Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Apakah Pasangan Harus Satu Frekuensi agar Hubungan Langgeng?

3 min read
Apakah Pasangan Harus Satu Frekuensi agar Hubungan Langgeng?
Ilustrasi hubungan (pexels.com/Fernanda De Freitas)
  • Keselarasan pasangan lebih terlihat dari cara berkomunikasi: saling mendengarkan, menyampaikan perasaan, dan memahami maksud satu sama lain, bukan selalu sepemikiran.
  • Perbedaan karakter, kebiasaan, dan cara menunjukkan perhatian tidak otomatis membuat pasangan tidak cocok, selama keduanya mau membicarakan kebutuhan serta saling menyesuaikan.
  • Untuk hubungan jangka panjang, kesamaan tujuan seperti komitmen, kesetiaan, dan pandangan masa depan lebih penting; harapan perlu dibicarakan agar tetap bisa berjalan beriringan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Semakin lama menjalani hubungan, semakin sadar kalau satu frekuensi menjadi salah satu hal yang bisa membantu kita melihat kecocokan dengan pasangan. Bukan berarti harus punya sifat, hobi, atau selera yang sama, cukup di saat kamu bisa jadi orang yang suka cerita panjang lebar, sementara pasangan lebih banyak mendengarkan. Kamu ingin menyelesaikan masalah saat itu juga, sedangkan dia butuh waktu untuk menenangkan diri.

Perbedaan seperti itu sebenarnya wajar. Namun, hubungan bisa terasa melelahkan ketika dua orang terus-menerus salah paham, sulit menyampaikan perasaan, atau punya harapan yang berbeda. Dari sini, kita mulai sadar bahwa cocok bukan cuma soal punya banyak kesamaan, tetapi juga soal bagaimana dua orang memahami satu sama lain. Jadi, apakah pasangan harus satu frekuensi agar hubungan bisa langgeng?

  1. 1. Satu frekuensi dimulai dari cara berkomunikasi

    Ilustrasi hubungan
    Ilustrasi hubungan (pexels.com/Leah Newhouse)

    Pernah gak kamu lagi cerita tentang hari yang berat, tetapi pasangan malah sibuk memberikan solusi? Padahal, kamu cuma ingin didengarkan. Akhirnya, kamu merasa dia kurang memahami perasaanmu, sementara dia merasa sudah berusaha membantu. Masalahnya mungkin sederhana, tetapi kalau terus terjadi, hal seperti ini bisa bikin hubungan terasa melelahkan.

    "Dampak konflik terhadap hubungan bergantung pada apakah kedua pasangan merasa dipaham," Tutur Gary W. Lewandowski Jr, Psikolog, dilansir Psychology Today.

    Hal ini cukup relate dengan kehidupan sehari-hari. Kadang, kita bukan ingin pasangan selalu setuju dengan semua pendapat kita. Kita hanya ingin dia memahami alasan di balik perasaan kita, bahkan ketika dia punya sudut pandang yang berbeda.

    Itulah mengapa satu frekuensi gak selalu berarti harus sepemikiran. Yang lebih penting adalah bagaimana kalian mendengarkan, menyampaikan perasaan, dan berusaha memahami maksud satu sama lain. Sebab, komunikasi yang baik bukan tentang siapa yang paling benar, tetapi bagaimana keduanya bisa saling mengerti.

  2. 2. Gak harus punya karakter yang sama untuk bisa cocok

    Ilustrasi hubungan
    Ilustrasi hubungan (pexels.com/Fernanda De Freitas)

    Ada pasangan yang sama-sama ekspresif dan gampang menunjukkan rasa sayang. Ada juga yang satu orangnya romantis, sementara yang lain lebih sering menunjukkan perhatian lewat tindakan sederhana. Perbedaan ini gak otomatis membuat hubungan mereka gak cocok.

    "Komunikasi yang efektif bukan soal kesempurnaan, melainkan latihan,” tutur Jennifer Uhrlass, Terapis pernikahan dan keluarga, dilansir Psychology Today.

    Hal ini ini mengingatkan kita bahwa memahami pasangan gak selalu bisa terjadi secara instan. Dua orang yang berbeda perlu waktu untuk mengenali kebiasaan, kebutuhan, dan cara masing-masing dalam menunjukkan perhatian. Misalnya, kamu merasa senang kalau pasangan rutin memberi kabar, sedangkan dia terbiasa fokus pada aktivitasnya dan baru membuka chat saat senggang.

    Daripada langsung menganggap dia gak peduli, coba bicarakan apa yang membuatmu merasa nyaman. Dia pun bisa menjelaskan kebiasaannya dan mencari cara agar kamu tetap merasa diperhatikan.

    Kamu gak perlu mengubah seluruh kepribadianmu agar cocok dengan pasangan, begitu juga sebaliknya. Selama kalian mau saling menyesuaikan dan menghargai kebutuhan masing-masing, perbedaan karakter bukan sesuatu yang harus selalu dipermasalahkan.

  3. 3. Kesamaan yang lebih penting ada pada tujuan hubungan

    Ilustrasi hubungan
    Ilustrasi hubungan (freepik.com/freepik)

    Punya selera musik yang sama atau sama-sama suka menghabiskan waktu di kafe memang menyenangkan. Namun untuk hubungan jangka panjang, ada hal yang lebih penting, seperti komitmen, kesetiaan, dan pandangan tentang masa depan. Sebab, meskipun kalian merasa cocok saat bersama, perbedaan harapan tentang hubungan bisa menjadi sumber kekecewaan jika gak dibicarakan sejak awal.

    Karena itu, penting untuk memahami apa yang diinginkan masing-masing dari hubungan. Kamu bisa mulai dengan membicarakan arti komitmen, rencana masa depan, atau hal-hal yang menjadi prioritas kalian. Bukan berarti semua rencana harus sama, tetapi kalian perlu tahu apakah tujuan tersebut masih bisa berjalan beriringan dan apakah keduanya bersedia berkompromi.

    Cocok itu bukan berarti harus selalu sama. Yang penting, meski punya banyak perbedaan, kalian tetap bisa saling ngerti tanpa harus terus-terusan menjelaskan hal yang sama.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Related Articles

See More