Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Peralatan Rumah yang Perlu Rutin Dibersihkan, Jangan Tunggu Rusak!
ilustrasi membersihkan kulkas (freepik.com/prostooleh)

Pernah merasa mesin cuci mulai berbau, kulkas kurang dingin, atau pengering pakaian membutuhkan waktu lebih lama untuk menyelesaikan pekerjaannya? Mungkin kamu langsung menduga peralatan rumah tanggamu itu sudah tua atau mengalami kerusakan. Padahal, penyebabnya bisa sesederhana debu, sisa deterjen, serat kain, atau kotoran yang menumpuk di bagian-bagian yang jarang diperhatikan.

Membersihkan bagian luar peralatan rumah memang penting untuk menjaga tampilannya tetap rapi. Namun, perawatan sebaiknya tidak berhenti di permukaan saja. Ada beberapa komponen yang perlu diperiksa dan dibersihkan secara berkala.

1. Filter mesin cuci dan pengering pakaian

ilustrasi membersihkan filter mesin cuci (freepik.com/freepik)

Filter menjadi salah satu bagian penting yang sering luput dari perhatian karena posisinya tersembunyi. Pada mesin cuci, filter tertentu berfungsi menampung serat kain dan kotoran, sedangkan pada mesin pengering, filter serat membantu menangkap bulu serta serat pakaian selama proses pengeringan.

Jika dibiarkan menumpuk, kotoran dapat menghambat aliran udara atau mengganggu kinerja perangkat. Association of Home Appliance Manufacturers (AHAM), organisasi yang mewakili industri peralatan rumah tangga, menyarankan agar filter serat pada pengering dibersihkan setiap kali selesai digunakan.

"Bersihkan filter serat kain setelah setiap kali penggunaan. Sesekali, lepaskan dan bersihkan filter serat kain menggunakan sikat nilon serta air sabun hangat," demikian panduan AHAM tentang Clothes Dryer Care.

"Setiap mesin pengering memiliki karakteristik yang berbeda; oleh karena itu, periksalah buku panduan penggunaan dan perawatan mesin pengering kamu untuk mendapatkan instruksi khusus," sarannya.

2. Karet pintu kulkas dan bagian belakangnya

ilustrasi pintu kulkas yang terbuka (pexels.com/Max Rahubovskiy)

Kulkas bekerja hampir sepanjang hari untuk menjaga bahan makanan tetap dingin. Namun, bagian seperti karet pintu dan area belakang sering terlupakan karena tidak terlihat kotor secara langsung. Padahal, karet pintu yang dipenuhi remah makanan atau tidak menutup rapat dapat mengganggu kemampuan kulkas mempertahankan suhu.

Debu yang menumpuk di bagian tertentu juga bisa memengaruhi kinerja pendinginan, tergantung desain perangkatnya. Menurut ENERGY STAR, program efisiensi energi yang dikelola oleh U.S. Environmental Protection Agency dan U.S. Department of Energy, menyarankan pemeriksaan dan pembersihan berkala sebagai bagian dari pemeliharaan peralatan rumah tangga.

"Periksa segel pintu. Pastikan segel di sekeliling pintu tertutup rapat (kedap udara). Jika tidak, segera ganti segel tersebut," jelas ENERGY STAR dalam panduannya.

Untuk perawatan sehari-hari, bersihkan karet pintu menggunakan kain lembut sesuai petunjuk produsen, lalu periksa apakah pintu bisa tertutup dengan rapat. Singkirkan debu di sekitar kulkas dan pastikan ada ruang sirkulasi udara yang cukup.

Jika buku manual menyarankan pembersihan kumparan kondensor, lakukan sesuai prosedur keselamatan yang berlaku. Hindari membongkar komponen listrik sendiri jika tidak memiliki keahlian yang diperlukan.

3. Laci deterjen dan karet pintu mesin cuci

ilustrasi mesin cuci (pexels.com/RDNE)

Mesin cuci yang tampak bersih dari luar belum tentu bebas dari kotoran di bagian dalamnya. Sisa deterjen dan pelembut pakaian dapat menumpuk di laci dispenser, sedangkan kelembapan yang tertinggal pada karet pintu mesin cuci bukaan depan bisa memicu bau tidak sedap.

Jika bagian-bagian tersebut jarang dibersihkan, residu dan kotoran dapat terus menumpuk setiap kali mesin digunakan. Electrolux, produsen peralatan rumah tangga, memberikan panduan perawatan yang menyarankan agar pintu dan laci deterjen dibiarkan sedikit terbuka setelah mencuci untuk membantu sirkulasi udara dan mengurangi penumpukan kelembapan.

