Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
5 Trik Merawat Buku Bekas Rusak Agar Panjang Umur
Ilustrasi membersihkan buku (pexels.com/RDNE Stock project)
  • Bersihkan debu buku secara rutin dengan kuas halus atau kain microfiber kering untuk mencegah kusam, jamur, dan tungau tanpa merusak kertas.
  • Segera perbaiki sampul mengelupas atau jilidan longgar memakai lem penjilidan maupun selotip arsip; kerusakan berat dapat ditangani jasa penjilidan.
  • Simpan buku di ruang sejuk, kering, dan berventilasi; gunakan sampul pelindung, tangan bersih, pembatas buku, serta hindari sinar matahari dan tekanan berlebih.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Buku bekas sering menjadi pilihan para pecinta buku karena harganya lebih terjangkau dan tidak jarang memiliki edisi yang sudah sulit ditemukan. Meski kondisinya mungkin tidak lagi sempurna, buku bekas tetap menyimpan nilai yang berharga, baik dari segi isi maupun kenangan yang melekat di dalamnya. Sayangnya, buku yang sudah berusia atau pernah berpindah tangan biasanya lebih rentan mengalami kerusakan, seperti halaman menguning, sampul terkelupas, hingga jilidan yang mulai lepas.

Kabar baiknya, kondisi tersebut bukan berarti buku bekas tidak bisa diselamatkan. Dengan perawatan yang tepat, buku yang tampak usang tetap dapat digunakan dalam waktu yang lama. Mulai dari cara membersihkan hingga menyimpannya dengan benar, ada beberapa langkah sederhana yang bisa dilakukan agar koleksi buku bekas tetap awet. Berikut lima trik merawat buku bekas rusak agar panjang umur.

1. Bersihkan debu dan kotoran secara rutin

Ilustrasi membersihkan debu buku (pexels.com/SHVETS production)

Debu yang menumpuk di permukaan buku dapat mempercepat kerusakan kertas jika dibiarkan terlalu lama. Selain membuat buku terlihat kusam, debu juga dapat menjadi tempat berkembangnya jamur dan tungau, terutama jika disimpan di ruangan yang lembap. Oleh karena itu, membersihkan buku secara rutin menjadi langkah pertama yang tidak boleh dilewatkan.

Gunakan kuas berbulu halus atau kain microfiber yang bersih untuk mengangkat debu dari sampul, punggung buku, dan tepi halaman. Bersihkan dengan gerakan lembut agar kertas tidak robek atau terlipat. Hindari menggunakan kain yang terlalu basah karena kelembapan berlebih justru dapat merusak serat kertas dan memicu pertumbuhan jamur.

2. Perbaiki sampul dan jilidan yang mulai rusak

Ilustrasi memberikan sampul buku (pexels.com/Dom J)

Sampul yang mulai mengelupas atau jilidan yang longgar sebaiknya segera diperbaiki sebelum kerusakannya semakin parah. Jika dibiarkan, halaman buku bisa terlepas satu per satu sehingga buku menjadi sulit digunakan dan nilai koleksinya menurun.

Gunakan lem khusus penjilidan buku atau selotip arsip (archival tape) yang aman untuk kertas. Hindari memakai selotip biasa karena perekatnya dapat menguning dan meninggalkan noda setelah beberapa tahun. Jika kerusakan sudah cukup parah, pertimbangkan untuk membawa buku ke jasa penjilidan agar hasil perbaikannya lebih rapi dan tahan lama.

3. Simpan di tempat yang kering dan memiliki sirkulasi udara baik

Ilustrasi rak buku (pexels.com/Erik Mclean)

Lingkungan penyimpanan sangat memengaruhi usia buku. Ruangan yang terlalu lembap dapat memicu tumbuhnya jamur, sedangkan suhu yang terlalu panas membuat kertas menjadi rapuh dan mudah menguning. Oleh karena itu, pilih tempat penyimpanan yang sejuk, kering, dan memiliki sirkulasi udara yang baik.

Susun buku secara tegak di rak agar bentuk punggung buku tetap terjaga. Jangan menumpuk terlalu banyak buku dalam satu tumpukan karena tekanan yang berlebihan dapat membuat sampul melengkung dan jilidan cepat rusak. Jika memungkinkan, jauhkan rak buku dari sinar matahari langsung agar warna sampul tidak cepat memudar.

4. Tangani buku dengan tangan yang bersih

Ilustrasi membaca buku dengan tangan bersih (pexels.com/RF._.studio _)

Kebiasaan membaca sambil makan atau memegang buku dengan tangan yang berminyak dapat meninggalkan noda yang sulit dibersihkan. Selain mengurangi tampilan buku, minyak dan sisa makanan juga bisa menarik serangga seperti kecoa atau kutu buku yang berpotensi merusak koleksi.

Sebelum membaca, pastikan tangan dalam keadaan bersih dan kering. Hindari melipat sudut halaman sebagai penanda karena dapat meninggalkan bekas permanen. Sebagai gantinya, gunakan pembatas buku agar halaman tetap rapi. Saat membuka buku, jangan memaksa membentangkan jilidan terlalu lebar karena dapat membuat lem perekat cepat lepas.

5. Lindungi buku dengan sampul tambahan

Ilustrasi sampul bukuk tambahan (pexels.com/Marta Branco)

Memberikan sampul pelindung merupakan salah satu cara paling efektif untuk memperpanjang usia buku bekas. Sampul tambahan dapat melindungi buku dari debu, goresan, cipratan air, hingga gesekan saat disimpan di dalam tas atau rak.

Pilih sampul plastik bening berkualitas yang tidak terlalu ketat agar buku tetap bisa dibuka dengan nyaman. Untuk buku koleksi yang bernilai tinggi atau sudah langka, gunakan bahan pelindung bebas asam (acid-free) agar tidak mempercepat kerusakan kertas. Dengan perlindungan yang tepat, tampilan buku akan tetap rapi dan kondisinya lebih terjaga dalam jangka panjang.

Merawat buku bekas yang sudah mulai rusak memang membutuhkan ketelatenan, tetapi hasilnya sepadan dengan usia pakai yang lebih panjang. Mulai dari membersihkan debu secara rutin, memperbaiki jilidan, menyimpan di tempat yang tepat, hingga menggunakan sampul pelindung, setiap langkah sederhana dapat membantu menjaga kondisi buku agar tetap layak dibaca dan dikoleksi.

Pada akhirnya, buku bukan hanya sekadar kumpulan lembaran kertas, tetapi juga sumber ilmu, inspirasi, dan kenangan yang berharga. Dengan memberikan perawatan yang tepat, buku bekas tetap bisa menemani aktivitas membaca selama bertahun-tahun dan bahkan diwariskan kepada generasi berikutnya dalam kondisi yang masih baik.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article