Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
5 Kebiasaan Belajar yang Perlu Dibangun Sebelum Masuk Kuliah, Lakukan!
ilustrasi mahasiswa dalam kelas (pexels.com/yankrukov)
  • Sebelum kuliah, siswa perlu membangun kemandirian belajar lewat rutinitas konsisten, jadwal jelas, serta pemanfaatan teman, mentor, atau metode yang membantu fokus.
  • Materi sebaiknya dipelajari bertahap, bukan hanya menjelang ujian; catat tugas, tentukan prioritas, bagi pekerjaan menjadi bagian kecil, dan pilih waktu belajar paling efektif.
  • Latih pencatatan dan pemahaman materi dengan metode sesuai gaya belajar, lalu baca secara analitis untuk menemukan gagasan utama, memahami argumen, serta mencatat pertanyaan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Memasuki dunia perkuliahan berarti kamu akan menghadapi pola belajar yang berbeda dari masa sekolah. Mahasiswa dituntut lebih mandiri dalam mengatur waktu, memahami materi, menyelesaikan tugas, hingga mempersiapkan diri menghadapi ujian.

Karena itu, kebiasaan belajar sebaiknya mulai dibangun sejak masih duduk di bangku sekolah. Dengan membiasakan diri belajar secara mandiri dan mengatur waktu dengan baik, kamu akan lebih siap menghadapi tuntutan akademik ketika memasuki perguruan tinggi. Berikut kebiasaan belajar yang perlu dibangun sebelum masuk kuliah.

1. Biasakan belajar secara mandiri

ilustrasi belajar depan laptop (pexels.com/roxanneminnish)

Saat kuliah, kamu akan memiliki tanggung jawab yang lebih besar terhadap proses belajar sendiri. Tidak selalu ada orangtua atau guru yang mengingatkan kapan harus mengerjakan tugas, belajar untuk ujian, atau mengejar materi yang belum dipahami. Karena itu, mulai sekarang cobalah membuat rutinitas belajar sendiri dan berkomitmen untuk menjalaninya secara konsisten.

Rutinitas belajar tidak harus sama setiap hari, tetapi tetap perlu memiliki jadwal yang jelas agar kamu tahu kapan harus belajar dan berapa waktu yang dibutuhkan. Manfaatkan juga berbagai sumber pendukung, seperti teman belajar, mentor, atau metode belajar yang sesuai, untuk membantu menjaga fokus dan membangun kemandirian.

2. Jangan hanya belajar saat ujian

ilustrasi proses belajar mengajar antara siswa dan guru (pexels.com/andy-barbour)

Pola belajar di sekolah terkadang membuat siswa terbiasa mempersiapkan diri ketika ujian sudah semakin dekat. Padahal, di perguruan tinggi, sebagian nilai bisa berasal dari ujian tengah semester dan ujian akhir yang mengharuskan mahasiswa memahami materi dalam jumlah lebih banyak. Karena itu, biasakan meninjau kembali catatan, tugas, dan bacaan secara berkala agar materi tidak menumpuk menjelang ujian.

Ruth Bolstad, academic strategist dan consulting coordinator di Academic Support Center, St. Olaf College, dikutip dari Her Campus, menekankan pentingnya berinteraksi dengan materi secara rutin. Kuncinya adalah mempelajari dan mengolah informasi tersebut setiap hari. Dengan begitu, kamu tidak perlu mengandalkan sistem kebut semalam ketika menghadapi ujian karena materi sudah dipelajari secara bertahap.

“Kuncinya adalah mempelajari dan mengolah informasi tersebut setiap hari,” ujar Ruth Bolstad, academic strategist dan consulting coordinator, Academic Support Center, St. Olaf College, dikutip dari Her Campus.

3. Mulai belajar mengatur waktu

ilustrasi menulis (pexels.com/juliamcameron)

Pengaturan waktu penting dibiasakan sebelum masuk kuliah karena mahasiswa dituntut lebih mandiri dalam mengatur tugas dan waktu belajar. Mulai sekarang, biasakan mencatat tugas, menentukan prioritas, dan menyusun jadwal yang realistis agar pekerjaan tidak menumpuk menjelang tenggat.

“Perhatikan kapan waktu yang baik atau buruk bagi kamu dalam satu hari,” ujar Peder Bolstad, academic strategist dan consulting coordinator, Academic Support Center, St. Olaf College, dikutip dari Her Campus.

Kamu juga bisa bereksperimen untuk menemukan waktu belajar yang paling efektif bagi dirimu. Perhatikan kapan kamu lebih mudah berkonsentrasi dan kapan tubuh mulai merasa lelah agar jadwal belajar dapat disesuaikan dengan kondisi tersebut. Selain menentukan waktu belajar, cobalah membagi pekerjaan menjadi beberapa bagian kecil agar tetap fokus dan memiliki waktu untuk beristirahat.

“Kuliah memberikan mahasiswa jauh lebih banyak kebebasan, tetapi kebebasan juga disertai tanggung jawab. Semuanya bergantung pada bagaimana kamu menggunakan waktu tersebut,” ujar Keith Humphrey, wakil presiden bidang urusan kemahasiswaan di University of Northern Colorado, dikutip dari U.S.News.

4. Latih kemampuan mencatat dan memahami materi

ilustrasi siswa berbincang (pexels.com/andy-barbour)

Perkuliahan menuntut mahasiswa lebih aktif mencatat informasi penting yang dapat digunakan untuk mempersiapkan ujian, mengerjakan tugas, atau memahami kembali materi. Karena itu, sejak sekolah cobalah berbagai metode mencatat, seperti poin-poin, tabel, diagram, atau peta konsep, hingga menemukan cara yang paling sesuai dengan gaya belajarmu.

Namun, mencatat saja tidak cukup untuk memastikan kamu benar-benar memahami materi. Biasakan mengolah kembali catatan dengan menjelaskan konsep menggunakan bahasamu sendiri, menggabungkan informasi dari buku dan materi kelas, serta menandai bagian yang belum dipahami untuk dipelajari lebih lanjut. Dengan begitu, kebiasaan mencatat tidak sekadar membantu mengingat informasi, tetapi juga mendorongmu memahami materi secara lebih mendalam.

5. Biasakan membaca secara analitis

ilustrasi perempuan membaca buku (pexels.com/georgemilton)

Kuliah akan membuatmu berhadapan dengan lebih banyak bahan bacaan, sehingga kemampuan membaca secara analitis perlu dilatih sejak sekolah. Biasakan menemukan gagasan utama, memahami argumen penulis, mencatat informasi penting, dan mempertanyakan hal yang belum dipahami.

Cobalah membaca materi sebelum kelas, menandai bagian penting, dan mencatat pertanyaan yang muncul. Dengan begitu, kamu tidak hanya belajar untuk mendapatkan nilai, tetapi juga memahami materi secara lebih mendalam.

Membangun kebiasaan belajar sejak sebelum kuliah bisa membuatmu lebih siap menghadapi ritme perkuliahan yang berbeda. Mulai dari mengatur waktu, belajar rutin, hingga memahami materi agar transisi ke dunia kampus terasa lebih mudah.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article