"Setelah setiap penggunaan. Biarkan pintu dan laci deterjen sedikit terbuka setelah setiap kali mencuci agar udara dapat bersirkulasi dan mencegah tumbuhnya jamur. Bersihkan filter serat (lint filter) utama," sarannya

"Setiap dua bulan bersihkan bagian dalam pintu dan segel pintu untuk menyingkirkan benda-benda kecil yang mungkin terselip, serta kotoran dan lemak yang dapat menumpuk seiring waktu. Bersihkan laci deterjen untuk mencegah penyumbatan dan timbulnya bau tidak sedap," tambahnya dalam panduannya How to clean and maintain your Electrolux washer dryer.

4. Filter AC dan kisi-kisi udara

Ilustrasi filter AC kotor (generated image by ChatGPT/Robertus Ari)

AC yang terasa kurang dingin belum tentu mengalami kerusakan serius. Salah satu hal yang patut diperiksa adalah filter udara yang tertutup debu. Filter yang kotor dapat menghambat aliran udara sehingga kinerja pendinginan menurun.

Akibatnya, ruangan bisa terasa kurang nyaman dan AC mungkin membutuhkan waktu lebih lama untuk mencapai suhu yang diinginkan. Mengutip Daikin produsen elektronik termasuk AC, menjelaskan bahwa filter AC yang kotor dan tersumbat dapat menghambat aliran udara serta mengurangi efisiensi sistem pendingin.

"Filter sangat berkaitan dengan aliran udara; saat debu menumpuk, efisiensi unit dapat menurun dan konsumsi energi pun meningkat. Dengan merawat filter secara rutin dan menggunakan metode pembersihan yang tepat, kenyamanan serta efisiensi energi dapat tetap terjaga," jelasnya dalam panduan Why Cleaning Your Air Conditioner Filter Helps Save Energy.

Jadi, periksa filter berdasarkan jadwal yang disarankan produsen, sebab kebutuhan pembersihan dapat berbeda menurut frekuensi pemakaian, kondisi lingkungan, dan jenis AC. Matikan perangkat sebelum membersihkan filter, lalu cuci atau ganti hanya sesuai petunjuk modelnya.

5. Filter mesin pencuci piring dan sisa makanan

ilustrasi mesin pencuci piring (unsplash.com/Nathan Dumlao)

Bagi rumah yang menggunakan mesin pencuci piring, filter di bagian bawah tabung merupakan komponen yang perlu diperhatikan. Sisa makanan, minyak, dan kotoran dapat terkumpul di sana selama proses pencucian. Jika penumpukannya dibiarkan, air mungkin tidak mengalir dengan optimal dan kotoran dapat kembali menempel pada peralatan makan.

GE Appliances menjelaskan bahwa filter dan bagian dalam mesin pencuci piring perlu dirawat agar perangkat dapat bekerja dengan baik. Panduan perawatan peralatan rumah tangga dari produsen tersebut juga membahas pembersihan bagian-bagian mesin sesuai kebutuhan.

"Membersihkan bagian dalam mesin pencuci piring secara menyeluruh dapat membantu mengatasi masalah-masalah. Ingat: Memiliki mesin pencuci piring yang bersih adalah kunci untuk menjaganya tetap tampak prima dan berfungsi secara efisien," jelas GE Appliances dalam panduannya How to CleanYour Dishwasher.

"Filter yang bersih sangat penting agar mesin pencuci piring dapat beroperasi secara efisien. Perawatan sederhana pada bagian ini akan memberikan perbedaan yang nyata," lanjutnya.

GE Appliances mengingatkann ketika membersihkan filter, selalu ikuti petunjuk pada buku manual karena cara melepas dan memasangnya berbeda-beda. Singkirkan sisa makanan yang terlihat, lalu bilas filter jika produsen mengizinkannya.

Pastikan komponen terpasang kembali dengan benar sebelum mesin digunakan. Jangan langsung menggunakan cairan pembersih atau benda tajam pada bagian dalam mesin tanpa memastikan bahwa metode tersebut aman bagi perangkat.

Merawat peralatan rumah tangga tidak harus menunggu sampai muncul bau, suara aneh, atau kinerja yang menurun. Dengan memeriksa filter, membersihkan karet pintu, menjaga ventilasi tetap lancar, dan mengikuti jadwal perawatan produsen, kamu bisa membantu peralatan bekerja lebih optimal sekaligus mengurangi risiko masalah yang sebenarnya dapat dicegah.

Curated For You

Editorial Team

Related Article