Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Apakah Puasa Idul Adha Wajib? Ini Waktu, Niat, dan Keutamaan

Apakah Puasa Idul Adha Wajib? Ini Waktu, Niat, dan Keutamaan
ilustrasi hari raya idul adha (unsplash.com/Clique Images)
Intinya Sih
  • Idul Adha identik dengan ibadah haji dan penyembelihan hewan kurban
  • Dianjurkan memperbanyak ibadah seperti salat, zikir, membaca Al-Qur'an, dan puasa menjelang Idul Adha
  • Puasa sunah Dzulhijjah disunahkan sejak tanggal 1-9 Dzulhijjah dengan niat malam hari
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Idul Adha identik dengan penyembelihan hewan kurban dan ibadah haji. Menjelang salat Idul Adha yang akan dilaksanakan pada 10 Dzulhijjah, dianjurkan untuk memperbanyak ibadah seperti salat, zikir, membaca Al-Qur'an, hingga puasa

Memasuki bulan Dzulhijjah, terdapat beberapa puasa sunah yang dapat dilaksanakan oleh umat Muslim. Berikut adalah hukum puasa Idul Adha berserta niat, tata cara, dan keutamaannya!

Table of Content

1. Hukum puasa Idul Adha

1. Hukum puasa Idul Adha

Idul Adha jatuh pada 10 Dzulhijjah. Oleh karenanya, dianjurkan untuk memperbanyak ibadah dari tanggal 1 Dzulhijjah hingga memasuki waktu Idul Adha. Umat Muslim disarankan untuk melaksanakan puasa, zikir, bersilaturahmi, membaca Al-Qur'an dan berbagai ibadah lainnya sebagaimana hadis Rasullulah:

"Tidak ada hari di mana amal saleh padanya lebih dicintai oleh Allah daripada hari-hari ini, yakni 10 hari pertama Dzulhijjah. Para sahabat bertanya: ‘Tidak juga dari jihad fi sabilillah?’ Beliau menjawab: ‘Jihad fi sabilillah juga tidak, kecuali seseorang yang keluar dengan diri dan hartanya lalu ia tidak kembali dengan satu pun dari keduanya.”   

Melansir NU Online, sejak tanggal 1-9 Dzulhijjah disunahkan untuk berpuasa. Pada tanggal 1-7 Dzulhijjah disunnahkan untuk orang yang sedang berhaji maupun yang tidak untuk mengerjakan puasa Dzulhijjah. Sementara tanggal 8 Dzulhijjah (Hari Tarwiyah) dan 9 Dzulhijjah (Hari Arafah) hanya disunahkan bagi yang tidak sedang melaksanakan ibadah haji. 

2. Niat puasa Dzulhijjah, Tarwiyah, dan Arafah

Niat puasa sunah Dzulhijjah dibaca malam hari sejak terbenam matahari hingga terbitnya. Tata cara puasa Dzulhijjah adalah sama dengan puasa wajib di bulan Ramadan maupun puasa sunah di lain waktu, yakni diawali dengan niat dan sahur sebelum matahari terbenam dan berbuka ketika memasuki azan magrib. Adapun lafaz-nya adalah sebagai berikut: 

"Nawaitu shauma syahri dzil hijjah sunnatan lillâhi ta‘âlâ."
  
Artinya: “Saya niat puasa sunnah bulan Dzulhijjah karena Allah ta’âlâ.”

Sementara untuk niat puasa Tarwiyah pada 8 Dzulhijjah, yakni:

"Nawaitu shauma tarwiyata sunnatan lillâhi ta‘âlâ."
  
Artinya: “Saya niat puasa sunnah Tarwiyah karena Allah ta’âlâ.”

Jika kamu hendak melaksanakan puasa Arafah atau puasa pada 9 Dzulhijjah, berikut adalah niatnya:

"Nawaitu shauma arafata sunnatan lillâhi ta’âlâ."
  
Artinya: “Saya niat puasa sunnah Arafah karena Allah ta’âlâ.”    

3. Keutamaan puasa sunah Dzulhijjah adalah dihapuskannya dosa selama dua tahun

Ilustrasi Idul Adha (Pexels.com/RDNE Stock project)
Ilustrasi Idul Adha (Pexels.com/RDNE Stock project)

Meski hukum puasa Idul Adha adalah sunah, namun melaksanakan ibadah ini memiliki banyak keutamaan. Ada pun keutamaan apabila seorang Muslim melaksanakan puasa Dzulhijjah, yakni: 

  1. Dilipatgandakannya pahala dibanding ibadah di bulan lain
  2. Dihapuskannya dosa selama dua tahun apabila mekasanakan puasa Arafah
  3. Hari pembebasan dari siksa neraka.

Itulah beberapa hal yang perlu kamu pahami mengenai puasa sunah menjelang Idul Adha. Dianjurkan untuk mengikuti puasa sunah demi mendapatkan sejumlah keutamaan. 

FAQ Seputar Puasa Sebelum Idul Adha

Apakah puasa sebelum Iduladha hukumnya wajib bagi umat Islam?

Tidak wajib. Puasa sebelum Iduladha yang meliputi puasa Dzulhijjah (tanggal 1–7 Dzulhijjah), puasa Tarwiyah (8 Dzulhijjah), dan puasa Arafah (9 Dzulhijjah)—hukum dasarnya adalah sunnah muakkad (sunnah yang sangat dianjurkan). Umat Islam tidak berdosa jika meninggalkannya, namun akan kehilangan pahala yang sangat besar karena hari-hari awal bulan Dzulhijjah merupakan waktu yang amat dicintai Allah SWT untuk beramal saleh.

Apa keutamaan terbesar melakukan puasa Arafah pada tanggal 9 Dzulhijjah?

Keutamaan terbesar puasa Arafah adalah dapat menghapus dosa-dosa selama dua tahun, yaitu dosa setahun yang lalu dan dosa setahun yang akan datang (khusus untuk dosa-dasa kecil). Puasa ini disyariatkan khusus bagi umat Islam yang tidak sedang melaksanakan ibadah haji, sebagai bentuk penyelarasan spiritual dengan jemaah haji yang sedang melaksanakan puncak wukuf di Padang Arafah.

Siapa saja golongan yang tidak dianjurkan atau dilarang melaksanakan puasa Arafah?

Golongan yang tidak dianjurkan melaksanakan puasa Arafah adalah jemaah yang sedang melaksanakan ibadah haji di Padang Arafah. Bagi jemaah haji, mereka disunnahkan untuk tidak berpuasa agar kondisi fisik dan stamina mereka tetap terjaga prima dalam melaksanakan rangkaian ibadah wukuf, zikir, dan doa yang sangat menguras energi di bawah cuaca terik.

Kapan saja hari yang diharamkan untuk berpuasa di sekitar momentum Hari Raya Iduladha?

Hari yang diharamkan secara mutlak untuk berpuasa adalah pada hari raya Iduladha (10 Dzulhijjah) serta tiga hari Tasyrik setelahnya (11, 12, dan 13 Dzulhijjah). Pada total empat hari tersebut, umat Islam dilarang keras berpuasa dan disunnahkan untuk menikmati hidangan makanan serta menyembelih hewan kurban sebagai bentuk perayaan dan rasa syukur.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Dina Salma
Febriyanti Revitasari
3+
Dina Salma
EditorDina Salma

Related Articles

See More