Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
5 Istilah dalam Lari yang Wajib Dipahami Pelari Pemula
ilustrasi lari (pexels.com/RUN 4 FFWPU)

Bagi pelari pemula, istilah seperti cadence, footstrike, hingga splits mungkin terdengar asing. Istilah-istilah tersebut cukup sering digunakan dalam pembahasan latihan, aplikasi olahraga, maupun percakapan antarpelari. Memahami arti setiap istilah dapat membantu pemula mengikuti program latihan dengan lebih mudah dan memahami perkembangan kemampuan larinya.

Tidak perlu langsung menghafal semua istilah yang digunakan dalam dunia lari karena jumlahnya cukup banyak. Beberapa istilah dasar saja sudah cukup untuk membantu pelari pemula memahami informasi seputar latihan dan mengevaluasi performa. Melansir New Balance, ada sejumlah istilah umum dalam lari yang penting diketahui, termasuk lima istilah berikut.

1. Cadence

ilustrasi sepatu lari (pexels.com/Mikhail Nilov)

Cadence adalah jumlah langkah atau stride yang dilakukan seorang pelari dalam satu menit. Istilah ini sering muncul ketika seseorang menggunakan jam olahraga atau aplikasi untuk memantau aktivitas larinya. Cadence dapat menjadi salah satu indikator yang membantu pelari memahami pola gerak dan efisiensi saat berlari.

Dilansir New Balance, angka 180 langkah per menit sering digunakan sebagai panduan umum, tetapi angka tersebut bukan patokan mutlak untuk setiap orang. Pelari pemula tidak perlu memaksakan diri mencapai angka tertentu jika tubuh belum terbiasa. Seiring bertambahnya pengalaman dan efisiensi berlari, cadence biasanya dapat meningkat secara alami.

2. Footstrike

ilustrasi jogging (pexels.com/Ketut Subiyanto)

Footstrike merujuk pada bagian kaki yang pertama kali menyentuh permukaan ketika seseorang berlari. Secara umum, footstrike dapat dibedakan menjadi forefoot, midfoot, dan rearfoot atau heel strike. Perbedaan tersebut menunjukkan apakah bagian depan kaki, bagian tengah kaki, atau tumit yang lebih dahulu menyentuh tanah.

Melansir New Balance, pola footstrike dapat berbeda antara satu pelari dan pelari lainnya. Karena itu, pelari pemula tidak perlu terburu-buru mengubah pola pijakan hanya karena melihat pelari lain menggunakan teknik berbeda. Lebih penting untuk membangun kebiasaan berlari yang nyaman dan sesuai dengan kemampuan tubuh.

3. Recovery Run

ilustrasi lari (pexels.com/Pexels LATAM)

Recovery run merupakan lari dengan intensitas yang lebih ringan, lembut, dan lambat dibandingkan sesi latihan biasa. Jenis lari ini bertujuan membantu tubuh tetap bergerak tanpa memberikan beban latihan sebesar sesi berintensitas tinggi. Recovery run biasanya dapat menjadi bagian dari program latihan untuk membantu pelari mencapai target jarak secara keseluruhan.

Melansir New Balance, recovery run tetap memiliki peran penting dalam program latihan meskipun kecepatannya lebih rendah. Pelari pemula sebaiknya tidak menganggap lari lambat sebagai latihan yang sia-sia atau kurang berguna. Memberikan kesempatan kepada tubuh untuk berlari dengan intensitas ringan justru dapat membantu menjaga keseimbangan antara latihan dan pemulihan.

4. Splits

ilustrasi lari (pexels.com/RUN 4 FFWPU)

Splits adalah waktu yang dibutuhkan untuk menyelesaikan bagian tertentu dari keseluruhan jarak lari. Sebagai contoh, lari sejauh 5 kilometer dapat dibagi menjadi lima bagian masing-masing 1 kilometer untuk melihat catatan waktu setiap kilometernya. Data tersebut dapat membantu pelari mengetahui bagaimana kecepatan berubah selama berlari.

Salah satu istilah yang berkaitan dengan splits adalah negative split. Kondisi ini terjadi ketika seorang pelari menyelesaikan bagian lari berikutnya dengan waktu yang lebih cepat dibandingkan bagian sebelumnya. Bagi pemula, memahami splits dapat menjadi cara sederhana untuk mengevaluasi apakah kecepatan lari sudah terlalu cepat pada awal sesi atau justru masih dapat ditingkatkan secara bertahap.

5. Personal Best atau PB

ilustrasi maraton (pexels.com/RUN 4 FFWPU)

Personal best atau PB adalah catatan waktu terbaik yang pernah dicapai seorang pelari pada jarak tertentu. Misalnya, seorang pelari memiliki PB 35 menit untuk jarak 5 kilometer, artinya 35 menit merupakan waktu tercepat yang pernah ia catat untuk jarak tersebut. Istilah PB juga sering disebut personal record atau PR dalam komunitas lari.

Melansir New Balance, PB menjadi salah satu istilah yang umum digunakan dalam dunia lari untuk menunjukkan pencapaian pribadi. Pelari pemula dapat menggunakan catatan PB sebagai tolok ukur perkembangan tanpa harus terus membandingkan diri dengan pelari lain. Dengan begitu, peningkatan performa dapat dilihat berdasarkan pencapaian diri sendiri dari waktu ke waktu.

Memahami istilah dasar dalam lari dapat membuat pemula lebih mudah mengikuti pembahasan seputar latihan dan membaca data dari aplikasi olahraga. Cadence, footstrike, recovery run, splits, dan PB merupakan beberapa istilah yang cukup sering ditemui ketika mulai serius berlari. Jadi, jangan hanya fokus menambah jarak atau meningkatkan kecepatan, tetapi pahami juga istilah dalam lari agar proses latihan menjadi lebih terarah.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

EditorAtqo Sy

Related Article