ilustrasi membersihkan furnitur (pexels.com/Polina Tankilevitch)
Furnitur veneer memiliki lapisan tipis kayu asli yang ditempelkan pada material inti, sedangkan furnitur dengan finishing khusus dapat dilapisi cat, pernis, atau bahan pelindung lainnya. Sekilas, permukaannya mungkin tampak sama seperti kayu solid.
Padahal, ketahanan terhadap kelembapan sangat dipengaruhi oleh kualitas lapisan pelindung, kondisi sambungan, dan bahan dasar yang digunakan. Jika air masuk melalui tepi yang terbuka atau lapisan yang rusak, veneer berisiko menggelembung atau terangkat dari permukaan di bawahnya.
Pada furnitur dengan finishing tertentu, penggunaan cairan pembersih yang tidak cocok juga dapat meninggalkan bercak, membuat permukaan kusam, atau mengubah tingkat kilapnya. Karena itu, kain yang sangat basah maupun cairan pembersih serbaguna tidak sebaiknya digunakan secara sembarangan.
"Permukaan veneer menampilkan serat kayu asli, namun bagian tepinya memperlihatkan lapisan tipis atau pola serat yang tidak sepenuhnya selaras dengan bagian atas. Biasanya permukaan ini dilapisi pernis atau minyak; kamu bisa memeriksanya dengan melakukan tes air. Gunakan kain yang hanya sedikit lembap untuk membersihkan, lalu segera keringkan permukaannya. Jika permukaannya dilapisi minyak, kamu bisa mengoleskan kembali minyak secara tipis," dikutip dari Beliani dalam panduan perawatan veneer.
"Furnitur berlapis veneer atau yang memiliki tampilan menyerupai kayu biasanya menggunakan papan sebagai bahan dasarnya; oleh karena itu, pastikan furnitur tetap kering dan jangan pernah mengampelasnya terlalu dalam," tambahnya.
Membersihkan furnitur bukan sekadar membuat permukaannya terlihat bersih, melainkan juga menjaga materialnya agar tetap awet. Biasakan membaca petunjuk perawatan, menggunakan kain yang sesuai, menguji produk pembersih pada bagian tersembunyi, dan segera mengeringkan permukaan setelah dibersihkan.