"Apabila sepuluh hari pertama Dzulhijjah telah masuk dan seorang di antara kamu hendak berkurban, maka janganlah menyentuh rambut dan kulit sedikitpun, sampai (selesai) berkurban,” (HR Ibnu Majah, Ahmad, dan lain-lain)
Benarkah Gak Boleh Potong Kuku dan Rambut ketika Kurban?

- Iduladha 1447 H ditetapkan pada Rabu, 27 Mei 2026, dengan awal Zulhijah jatuh pada Senin, 18 Mei 2026 sebagai penanda dimulainya rangkaian ibadah kurban.
- Hadis riwayat Ummu Salamah menjadi dasar anjuran tidak memotong kuku dan rambut bagi orang yang hendak berkurban selama sepuluh hari pertama bulan Zulhijah.
- Para ulama berbeda pendapat soal hukum memotong kuku dan rambut; sebagian membolehkan, namun dianjurkan berhati-hati agar mendapat pahala di sepuluh hari pertama Zulhijah.
Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriyah jatuh pada Rabu, 27 Mei 2026. Penetapan ini juga menjadi pedoman bagi umat Islam untuk menjalankan sejumlah rangkaian ibadah, mulai dari puasa sunah, puasa Tarwiyah, puasa Arafah, pelaksanaan salat Iduladha, dan ibadah kurban.
Dalam pelaksanaan ibadah kurban, muncul sejumlah pertanyaan terkait sunah yang dapat dikerjakan. Salah satunya tidak memotong kuku dan rambut bagi mereka yang berkurban. Benarkah gak boleh memangkas rambut atau memotong kuku jika hendak berkurban? Simak penjelasannya menurut Islam.
1. Sunah tidak memotong rambut dan kuku jika berkurban

Dalam hadis riwayat Ummu Salamah, Rasulullah SAW, bersabda:
Dalam NU Online dijelaskan, terdapat perbedaan pandangan dari para ulama terkait hadis tersebut. Sebagian ulama berpandangan bahwa Rasulullah SAW melarang orang yang berkurban untuk memotong kuku dan rambutnya. Sementara sebagian lainnya berpendapat larangan tersebut bukan memotong kuku dan rambut orang yang berkurban, melainkan hewan yang hendak di kurban.
Perlu dipahami bahwa hadis tersebut ditujukan bagi orang yang berkurban, bukan untuk semua orang. Bagi yang tidak berkurban, tidak masalah untuk memangkas rambut dan memotong kuku. Memahami perbedaan pandangan tersebut, sebaiknya bersikap bijak dengan tidak memotong rambut atau potong kuku di 10 hari pertama bulan Zulhijah serta tidak mematahkan tanduk, kuku, atau memangkas bulu hewan kurban. Hal ini dijelaskan dalam laman NU Online.
2. Apakah berkurban tetap sah jika memotong rambut dan kuku?

Sebagian ulama berpandangan bahwa memotong kuku dan rambut tetap diperbolehkan, sebagaimana pendapat dalam mazhab Hanafiyah. Sementara itu, mazhab Syafiiyah juga menyebut bahwa memotong kuku, rambut, dan sebagainya tidak dihukumi haram.
Ustaz Muhammad Nuzul Dzikri melalui akun Instagram resminya, menyarankan untuk bersikap berhati-hati sehingga menganjurkan sebaiknya tidak memotong dan mencukur rambut di sekujur tubuh. Pasalnya, jika mengikuti hadis tersebut, kita akan mendapat pahala di 10 hari pertama bulan Zulhijah. Lalu, bagaimana jika kuku atau rambutnya patah?
"Kalau patah tanpa disengaja, gak ada masalah. Bahkan kalau dipotong dengan sengaja saja, seluruh ulama sepakat bahwa kurbannya sah," tambah Ustaz Muhammad Nuzul Dzikri.
3. Kapan 1 Zulhijah 1447 Hijriyah?

Penetapan 1 Zulhijah 1447 jatuh pada 18 Mei 2026. Oleh karenanya, Hari Raya Idul Adha jatuh pada Rabu, 27 Mei 2026. Berikut rinciannya:
- 1 Zulhijah 1447: Senin, 18 Mei 2026
- 2 Zulhijah 1447: Selasa, 19 Mei 2026
- 3 Zulhijah 1447: Rabu, 20 Mei 2026
- 4 Zulhijah 1447: Kamis, 21 Mei 2026
- 5 Zulhijah 1447: Jumat, 22 Mei 2026
- 6 Zulhijah 1447: Sabtu, 23 Mei 2026
- 7 Zulhijah 1447: Minggu, 24 Mei 2026
- 8 Zulhijah 1447: Senin, 25 Mei 2026
- 9 Zulhijah 1447: Selasa, 26 Mei 2026
- 10 Zulhijah 1447: Rabu, 27 Mei 2026
Sebagai bentuk kehati-hatian, selama proses menunggu kurban, dianjurkan untuk tidak bercukur atau memotong kuku. Namun apabila kuku atau rambutnya kotor, dapat tetap membersihkannya dengan memotong dan kurban tetap dapat dilanjutkan.



















