Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

5 Fakta Unik Pohon Ketapang, Pohon yang Ditanam di Makam Vidi Aldiano

5 Fakta Unik Pohon Ketapang, Pohon yang Ditanam di Makam Vidi Aldiano
ilustrasi pohon ketapang (rumah123.com)
Intinya Sih
  • Keluarga Vidi Aldiano berencana menanam pohon ketapang di makamnya di TPU Tanah Kusir untuk memberi kenyamanan dan keteduhan bagi para peziarah.
  • Pohon ketapang dikenal sebagai tanaman peneduh yang mudah beradaptasi, bijinya bisa jadi pengganti kacang almond, serta daun dan kulitnya dimanfaatkan sebagai pewarna alami.
  • Terdapat berbagai jenis ketapang seperti Ketapang Sentani, Laut, Biola, Mini, Kencana Lhokseumawe, hingga Varigata dengan ciri khas bentuk dan warna daun berbeda.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Setelah kepergiannya pada 7 Maret 2026 lalu, makam penyanyi Vidi Aldiano di TPU Tanah Kusir masih ramai dikunjungi peziarah hingga saat ini. Hal ini memantik keinginan keluarga untuk memberi kenyamanan bagi para peziarah yang datang untuk mengirim doa bagi almarhum.

Dilansir Grid. id, ayah mendiang Vidi Aldiano, Harry Kiss, mengatakan rencananya untuk menanam pohon ketapang di sekitar makam sang anak. Hal ini telah ia diskusikan dengan Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno. Pohon ketapang dipilih karena dianggap rindang dan bisa menjadi payung alami bagi para peziarah. Berikut beberapa fakta unik pohon ketapang yang sudah IDN Times rangkum dari berbagai sumber.

1. Pohon peneduh

ilustrasi pohon ketapang
ilustrasi pohon ketapang (rumah123.com)

Pohon ketapang memiliki nama latin terminalia catappa. Di Indonesia, tanaman ini biasa tumbuh di pesisir pantai. Meskipun demikian, pohon ini dikenal mampu beradapatasi dengan lingkungan. Oleh karena itu, pohon ketapang juga bisa tumbuh di pekarangan rumah, hutan, kota, dan ruang terbuka lainnya.

Dilansir jejakbaikpohon, tanaman ini memiliki tajuk yang rindang dan lebar sehingga banyak orang menggunakannya sebagai pohon hias di ruang terbuka hijau, taman, atau bahkan pinggir jalan. Dengan ditanami pohon ini, maka suasana akan jadi rindang dan teduh.

2. Biji ketapang bisa jadi ganti kacang almond

ilustrasi pohon ketapang
ilustrasi pohon ketapang (lifestyle.pinhome.id)

Salah satu sebutan ketapang adalah sea almond. Sebutan ini muncul karena biji pohon ketapang yang sekilas mirip dengan kacang almond. Bahkan di dunia kuliner, biji ketapang bisa diolah menjadi bahan pangan yang lezat.

Dikutip dari agrotanisejahtera, biji ketapang bisa digunakan sebagai campuran dalam pembuatan kue, yakni pengganti kacang almond atau kenari. Rasa bijinya dinilai hampir mirip dengan kedua jenis kacang tersebut.

3. Daun dan kulitnya bisa dijadikan pewarna alami

ilustrasi pohon ketapang
ilustrasi pohon ketapang (agrotanisejahtera.co.id)

Daun dan kulit ketapang mengandung senyawa tanin dan flavanoid yang dapat dilarutkan untuk menghasilkan warna hitam. Oleh karena itu, daun dan kulit dari pohon ketapang kerap kali dimanfaatkan sebagai bahan pewarna alami dalam industri tekstil.

Selain warna hitam, daun dan kulit ketapang juga bisa menghasilkan warna kuning kecokelatan, cokelat muda, dan cokelat tua. Dalam teknik pewarnaan tradisional, kandungan tanin yang cukup tinggi pada kulit batangnya, membuat warna dapat menempel lebih lama pada serat kain.

4. Menetralkan pH

ilustrasi pohon ketapang
ilustrasi pohon ketapang (nusantara1.id)

Beberapa orang yang memelihara ikan, biasa menggunakan pohon ketapang sebagai penetral pH. Dilansir dari SCRIBD, daun tanaman ini diambil kemudian dimasukkan ke dalam air untuk menetralkan pH sebelum ikan berenang di dalamnya.

Air dengan pH yang netral diketahui sangat baik untuk media memelihara ikan, terutama ikan cupang dan udang hias. Daun ketapang dikenal memiliki antibakteri dan antimikroba alami yang sangat bagus untuk kesehatan air di aquarium.

5. Jenis-jenis ketapang

ilustrasi pohon ketapang
ilustrasi pohon ketapang (www.rumah123.com)

Pohon ketapang tak hanya terdiri dari satu jenis saja, melainkan ada beberapa jenis pohon ketapang yang bisa kamu pilih sebagai salah satu tanaman hias di rumah. Berikut beberapa jenis pohon ketapang yang umum kita temui :

  • Katapang Sentani
    Jenis pohon ketapang yang satu ini paling sering ditanam sebagai peneduh maupun tanaman pekarangan. Ciri utamanya terletak pada tekstur daunnya yang lembut.
  • Ketapang Laut
    Sesuai namanya, jenis ketapang ini sering ditemui di pesisir pantai. Ciri utama dari Ketapang Laut adalah daunnya yang rindang dan cenderung berlapis. Ketapang Laut memiliki perkembangan yang cukup cepat dibanding ketapang jenis lain.
  • Ketapang Biola
    Daunnya lebar dan menghadap ke atas seperti mangkok, adalah ciri utama dari Ketapang Biola. Meskipun bisa tumbuh besar, tapi jenis ketapang yang satu ini mudah dikendalikan pertumbuhannya. Orang biasa memangkas ketapang jenis ini, sehingga pohonnya tampak minimalis.
  • Ketapang Mini
    Ketapang mini juga disebut sebagai ketapang kencana, tanaman ini sering digunakan sebagai tanaman hias di taman. Selain sebagai hiasan, tanaman ini juga dapat digunakan sebagai peneduh. Sesuai namanya, ketapang ini berukuran kecil dan daun yang mungil.
  • Ketapang Kencana Lhokseumawe
    Penamaan ketapang ini merujuk pada nama suatu kota di Aceh, yakni Lhokseumawe. Jenis ketapang ini pertama ditemukan di sana. Ciri Ketapang Kencana Lhokseumawe secara umum hampir sama dengan jenis ketapang kencana lainnya.
  • Ketapang Kencana Varigata
    Dilansir agrotanisejahtera, istilah Varigata merujuk pada kondisi warna daun yang biasanya hijau, tapi memiliki corak lain, seperti gradasi putih, kuning, dan merah jambu. Sesuai namanya, perbedaan Ketapang Kencana Varigata dan jenis lainnya adalah pada corak daunnya.

Itu dia lima fakta unik pohon ketapang yang rencanya akan ditanam di sekitar makam Vidi Aldiano. Selain bisa digunakan sebagai peneduh, pohon ketapang juga memiliki banyak manfaat, mulai dari buah hingga daunnya. Semoga fakta ini bisa menambah wawasanmu, ya!

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Muhammad Tarmizi Murdianto
EditorMuhammad Tarmizi Murdianto
Follow Us