika menggunakan hormon perangsang akar berbentuk bubuk atau cair, cukup celupkan bagian stek yang dipotong sebentar saja. Setelah itu, ketuk perlahan untuk menghilangkan bubuk atau tetesan cairan yang berlebihan.
"Dalam penggunaan hormon perangsang akar, semakin sedikit justru semakin baik," kata Bunting.
3. Cukup gunakan lapisan tipis
Jangan mengaplikasikan hormon perangsang akar secara berlebihan pada stek batang, daun, maupun akar. Lapisan tipis sudah cukup untuk membantu proses pembentukan akar.
"Untuk semua jenis stek, baik batang, daun, maupun akar, kamu hanya membutuhkan lapisan tipis. Usahakan agar hormon menempel secara merata dan ringan, bukan sampai membasahi stek secara berlebihan," jelas Bunting.
4. Jangan memasukkan kembali sisa hormon ke wadah aslinya
Jika masih ada hormon perangsang akar yang tersisa setelah digunakan, jangan menuangkannya kembali ke kemasan utama. Langkah ini penting untuk menghindari kontaminasi pada produk yang belum digunakan.
Dengan memahami jenis tanaman, memilih hormon yang tepat, dan mengaplikasikannya secara benar, proses memperbanyak tanaman bisa menjadi lebih mudah. Namun, ingat bahwa hormon perangsang akar bukan keharusan karena beberapa tanaman tetap mampu tumbuh dengan baik tanpa bantuan tambahan.