Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

5 Inspirasi Puisi Hari Lahir Pancasila, Penuh Penghayatan!

5 Inspirasi Puisi Hari Lahir Pancasila, Penuh Penghayatan!
ilustrasi bendera merah putih (pexels.com/Irgi Nur Fadil)
  • Puisi tentang Pancasila lahir dari berbagai peristiwa sejarah Indonesia
  • Pancasila menjadi inspirasi bagi banyak penyair dalam menyuarakan semangat kebangsaan
  • Nilai-nilai Pancasila tercermin dalam setiap bait puisi yang diciptakan
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Hari Lahir Pancasila diperingati setiap tanggal 1 Juni. Berbagai acara dilaksanakan untuk merayakan kelahiran dasar negara Indonesia. Kamu bisa menyelenggarakan upacara, lomba-lomba, termasuk melakukan pembacaan puisi.

Karena Pancasila sangat bermakna, ada banyak puisi yang lahir karena terinspirasi dari Pancasila. Apakah kamu sedang mencari inspirasi puisi Hari Lahir Pancasila? Kalau benar, simak contoh puisi Hari Lahir Pancasila berikut!

  1. 1. Pancasila Tetap Abadi

    ilustrasi bendera merah putih (pexels.com/Deden R)
    ilustrasi bendera merah putih (pexels.com/Deden R)

    Penulis: Desmon 

     

    Sudah cukup banyak nyawa yang kita korbankan

    Sudah cukup banyak tangis yang kita dengarkan

    Sudah cukup banyak darah dan keringat yang kita sumbangkan

    Hanya untuk satu kata

    MERDEKA…!!!

     

    Merdeka..

    Mulai menyongsong lahirnya ideologi Negara

    Suatu ideologi yang dapat menyatukan bangsa

    Puluhan bangsa dari ribuan pulau di Nusantara

    Menjadi pilar berbangsa dan bernegara

    Selamat datang Pancasila… 

     

    Ketika gunung sebesar apapun bisa diruntuhkan

    Ketika batu sekeras apapun bisa dipecahkan

    Ketika besi sekuat apapun bisa dipatahkan

    Jangan harap kamu dapat menghancurkan pancasila

    Karena pancasila lebih dari sakti dari itu semua 

     

    Lima dasar Negara yang memiliki makna yang dalam

    Makna yang kongkrit, kaku dan mengikat

    Memiliki simbol yang bermakna kuat pada setiap sila

    Terpampang kokoh pada dada sang garuda 

     

    Garuda terbang jauh menyusuri nusantara

    Terbang membusungkan dadanya yang kekar

    Membanggakan diri telah membawa pancasila

    Tidak ada yang bisa menghalanginyaTerbang sampai ke penjuru dunia

    Sayapnya yang cantik pun tak mampu menutupinya 

     

    Jangan kamu sia-siakan berjuta nyawa

    Jangan kamu sia-siakan berjuta tangisan

    Jangan kamu sia-siakan darah yang telah tercurah

    Jangan kamu membunuh burung garuda kami

    Dengan sifat egois dan pikiran yang sempit 

     

    Dia telah lahir menjadi pilar bangsa

    Lahir dan tumbuh di tengah-tengah kita

    Tumbuh menjadi pemersatu bangsa Indonesia  

    Terbang terus burung garuda ku

    Bawalah pancasila sampai ujung dunia

    Dan abadilah sampai akhir hayat 

     

    Sudah saatnya bangkit kembali

    Lipat lengan baju mu kawan

    Kepal tangan mu yang kekar

    Angkat tanganmu setinggi-tingginya

    Dan terikkan lah kata “PANCASILA”

  2. 2. Garuda Pancasila

    ilustrasi seseorang memegang bendera merah putih (pexels.com/ahmad syahrir)
    ilustrasi seseorang memegang bendera merah putih (pexels.com/ahmad syahrir)

    Penulis: Sides Sudyarto D. S. dalam buku "Pancasila dalam Puisi"

     

    Garuda Pancasila nan jaya

    17 helai sayapmu, lambang hari kemerdekaanku

    8 helai bulu ekormu lambang Agustus

    45 helai bulu lehermu lambang tahun

    Kemerdekaan bangsaku

     

    Bintang emas lambang Ketuhanan Yang Mahaesa

    Rantaimu lambang kemanusiaan Yang Adil dan Beradab

    Pohon beringinmu, lambang persatuan Indonesia

     

