Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Arti Menjadi Katolik, Bukan Sekadar Nama tapi Jalan Iman Sesungguhnya

Arti Menjadi Katolik, Bukan Sekadar Nama tapi Jalan Iman Sesungguhnya
Ilustrasi berdoa (unsplash.com/Photo by Mateus Campos Felipe)

Menjadi Katolik bukan sekadar identitas atau label yang melekat sejak lahir, tetapi sebuah perjalanan iman yang terus berkembang sepanjang hidup. Di dalamnya ada proses belajar, memahami, dan menjalani ajaran yang berpusat pada kasih, pengampunan, serta hubungan yang dekat dengan Tuhan.

Setiap orang yang menjalani hidup sebagai Katolik diajak untuk tidak hanya percaya, tetapi juga mempraktikkan nilai-nilai tersebut dalam kehidupan sehari-hari. Lalu apa artinya menjadi Katolik?

1. Kamu menerima dengan iman, wahyu Tuhan dan undangan-Nya kepada persatuan dengan-Nya

Ilustrasi berdoa (pexels.com/Photo by Karolina Grabowska www.kaboompics.com)
Ilustrasi berdoa (pexels.com/Photo by Karolina Grabowska www.kaboompics.com)

Sebagai pengikut Kristus, kamu tidak hanya mengikuti ajaran tertulis, tetapi mengikuti Pribadi, yaitu Yesus sendiri. Karena itulah disebut sebagai Kristiani. Mengutip laman Katolisitas, menurut Ingrid Listiati yang telah menyelesaikan program studi S2 bidang teologi Universitas Ave Maria Institute for Pastoral Theology, Amerika Serikat, Yesus yang kamu ikuti adalah pribadi yang mengasihi, yang menunjukkan kasih-Nya, dan membuka diri-Nya supaya kamu mengenal-Nya lebih dalam.

Oleh karena kasih-Nya itu, Ia ingin selalu dekat dan bersatu dengan manusia. Kasih memang selalu mengarah pada kebersamaan, bukan jarak. Maka menjadi Katolik berarti menanggapi undangan Tuhan dengan iman, yaitu percaya pada-Nya dan mau hidup dalam hubungan yang dekat dengan-Nya.

Iman ini bukan hanya soal percaya secara pribadi kepada Tuhan, tetapi juga menerima apa yang Ia ajarkan. Jadi, kamu percaya kepada Tuhan yang menyatakan diri, sekaligus percaya pada isi ajaran yang Ia sampaikan. Iman bisa dipahami sederhana: karena kamu percaya Tuhan itu baik dan penuh kasih, kamu pun menerima apa yang Ia katakan dengan hati terbuka.

2. Kamu mempercayakan diri kepada Tuhan melalui gereja

Ilustrasi berdoa (pexels.com/Photo by MART PRODUCTION)
Ilustrasi berdoa (pexels.com/Photo by MART PRODUCTION)

Dalam gereja Katolik, iman juga berarti percaya bahwa Tuhan tetap membimbing Gereja-Nya. Sejak awal, Kristus berjanji akan menyertai gereja, dan hal ini terlihat dari perjalanan panjang sejarah gereja yang tetap bertahan dan tidak kehilangan arah ajaran.

Karena itu, kamu diajak untuk percaya kepada Tuhan dengan cara juga mempercayakan diri melalui gereja. Hal ini sebenarnya sudah ada sejak zaman dahulu. Tuhan sering bekerja melalui perantara, seperti para nabi. Kesetiaan kepada Tuhan juga terlihat dari kesetiaan kepada orang-orang yang diutus-Nya.

Menolak mereka berarti menolak Tuhan. Hal yang sama berlanjut sampai masa Yesus dan gereja. Maka, menerima Kristus juga berarti menerima gereja yang Ia dirikan sebagai sarana untuk menuntun umat kepada kebenaran.

 

3. Kamu setia kepada Tuhan, Kristus, gereja, dan diri sendiri

Ilustrasi berdoa (pexels.com/Photo by RDNE Stock project)
Ilustrasi berdoa (pexels.com/Photo by RDNE Stock project)

Kesetiaan kepada Tuhan tidak bisa dipisahkan dari kesetiaan pada ajaran-Nya. Rasul Yohanes mengingatkan bahwa iman yang benar adalah tetap berpegang pada ajaran yang sudah diterima sejak awal. Karena Kristus adalah pusat dari segala wahyu Tuhan, maka menerima Kristus sepenuhnya berarti juga menerima seluruh ajaran-Nya dan hidup di dalam gereja yang Ia dirikan.

Dengan mengikuti ajaran Kristus melalui gereja, kamu tidak perlu bingung menentukan kebenaran sendiri. Ajaran gereja membantu memberikan arah yang jelas dan utuh, sehingga hidup terasa lebih tenang. Saat kamu mengatakan “ya” kepada Tuhan dengan iman, kamu juga menemukan kedamaian, karena tidak lagi berjalan sendiri, tetapi dibimbing dalam kebenaran yang sama.

4. Kamu menjadi anggota gereja yang lahir dari Hati Kudus Yesus

Ilustrasi berdoa (unsplash.com/Photo by Dolina Modlitwy)
Ilustrasi berdoa (unsplash.com/Photo by Dolina Modlitwy)

Gereja bukan sekadar organisasi, tetapi memiliki makna yang sangat dalam. Para Bapa Gereja mengajarkan bahwa gereja lahir dari pengorbanan Kristus di salib, yang dilambangkan dengan darah dan air yang mengalir dari lambung-Nya.

Dari sanalah lahir sakramen-sakramen yang menjadi sumber kehidupan iman, seperti baptisan dan Ekaristi. Gambaran ini menunjukkan betapa erat hubungan antara Kristus dan gereja. Seperti Hawa diciptakan dari Adam, gereja juga ‘lahir’ dari Kristus. Artinya, gereja tidak bisa dipisahkan dari Kristus.

Menjadi bagian dari gereja berarti ikut ambil bagian dalam rencana besar Tuhan, yaitu menyatukan manusia dalam kasih-Nya. Karena itu, menjadi Katolik bukan hanya soal kebiasaan atau warisan, tetapi sebuah pilihan untuk hidup dalam kesatuan dengan Kristus melalui gereja-Nya.

Pada akhirnya, arti menjadi Katolik tidak hanya terlihat dari keikutsertaan dalam ibadah, tetapi juga dari bagaimana seseorang menjalani hidupnya dengan penuh kasih dan tanggung jawab. Iman yang hidup akan tampak dalam tindakan sederhana, seperti peduli terhadap sesama, mau mengampuni, dan tetap berharap di tengah kesulitan.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Pinka Wima Wima
EditorPinka Wima Wima
Follow Us