Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

6 Buku Favorit Ariana Grande yang Wajib Masuk Daftar Baca 2026

Ariana Grande saat wawancara promosi film Wicked (2024) (Barbie Simons, CC BY 3.0, via Wikimedia Commons)
Ariana Grande saat wawancara promosi film Wicked (2024) ( Barbie Simons, CC BY 3.0, via Wikimedia Commons)
Intinya sih...
  • Harry Potter Series karya J.K. Rowling
  • The Alchemist karya Paulo Coelho
  • The Little Prince karya Antoine de Saint-Exupéry
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Ariana Grande dikenal bukan cuma karena suara emasnya, tapi juga seleranya dalam memilih bacaan. Beberapa buku favoritnya datang dari genre yang beda-beda, mulai dari fantasi sampai novel coming of age yang emosional.

Dari cerita penyihir sampai kisah cinta yang getir, pilihan Ariana ini menarik karena semuanya punya kedalaman tema. Buku-buku ini bukan sekadar populer, tapi juga punya dampak kuat ke pembacanya. Ini dia enam buku favorit Ariana Grande yang bisa kamu masukkan ke reading list berikutnya.

1. Harry Potter Series karya J.K. Rowling

Harry Potter Series karya J.K. Rowling (amazon.com)
Harry Potter Series karya J.K. Rowling (amazon.com)

Seri ini mengikuti perjalanan Harry dari anak biasa menjadi penyihir yang berperan besar dalam pertarungan melawan kejahatan. Ceritanya berpusat pada persahabatan, keberanian, dan pilihan moral yang membentuk siapa kita sebenarnya. Dunia sihirnya dibangun sangat detail, lengkap dengan sekolah, makhluk, dan sistem magisnya sendiri. Konflik berkembang dari masalah kecil remaja menjadi ancaman besar yang memengaruhi seluruh dunia sihir. Ini bukan cuma cerita fantasi, tapi juga tentang tumbuh dewasa.

2. The Alchemist karya Paulo Coelho

The Alchemist karya Paulo Coelho (amazon.com)
The Alchemist karya Paulo Coelho (amazon.com)

Buku ini mengikuti perjalanan seorang penggembala muda yang mencari harta karun di padang pasir. Dalam perjalanannya, ia bertemu banyak orang yang memberinya pelajaran tentang hidup dan tujuan. Ceritanya sederhana, tapi sarat makna soal mendengarkan intuisi dan mengejar mimpi. Buku ini lebih fokus ke refleksi batin daripada konflik eksternal. Banyak pembaca merasa buku ini seperti pengingat untuk lebih jujur pada diri sendiri.

3. The Little Prince karya Antoine de Saint-Exupéry

The Little Prince karya Antoine de Saint-Exupéry (amazono.com)
The Little Prince karya Antoine de Saint-Exupéry (amazono.com)

Novel ini bercerita tentang seorang pangeran kecil yang berkelana dari planet ke planet. Di setiap tempat, ia bertemu karakter yang mewakili sisi-sisi manusia dewasa yang absurd. Ceritanya terlihat seperti dongeng anak-anak, tapi sebenarnya penuh sindiran filosofis. Buku ini mengajak pembaca melihat dunia dengan cara yang lebih jujur dan sederhana. Intinya tentang makna hubungan, kehilangan, dan kepedulian.

4. The Secret History karya Donna Tartt

The Secret History karya Donna Tartt (amazon.com)
The Secret History karya Donna Tartt (amazon.com)

Buku ini adalah thriller psikologis tentang sekelompok mahasiswa klasik yang terlibat dalam kejahatan serius. Cerita dimulai dengan hasil akhirnya dulu, lalu mundur untuk menjelaskan bagaimana semuanya terjadi. Fokusnya ada pada dinamika kelompok, obsesi, dan konsekuensi moral dari pilihan mereka. Suasananya gelap, dingin, dan perlahan membangun rasa tidak nyaman. Ini lebih tentang psikologi karakter daripada plot kejutan.

5. Fangirl karya Rainbow Rowell

Fangirl karya Rainbow Rowell
Fangirl karya Rainbow Rowell (amazon.com)

Novel ini mengikuti seorang mahasiswi introvert yang gemar menulis fanfiction. Ceritanya tentang adaptasi ke kehidupan kampus, hubungan keluarga, dan cinta pertama. Buku ini menangkap kegelisahan masa transisi dari remaja ke dewasa muda. Bahasanya ringan dan sangat dekat dengan pengalaman sehari-hari. Cocok buat pembaca yang suka cerita karakter-driven.

6. The Fault in Our Stars karya John Green

The Fault in Our Stars karya John Green (amazon.com)
The Fault in Our Stars karya John Green (amazon.com)

Buku ini bercerita tentang dua remaja dengan penyakit serius yang jatuh cinta. Ceritanya menyentuh tema hidup, kematian, dan bagaimana manusia memberi makna pada waktu yang terbatas. Dialognya tajam tapi tetap emosional tanpa terasa berlebihan. Novel ini menyorot bagaimana cinta bisa muncul di situasi paling tidak ideal. Fokus utamanya ada pada kemanusiaan, bukan tragedinya.

Enam buku ini menunjukkan bahwa selera baca Ariana Grande cukup luas, dari fantasi epik sampai drama emosional yang intim. Semuanya punya satu benang merah, yaitu cerita tentang pencarian jati diri dan makna hidup.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Siantita Novaya
EditorSiantita Novaya
Follow Us

Latest in Life

See More

Kesalahan Kecil pada Minggu Pertama Tahun Baru, Relate?

02 Jan 2026, 23:44 WIBLife