    Kepala Banteng nan perkasa

    Lambang jiwa kerakyatan

    Yang dipimpin

    Hikmah kebijaksanaan

    Dalam permusyawaratan

    Dan perwakilan

     

    Padi dan kapasmu

    Lambang keadilan sosial

    Dan kemakmuran bangsaku

     

    Garuda Pancasila nan jaya

    Akulah pengawalmu

    Sepanjang waktu dalam hidupku

  3. 3. Hymne Pancasila

    ilustrasi seseorang memegang bendera merah putih (pexels.com/Dio Hasbi Saniskoro)
    ilustrasi seseorang memegang bendera merah putih (pexels.com/Dio Hasbi Saniskoro)

    Penulis: Sides Sudyarto D. S. dalam buku "Pancasila dalam Puisi"

     

    Pancasila nafas dan jiwa bangsaku

    Sejak purba hingga akhir jaman

    Pancasila dasar negara Indonesia

    Tegak jaya sepanjang masa

     

    Pancasila pemersatu rakyat terpadu

    Penyiram jiwa luhur bangsaku

    Abadi aman sejahtera selalu

    Adil makmur merata cita bangsaku

     

    Pancasila darah dan dagingku

    Panji keagungan sejarah negeriku

    Kujunjung tinggi martabatmu

    Sumber kemerdekaan dan perdamaian duniaku

  4. 4. Belajar Pancasila

    ilustrasi bendera merah putih (pexels.com/Deden R)
    ilustrasi bendera merah putih (pexels.com/Deden R)

    Penulis: Berty Sinaulan dalam buku "Ahok, Kebhinekaan, Belajar Pancasila"

     

    Sejak kecil anak-anak belajar Pancasila

    Lima sila dasar negara kita 

    Yang harusnya jadi pegangan 

    Untuk semua warga negara di Republik ini 

     

    Sejak kecil anak-anak belajar Pancasila 

    Di sekolah mereka harus bisa menghafal 

    Mulai dari Ketuhanan Yang Maha Esa 

    Sampai Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia 

     

    Guru meminta anak-anak menurut,

    Menulis kembali yang telah dihafalkan 

    Harus lancar, harua benar, dan 

    Tidak boleh salah atau lupa satu kata pun 

     

    Ketika anak-anak keluar sekolah

    Melihat dan menendengarlah mereka 

    Saat orang-orang dewasa saling menghina 

    Sampai bertengkar pun dengan fisik

    Lantaran beda agama dan warna kulit 

    Juga keturunan dan suku bangsa 

    Timbulkan tanya pada mereka 

    Apakaj orang dewasa juga belajar Pancasila?

  5. 5. Pancasila dalam Sajak

    ilustrasi bendera merah putih (pexels.com/Iqbal Kurniawan)
    ilustrasi bendera merah putih (pexels.com/Iqbal Kurniawan)

    Penulis: Aldian Aripin dalam buku "Ribeli"

     

    Azan dan lonceng gereja

    Kelenteng dan perasapan dupa

    Terjalin mesra dalam satu makna:

    Ketuhanan Yang Maha Esa

     

    Warna putih dan merah

    Sejarah dan tetesan darah

    Jiwa dan bahasa

    Adalah milik dan kebanggaan bersama

     

    Derap dan langkah kaki

    Dari rakyat yang berani

    Menumpas kezaliman

    Dan menendang tirani

    Dari mimbar kedaulatan

     

    Karena manusia di mana-mana

    Adalah saudara seibu-sebapa

    Yang bermula pada hikah Ilahi

    Menjelma ke dalam putihnya hati nurani

     

    Dan kitalah itu, jutaan rakyat

    Pewaris yang sah dari tanah air ini

    Yang harus membina dengan tabah dan berani

    Kebenaran, keadilan dan kesejahteraan

     

    Lima puisi di atas menunjukkan betapa Pancasila sangat berarti bagi bangsa Indonesia. Oleh sebab itu, momentum Hari Lahir Pancasila memang sudah selayaknya dirayakan dengan meriah.

    Semoga contoh puisi Hari Lahir Pancasila di atas bisa menginspirasimu. Apakah kamu sudah siap menulis puisimu sendiri tentang Hari Lahir Pancasila?

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More