Saat gunung meletus dan hujan abu turun, rumah kita sering kali berubah menjadi tempat yang kotor dan berdebu. Insting pertama yang muncul adalah mengambil sapu dan membersihkannya secepat mungkin. Namun, tahukah kamu bahwa menyapu abu vulkanik dalam keadaan kering justru bisa memperparah keadaan?
Partikel abu yang sangat halus akan beterbangan ke udara dan masuk ke saluran pernapasan. Tak hanya itu, gesekan sapu dengan abu juga bisa menggores permukaan lantai atau perabot kesayangan. Yuk, simak tiga cara benar membersihkan rumah dari debu abu vulkanik!
Rumah Penuh Abu Vulkanik, Jangan Sapu Kering Dulu!

1. Sapuan kering menggores permukaan lantai dan perabot rumah tangga
Dilansir Science News Explores, abu vulkanik mengandung partikel silika yang tajam seperti pecahan kaca mikroskopis. Saat sapu bergesekan dengan abu di permukaan lantai, partikel ini bertindak seperti amplas halus. Lantai keramik, kayu, atau marmer lama-lama akan kehilangan kilapnya dan penuh goresan halus.
Perabot seperti meja dan lemari juga berisiko mengalami kerusakan serupa. Goresan mikroskopis ini memang tidak terlihat langsung, tapi seiring waktu akan mengumpul dan membuat permukaan tampak kusam. Karena itu, metode sapu kering adalah musuh utama keindahan rumah saat musim abu.
2. Partikel abu halus mengancam kesehatan paru-paru dan saluran pernapasan
Menyapu abu kering akan membuat partikel beterbangan ke udara dan melayang berjam-jam. Partikel sangat kecil ini mudah terhirup dan masuk ke dalam paru-paru. Paparan abu vulkanik menurut American Lung Association dapat memicu iritasi tenggorokan, batuk, dan sesak napas.
Kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, dan penderita asma sangat berisiko tinggi. Jika terpapar terus-menerus, partikel ini bisa menyebabkan masalah pernapasan jangka panjang. Menyapu kering sama saja dengan menyebarkan "bom" kesehatan di dalam ruangan.
3. Kain basah dan vacuum cleaner menangkap debu tanpa menyebarkannya kembali
Metode pembersihan terbaik adalah menggunakan kain pel basah atau spons yang dibasahi air. Air akan mengikat partikel abu dan mencegahnya beterbangan ke udara. Usap permukaan dengan gerakan satu arah, lalu bilas kain secara teratur di ember terpisah.
Untuk lantai, gunakan pel basah yang sudah diperas dan ganti airnya setiap kali terlihat keruh. Vacuum cleaner dengan filter HEPA juga sangat efektif menyedot abu tanpa menyebarkannya. Pembersih udara (air purifier) juga membantu menyaring partikel yang masih melayang di ruangan.
Butuh tenaga dan teknik khusus memang, tapi hasilnya sepadan demi kesehatan dan keawetan perabot rumahmu. Ingat, abu vulkanik bukan debu biasa yang bisa diatasi dengan sapu sembarangan. Semoga rumahmu tetap nyaman dan sehat meski cuaca sedang tidak bersahabat!
Curated For You
- Bolehkah Menyapu Abu Vulkanik yang Masuk ke Rumah?07 Sep 2026, 06:20 WIB
- Mau Liburan tapi Ingin Rumah Tetap Rapi? Begini 5 Trik Menyiasatinya06 Sep 2026, 22:31 WIB
- 4 Tips Membersihkan Balkon Rumah agar Tetap Terlihat Bersih06 Sep 2026, 22:24 WIB