ilustrasi menonton film (pexels.com/Pavel Danilyuk)
Tak sekadar jago membuat film, serial, series, sinetron, dan lain-lain, mahasiswa lulusan film dan televisi juga diharapkan bisa menjadi kritikus film dan televisi yang handal. Maka dari itu, materi kritik film dan televisi juga diajarkan di bangku kuliah.
Pada mata kuliah ini, mahasiswa akan diajak menonton, mengamati, dan melihat detail dalam sebuah karya audio visual. Kritik bukan hanya mencari kekurangan, tapi juga kelebihan pada sebuah karya. Tujuan utamanya bukan untuk mengolok-olok, tapi sebagai cara untuk melatik kepekaan seoranb calon sineas. Banyak pelajaran yang bisa diambil dari mengkritisi karya orang lain secara objektif.
Nah, itu dia kira-kira beberapa hal yang akan dipelajari mahasiswa jurusan film dan televisi. Menjadi sineas bukan soal pintar membuat film saja, tapi juga harus tahu detail, bisa mengolah rasa, dan mau banyak belajar dari karya-karya lain.
Apakah kamu tertarik melanjutkan studi di jurusan ini? Jika iya, ada beberapa kampus di Indonesia yang memiliki jurusan Film dan Televisi di dalamnya. Di antaranya adalah, Institut Seni Indonesia Yogyakarta, Institut Seni Indonesia Surakarta, dan Institut Kesenian Jakarta.