5 Buku Favorit Halle Bailey yang Wajib Masuk Daftar Bacaan

- Halle Bailey dikenal bukan hanya sebagai aktris dan penyanyi, tapi juga pencinta buku dengan selera bacaan yang beragam dan penuh makna.
- Lima buku favoritnya mencakup karya fantasi, sejarah, hingga coming-of-age seperti The Deep, Queenie, The Water Dancer, Anansi Boys, dan Looking for Alaska.
- Pilihan bacaannya menyoroti tema identitas, emosi manusia, serta perjalanan menemukan diri melalui kisah yang menyentuh dan imajinatif.
Nama Halle Bailey semakin dikenal luas setelah membintangi film live action The Little Mermaid (2023) dan menunjukkan bakatnya sebagai penyanyi maupun aktris. Namun, di balik kesibukannya di dunia hiburan, Halle juga dikenal sebagai pencinta buku. Pilihan bacaannya memperlihatkan ketertarikannya pada kisah-kisah yang kaya emosi, penuh fantasi, sekaligus mengangkat isu identitas dan sejarah.
Menariknya, buku-buku favorit Halle Bailey tidak hanya menghibur, tetapi juga mengajak pembaca merenungkan berbagai pengalaman manusia yang mendalam. Dari kisah putri duyung dengan latar sejarah kelam hingga novel coming-of-age yang menyentuh, daftar bacaan ini menunjukkan selera literasi Halle yang beragam dan penuh makna.
1. The Deep — Rivers Solomon

The Deep menawarkan konsep unik dan imajinatif. Novel ini mengisahkan Yetu, seorang anggota masyarakat bawah laut keturunan perempuan Afrika yang dibuang dari kapal budak saat sedang hamil. Komunitas ini hidup damai di lautan, tetapi ada satu hal yang membedakan Yetu dari yang lain, yakni ia memikul seluruh ingatan kolektif bangsanya.
Beban tersebut perlahan menghancurkan dirinya hingga Yetu memutuskan untuk melarikan diri ke permukaan. Buku ini sangat berkesan bagi Halle Bailey karena menggabungkan elemen putri duyung dengan pengalaman masyarakat kulit hitam, sesuatu yang terasa dekat dengan perannya sebagai Ariel dan latar budayanya sendiri.
2. Queenie — Candice Carty-Williams

Novel ini mengikuti kehidupan Queenie Jenkins, seorang perempuan muda keturunan Jamaika yang tinggal di London. Saat 25 tahun, Queenie berusaha menyeimbangkan dua budaya sekaligus menghadapi berbagai tekanan sosial di tempat kerja maupun dalam kehidupan pribadinya. Setelah putus dari pacarnya, hidup Queenie mulai terasa kacau dan penuh dengan keputusan kurang tepat.
Meski dibalut humor dan dialog yang ringan, Queenie sebenarnya membahas isu yang cukup serius, seperti kesehatan mental, rasisme, pencarian identitas, dan hubungan yang tidak sehat. Karakter Queenie terasa sangat manusiawi karena penuh kekurangan sekaligus keinginan untuk terus berkembang. Tak heran jika novel ini menjadi salah satu bacaan favorit Halle Bailey.
3. The Water Dancer — Ta-Nehisi Coates

Novel karya Ta-Nehisi Coates ini memadukan sejarah dan unsur fantasi dalam sebuah kisah yang kuat secara emosional. Tokoh utamanya adalah Hiram Walker, seorang pria yang lahir dalam perbudakan dan kehilangan ibunya sejak kecil. Meski banyak kenangan masa lalunya menghilang, Hiram memiliki kekuatan misterius yang tidak bisa dijelaskan secara logis.
Ketika sebuah peristiwa nyaris merenggut nyawanya, kekuatan tersebut muncul dan mengubah arah hidupnya. Hiram kemudian memulai perjalanan berbahaya untuk mencari kebebasan sekaligus membantu orang-orang yang masih terjebak dalam sistem perbudakan. The Water Dancer menjadi salah satu novel yang menunjukkan bagaimana sejarah dapat diceritakan melalui pendekatan yang segar dan penuh imajinasi.
4. Anansi Boys — Neil Gaiman

Di antara semua buku favoritnya, Halle Bailey pernah menyebut Anansi Boys sebagai salah satu yang paling ia sukai. Novel fantasi karya Neil Gaiman ini berpusat pada Fat Charlie Nancy, seorang pria biasa yang hidupnya berubah total setelah mengetahui bahwa ayahnya ternyata adalah Anansi, dewa penipu legendaris dari mitologi Afrika.
Kisahnya dipenuhi humor, keajaiban, dan berbagai kejadian aneh yang semakin rumit ketika Charlie bertemu saudara laki-lakinya yang memiliki kemampuan luar biasa. Meski sarat unsur fantasi, novel ini juga berbicara tentang keluarga, penerimaan diri, dan keberanian untuk menghadapi ketakutan. Perpaduan antara kekonyolan dan emosi yang tulus membuat buku ini begitu berkesan bagi banyak pembaca, termasuk Halle.
5. Looking for Alaska — John Green

Novel debut John Green ini telah lama menjadi salah satu karya coming of age paling populer. Ceritanya mengikuti Miles Halter, seorang remaja yang memutuskan pindah ke sekolah asrama demi mencari pengalaman hidup yang lebih berarti. Di sana ia bertemu Alaska Young, gadis cerdas dan karismatik yang perlahan mengubah cara pandangnya terhadap dunia.
Di balik kisah persahabatan dan romansa remaja, Looking for Alaska membahas proses pendewasaan yang sering kali menyakitkan. Novel ini mampu menggambarkan kebingungan masa muda dengan cara yang jujur dan menyentuh. Tak mengherankan jika Halle Bailey dan saudara perempuannya, Chloe, pernah menyoroti buku ini sebagai bacaan yang menginspirasi.
Mulai dari fantasi yang penuh simbolisme hingga novel realistis yang emosional, setiap buku favorit Halle Bailey di atas menawarkan pengalaman membaca yang berbeda dan berkesan. Dari kelima buku ini, mana yang paling membuatmu penasaran untuk dibaca lebih dulu?







.jpg)










