Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Rumah Penuh Abu Vulkanik, Jangan Sapu Kering Dulu!
ilustrasi abu vulkanik (pexels.com/Suhairy Tri Yadhi)
  • Menyapu abu vulkanik saat kering dapat menggores lantai dan perabot karena partikel silika tajam bekerja seperti amplas halus.
  • Partikel abu yang beterbangan saat disapu mudah terhirup, berisiko memicu iritasi tenggorokan, batuk, dan sesak napas, terutama pada kelompok rentan.
  • Bersihkan abu dengan kain atau pel basah, serta vacuum berfilter HEPA; air membantu mengikat partikel agar tidak kembali menyebar di ruangan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Saat gunung meletus dan hujan abu turun, rumah kita sering kali berubah menjadi tempat yang kotor dan berdebu. Insting pertama yang muncul adalah mengambil sapu dan membersihkannya secepat mungkin. Namun, tahukah kamu bahwa menyapu abu vulkanik dalam keadaan kering justru bisa memperparah keadaan?

Partikel abu yang sangat halus akan beterbangan ke udara dan masuk ke saluran pernapasan. Tak hanya itu, gesekan sapu dengan abu juga bisa menggores permukaan lantai atau perabot kesayangan. Yuk, simak tiga cara benar membersihkan rumah dari debu abu vulkanik!

1. Sapuan kering menggores permukaan lantai dan perabot rumah tangga

menyapu lantai rumah (pexels.com/cottonbro studio)

Dilansir Science News Explores, abu vulkanik mengandung partikel silika yang tajam seperti pecahan kaca mikroskopis. Saat sapu bergesekan dengan abu di permukaan lantai, partikel ini bertindak seperti amplas halus. Lantai keramik, kayu, atau marmer lama-lama akan kehilangan kilapnya dan penuh goresan halus.

Perabot seperti meja dan lemari juga berisiko mengalami kerusakan serupa. Goresan mikroskopis ini memang tidak terlihat langsung, tapi seiring waktu akan mengumpul dan membuat permukaan tampak kusam. Karena itu, metode sapu kering adalah musuh utama keindahan rumah saat musim abu.

2. Partikel abu halus mengancam kesehatan paru-paru dan saluran pernapasan

ilustrasi sesak napas (magnific.com/rawpixel.com)

Menyapu abu kering akan membuat partikel beterbangan ke udara dan melayang berjam-jam. Partikel sangat kecil ini mudah terhirup dan masuk ke dalam paru-paru. Paparan abu vulkanik menurut American Lung Association dapat memicu iritasi tenggorokan, batuk, dan sesak napas.

Kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, dan penderita asma sangat berisiko tinggi. Jika terpapar terus-menerus, partikel ini bisa menyebabkan masalah pernapasan jangka panjang. Menyapu kering sama saja dengan menyebarkan "bom" kesehatan di dalam ruangan.

3. Kain basah dan vacuum cleaner menangkap debu tanpa menyebarkannya kembali

membersihkan debu dengan vacuum cleaner (magnific.com/prostooleh)

Metode pembersihan terbaik adalah menggunakan kain pel basah atau spons yang dibasahi air. Air akan mengikat partikel abu dan mencegahnya beterbangan ke udara. Usap permukaan dengan gerakan satu arah, lalu bilas kain secara teratur di ember terpisah.

Untuk lantai, gunakan pel basah yang sudah diperas dan ganti airnya setiap kali terlihat keruh. Vacuum cleaner dengan filter HEPA juga sangat efektif menyedot abu tanpa menyebarkannya. Pembersih udara (air purifier) juga membantu menyaring partikel yang masih melayang di ruangan.

Butuh tenaga dan teknik khusus memang, tapi hasilnya sepadan demi kesehatan dan keawetan perabot rumahmu. Ingat, abu vulkanik bukan debu biasa yang bisa diatasi dengan sapu sembarangan. Semoga rumahmu tetap nyaman dan sehat meski cuaca sedang tidak bersahabat!

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article