6 Buku yang Diborong Eva Celia, Cari Tahu Sinopsisnya di Sini!

- Eva Celia membagikan momen saat memborong enam buku dengan tema beragam, mulai dari novel klasik hingga buku ideologi ekonomi modern.
- Deretan bukunya mencakup karya Jane Austen, Olive Blake, serta tiga buku Richard D. Wolff yang membahas sosialisme, marxisme, dan kapitalisme secara sederhana.
- Satu-satunya karya penulis Indonesia dalam daftar adalah 'Seperti Gerimis Merah di Auschwitz' karya Triyanto Triwikromo yang mengangkat kisah kelam Perang Dunia II.
Aktris dan penyanyi Eva Celia membagikan momennya memborong buku di media sosial pribadinya. Menariknya, pilihan buku yang ia beli cukup beragam. Beberapa judul bahkan dikenal cukup “berat”, tapi justru sering jadi bahan diskusi di kalangan pembaca kritis.
Lantas apa aja buku yang dibeli Eva Celia? Dari novel klasik hingga buku tentang ideologi, berikut deretan buku yang diborong Eva Celia beserta gambaran isi ceritanya!
1. Northanger Abbey – Jane Austen

Northanger Abbey mengikuti kisah Catherine Morland, seorang gadis muda yang gemar membaca novel gotik dan mulai membayangkan kehidupan nyata seperti cerita misteri yang ia baca. Saat diundang tinggal di Northanger Abbey, ia mulai mencurigai berbagai hal aneh di rumah tersebut. Namun, sebagian besar ketakutannya ternyata dibentuk oleh imajinasi dan pengaruh buku-buku yang ia konsumsi.
Novel ini sebenarnya bukan sekadar romance klasik, tapi juga satire terhadap tren novel gotik pada masanya. Jane Austen menggunakan humor halus untuk membahas ekspektasi perempuan, kelas sosial, dan fantasi romantis.
2. Girl Dinner – Olive Blake

Girl Dinner adalah novel satire yang mengkritisi ekspektasi masyarakat terhadap perempuan. Judulnya mengambil istilah viral “girl dinner”, yang awalnya populer di media sosial sebagai simbol kebiasaan sederhana perempuan saat makan sendiri.
Ceritanya tentang dua tokoh dari fase hidup berbeda yakni Sloane, seorang profesor sekaligus ibu baru yang kelelahan, dan Nina, mahasiswi ambisius yang ingin masuk ke perkumpulan elit perempuan. Awalnya, kelompok tersebut terlihat glamor dan “sempurna”, dengan para anggotanya yang sukses serta memiliki tubuh ideal. Namun, keduanya perlahan menemukan rahasia mengerikan di balik citra itu.
3. Understanding Socialism – Richard D. Wolff

Lewat buku ini, Richard Wolff mencoba menjelaskan apa sebenarnya sosialisme dan kenapa ide tersebut terus diperbincangkan hingga sekarang. Buku ini membahas sejarah sosialisme, kritik terhadap kapitalisme, hingga berbagai miskonsepsi yang sering muncul di masyarakat.
Wolff menggunakan bahasa yang relatif mudah dipahami untuk topik yang sebenarnya cukup kompleks. Ia juga menjelaskan bagaimana sistem ekonomi memengaruhi kehidupan sehari-hari, mulai dari pekerjaan hingga distribusi kekayaan.
4. Understanding Marxism – Richard D. Wolff

Di buku ini, Richard Wolff membahas dasar-dasar pemikiran Karl Marx dengan pendekatan yang lebih sederhana. Ia menjelaskan konsep seperti kelas pekerja, eksploitasi, hingga hubungan antara modal dan tenaga kerja. Banyak orang mengenal marxisme hanya dari stereotip politiknya, padahal teorinya juga berpengaruh besar dalam kajian ekonomi dan sosial.
Buku ini mencoba memecah konsep-konsep tersebut menjadi lebih mudah dipahami pembaca umum. Selain teori, Wolff juga menghubungkannya dengan kondisi ekonomi modern saat ini. Jadi, pembahasannya terasa lebih relevan dan tidak hanya berhenti di sejarah.
5. Understanding Capitalism – Richard D. Wolff

Sebagai pelengkap dari dua buku sebelumnya, Understanding Capitalism membahas bagaimana sistem kapitalisme bekerja dalam kehidupan modern. Richard Wolff menjelaskan hubungan antara perusahaan, pekerja, keuntungan, hingga krisis ekonomi yang sering terjadi.
Buku ini juga menyoroti bagaimana kapitalisme berkembang menjadi sistem global yang memengaruhi hampir semua aspek hidup manusia. Menariknya, Wolff juga memberi contoh konkret dari situasi ekonomi nyata. Dengan gaya penulisan yang cukup lugas, buku ini terasa lebih mudah dicerna dibanding buku ekonomi klasik lainnya.
6. Seperti Gerimis Merah di Auschwitz - Triyanto Triwikromo

Novel ini mengikuti kisah Rutha, perempuan keturunan Yahudi yang hidup dalam pelarian dari kejaran tentara Jerman di tengah Perang Dunia II. Lewat pengalaman Rutha, pembaca diajak melihat kekejaman Auschwitz, kamp konsentrasi yang digunakan Hitler sebagai tempat pembantaian massal jutaan jiwa.
Novel juga menggambarkan sisi kelam perang lainnya, mulai dari pemerkosaan perempuan Berlin oleh Tentara Merah hingga keputusan bunuh diri Adolf Hitler dan Eva Braun saat kekalahan Jerman semakin dekat. Namun, kisahnya gak berhenti di sejarah perang semata. Novel ini memadukan trauma peperangan, kisah cinta, unsur realisme-magis, dan dongeng dalam narasi yang puitis sekaligus tragis.
Demikian 6 buku yang diborong Eva Celia. Ada buku yang menarik perhatianmu?



















