Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Ilustrasi menata kamar kos (generated image by ChatGPT/Robertus Ari)

Punya kamar kos yang ukurannya terbatas memang bisa menjadi tantangan tersendiri. Apalagi kalau kamar harus merangkap berbagai fungsi, mulai dari tempat tidur, ruang belajar, tempat menyimpan pakaian, sampai area makan. Belum lagi barang-barang yang terus bertambah, sehingga kamar yang awalnya terasa nyaman perlahan berubah menjadi sumpek dan sulit bergerak.

Namun, jangan buru-buru berpikir harus membeli furnitur baru atau pindah ke kamar yang lebih besar. Terkadang, masalahnya bukan terletak pada ukuran kamar, melainkan cara kita memanfaatkan ruang yang tersedia.

1. Rapikan barang dan singkirkan yang jarang dipakai

Ilustrasi dekorasi kamar (unsplash.com/Photo by Spacejoy)

Langkah pertama untuk membuat kamar kos terasa lebih luas adalah mengurangi barang yang tidak benar-benar dibutuhkan. Coba perhatikan isi kamar, mulai dari meja belajar, lemari pakaian, hingga area sekitar tempat tidur. Barang yang sudah tidak digunakan, kemasan kosong, atau pakaian yang hanya menumpuk bisa membuat kamar terasa penuh meskipun ukuran furniturnya sebenarnya tidak terlalu besar.

Cobalah memilah barang menjadi tiga kelompok: barang yang sering digunakan, barang yang masih dibutuhkan tetapi jarang digunakan, dan barang yang sudah tidak diperlukan. Simpan kelompok pertama di tempat yang mudah dijangkau, kelompok kedua di area penyimpanan yang lebih tersembunyi, dan pertimbangkan untuk menyumbangkan atau membuang barang yang sudah tidak berguna. Semakin sedikit barang yang berserakan, semakin mudah kamar terlihat rapi dan lapang.

2. Ubah posisi furnitur agar area lantai lebih terbuka

Ilustrasi dekorasi kamar kos (generated image by ChatGPT/Robertus Ari)

Posisi furnitur sangat memengaruhi bagaimana kamar kos terasa saat digunakan. Jika tempat tidur, meja, dan lemari diletakkan tanpa mempertimbangkan alur pergerakan, kamar bisa terasa sesak meskipun sebenarnya masih memiliki ruang kosong. Karena itu, cobalah melihat kembali susunan furnitur yang selama ini digunakan.

Mulailah dengan memperhatikan area yang paling sering dilewati, seperti jalur dari pintu menuju tempat tidur atau meja belajar. Jika memungkinkan, rapatkan furnitur besar ke dinding agar bagian tengah kamar lebih terbuka. Hindari menempatkan barang-barang kecil di jalur berjalan karena selain membuat ruangan terasa sempit, hal ini juga bisa meningkatkan risiko tersandung.

3. Manfaatkan ruang di bawah tempat tidur

Ilustrasi storage di area bawah tempat tidur (generated image by ChatGPT/Robertus Ari)

Area di bawah tempat tidur sering kali menjadi ruang kosong yang tidak dimanfaatkan secara maksimal. Padahal, bagian ini bisa digunakan untuk menyimpan berbagai barang yang tidak perlu diakses setiap hari, seperti koper, seprai cadangan, pakaian musiman, atau perlengkapan tertentu.

Kamu tidak harus membeli kotak penyimpanan khusus untuk memanfaatkan area tersebut. Gunakan kardus bekas yang masih bersih dan kokoh, tas penyimpanan yang sudah tersedia, atau wadah yang selama ini tidak terpakai. Agar terlihat lebih rapi, kelompokkan barang berdasarkan kategori dan pastikan semuanya mudah dikeluarkan ketika dibutuhkan.

"Tempat tidur model captain’s bed, yang dilengkapi laci di bagian dasarnya, dapat menyediakan ruang penyimpanan tambahan tanpa memakan lebih banyak luas lantai,” saran profesional organizer Sharon Lowenheim, yang menekankan penggunaan furnitur multifungsi dan penataan yang sesuai dengan kebutuhan agar bisa membantu memaksimalkan ruang kamar kecil dikutip dari Martha Stewart.

Namun, jangan menjadikan bagian bawah tempat tidur sebagai tempat menumpuk barang secara sembarangan. Simpan barang dalam wadah tertutup jika memungkinkan untuk mengurangi debu, dan pastikan area tersebut tetap memiliki sirkulasi udara.

4. Gunakan dinding dan area vertikal sebagai ruang penyimpanan

Ilustrasi DIY kain perca (generated image by ChatGPT/Robertus Ari)

Saat luas lantai kamar kos terbatas, jangan hanya berfokus pada area horizontal. Dinding dan ruang vertikal juga bisa dimanfaatkan untuk menyimpan barang tanpa membuat kamar semakin penuh. Misalnya, kamu dapat menggunakan gantungan yang sudah ada untuk tas, jaket, topi, atau aksesori yang sering dipakai.

Coba periksa apakah ada bagian dinding yang masih kosong, misalnya di atas meja belajar atau di belakang pintu. Kamu bisa memanfaatkannya dengan gantungan, rak yang sudah dimiliki, atau organizer kain. Pastikan pemasangannya aman dan tidak merusak dinding kos, terutama jika kamu tinggal di tempat dengan aturan tidak boleh mengebor atau memasang paku.

5. Maksimalkan cahaya dan ciptakan kesan ruang yang lebih terbuka

Ilustrasi menata kamar kos (generated image by ChatGPT/Robertus Ari)

Kamar kos yang penuh barang dan memiliki pencahayaan minim biasanya terasa lebih sempit daripada ukuran sebenarnya. Karena itu, selain mengatur penyimpanan, penting juga untuk memperhatikan bagaimana cahaya masuk dan bagaimana mata melihat keseluruhan ruangan.

Jika kamar memiliki jendela, usahakan tidak menutupi seluruh area tersebut dengan barang atau pakaian yang menggantung. Biarkan cahaya alami masuk sebanyak mungkin. Kamu juga bisa membuka tirai pada siang hari dan menggunakan pencahayaan yang cukup ketika malam tiba agar kamar terasa lebih nyaman.

“Cobalah letakkan cermin di seberang jendela untuk memantulkan cahaya alami dan pemandangan luar, atau pasang di atas meja samping tempat tidur untuk menciptakan kesan seolah-olah ada jendela tambahan,” ujar interior designer Kerrie Kelly dikutip dari Martha Stewart.

Selain itu, usahakan permukaan meja dan bagian atas lemari tidak dipenuhi barang-barang kecil. Sisakan beberapa area kosong agar pandangan tidak terasa terlalu ramai. Kamu juga bisa menggunakan seprai atau sarung bantal dengan warna yang senada untuk menciptakan kesan visual yang lebih menyatu.

Kamar kos sempit bukan berarti harus selalu terasa sesak. Dengan mengurangi barang yang tidak diperlukan, mengatur ulang posisi furnitur, memanfaatkan ruang vertikal, dan menjaga pencahayaan tetap optimal, kamar bisa terasa lebih lega tanpa membeli furnitur baru. Mulailah dari satu sudut yang paling berantakan, lalu lakukan perubahan secara bertahap.

Curated For You

Editorial Team

Related Article