Fakta American School in London, SMA Presiden Prabowo

- Prabowo Subianto menempuh pendidikan di The American School in London pada 1966–1968, sekolah internasional bergengsi yang berdiri sejak 1951 dan kini memiliki lebih dari 1.400 siswa dari 70 negara.
- Sekolah ini menerapkan kurikulum Amerika dengan fasilitas modern seperti MILL Lab, studio seni, dan laboratorium sains untuk mendukung pembelajaran berbasis proyek serta fleksibilitas akademik siswa.
- ASL juga dikenal dengan program ekstrakurikuler beragam, termasuk seni pertunjukan, robotik, olahraga, hingga program unik seperti Advisory Programme dan WorkX untuk pengalaman kerja nyata.
Prabowo Subianto, Presiden Republik Indonesia, diketahui pernah menempuh pendidikan menengah di The American School in London pada 1966 hingga 1968. Sekolah internasional bergengsi di jantung kota London ini menjadi salah satu bagian dari perjalanan panjang pendidikan sang presiden sebelum akhirnya berkarier di dunia militer dan politik.
The American School in London sendiri bukan sekolah sembarangan. Institusi independen ini menyediakan pendidikan ala Amerika untuk siswa dari berbagai penjuru dunia. Mulai dari jenjang pra-TK hingga kelas 12, dengan fokus pada pembentukan karakter global yang berani dan berpikiran terbuka. Seperti apa fakta menarik di balik sekolah tempat Prabowo muda belajar ini?
1. Punya sejarah panjang dan sudah 75 tahun berdiri

The American School in London pertama kali didirikan pada 1951 oleh Stephen L. Eckard, seorang American yang memilih menetap di London pasca Perang Dunia II. Dengan pengalaman mengajar di New York pada tahun 1930-an, ia membangun sekolah ini dari nol untuk memenuhi kebutuhan komunitas Amerika kecil di London yang membutuhkan pendidikan bergaya Amerika untuk anak-anak mereka.
Awalnya sekolah ini hanya menerima siswa laki-laki, tapi seiring pertumbuhan pesat di era 1950-an, siswi perempuan pun mulai diterima menjelang akhir dekade tersebut. Hingga saat ini, The American School in London sudah memiliki lebih dari 1.400 siswa yang merepresentasikan sekitar 70 kewarganegaraan.
2. Lingkungan belajar modern dan memakai kurikulum Amerika

Dari sisi fasilitas, ASL dirancang dengan ruang belajar yang modern, fleksibel, dan lengkap. Salah satu andalannya adalah Make, Innovate, Learn Lab (MILL), sebuah laboratorium besar yang dilengkapi printer 3D hingga peralatan robotik dan desain untuk mendukung pembelajaran berbasis proyek. Tak hanya itu, sekolah ini didukung juga oleh studio seni, laboratorium sains, hingga perpustakaan lengkap.
Untuk kurikulum, seluruh siswa mengikuti American Curriculum yang dikenal lebih luas cakupannya dibanding kurikulum Inggris. Sehingga lebih memungkinkan siswa mengeksplorasi berbagai mata pelajaran sebelum menentukan arah studi atau karier mereka. Siswa biasanya lulus dengan tiga AP setara tiga A Level beserta GPA, memberikan fleksibilitas yang lebih besar terutama bagi yang belum yakin ingin kuliah di jurusan apa.
3. Gak cuma akademik, ekskulnya juga modern dan mengembangkan bakat siswa

ASL menyediakan program ekstrakurikuler yang sangat beragam dan didukung fasilitas mumpuni. Mulai dari robotik, seni pertunjukan, olahraga, hingga program pelayanan internasional. Untuk seni khususnya, ASL punya School Centre for Education and the Arts yang bisa menampung hingga 450 penonton. Dilengkapi juga dengan studio tari, drama, keramik, fotografi, hingga darkroom. Program musik juga tertanam di semua jenjang, dari ensemble, paduan suara, orkestra, hingga pertunjukan musikal dan festival.
Di luar ekskul reguler, ASL juga punya dua program unggulan yang cukup unik. Pertama adalah Advisory Programme untuk siswa kelas 9 hingga 12. Setiap siswa didampingi advisor khusus yang memantau perkembangan mereka, termasuk empat university advisor yang mulai bekerja bersama siswa sejak kelas 11.
Kedua adalah WorkX, program pengalaman kerja nyata untuk siswa kelas 10 hingga 12. Mencakup kunjungan tempat kerja, workshop, hingga penempatan kerja di berbagai organisasi.
Itu dia beberapa fakta terkait The American School in London yang merupakan SMA Prabowo Subianto. Meski sudah berdiri sejak 75 tahun lalu, sekolah ini tetap menerapkan berbagai program dan kurikulum modern.



















