Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Kebiasaan Belajar yang Tanpa Sadar Membuat Cepat Lupa
Ilustrasi belajar (pexels.com/Artem Podrez)
  • Membaca ulang saja dapat membuat materi terasa familier tanpa benar-benar melekat; mencoba menjelaskan dengan kata sendiri atau menguji diri membantu memperkuat ingatan.
  • Belajar banyak sekaligus menjelang ujian membuat informasi lebih mudah terlupakan; membagi materi dalam sesi singkat dan berulang di hari berbeda lebih efektif.
  • Perpindahan perhatian ke chat atau aplikasi lain menguras sumber daya mental; mematikan notifikasi dan fokus pada satu materi membantu proses belajar.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Sudah belajar berjam-jam, tapi besoknya materi terasa menguap begitu saja? Bisa jadi masalahnya bukan karena daya ingatmu buruk, tetapi cara belajar yang digunakan kurang membantu otak menyimpan informasi dalam jangka panjang.

Beberapa kebiasaan belajar bahkan terasa produktif karena membuat materi terlihat familier, padahal belum tentu benar-benar melekat di ingatan. Lalu, kebiasaan apa saja yang tanpa sadar bikin kita lebih cepat lupa?

1. Cuma membaca ulang tanpa mencoba mengingat

Ilustrasi belajar (pexels.com/ Kaboompics.com )

Membaca catatan berkali-kali memang bikin materi terasa semakin familier. Masalahnya, familier belum tentu sudah paham atau bisa mengingatnya kembali saat ujian. Sesekali tutup buku, lalu coba jelaskan materi dengan kata-kata sendiri. Jawab pertanyaan tanpa melihat catatan atau buat kuis sederhana untuk mengecek apa yang benar-benar masih kamu ingat.

Henry Roediger III, profesor emeritus Psychological and Brain Sciences di Washington University in St. Louis, dalam Association for Psychological Science, "Menguji diri bukan cuma buat mengetahui nilai, tapi juga membantu memperkuat proses mengingat."

2. Baru belajar banyak sekaligus menjelang ujian

Ilustrasi belajar (pexels.com/RDNE Stock project)

Sistem kebut semalam memang bisa membuat banyak informasi masuk dalam waktu singkat. Sayangnya, materi yang dipelajari dengan cara ini juga lebih mudah terlupakan setelah ujian selesai. Lebih efektif kalau materi dibagi ke beberapa sesi pendek dan diulang pada hari yang berbeda.

Cara ini memberi otak waktu untuk memproses dan memperkuat informasi secara bertahap. Jadi, daripada belajar maraton dalam satu malam, lebih baik buat jadwal belajar singkat tapi konsisten supaya materi lebih lama melekat.

3. Belajar sambil terus pindah ke aplikasi lain

Ilustrasi belajar (pexels.com/AS Photography)

Buka materi sambil membalas chat, cek TikTok, lalu kembali ke tugas mungkin terasa seperti multitasking yang efisien. Padahal, setiap kali perhatian berpindah, otak perlu menyesuaikan fokus lagi. Saat belajar, coba jauhkan notifikasi dan beri satu periode khusus untuk mengerjakan satu materi sebelum membuka hal lain.

Menurut Gloria Mark, profesor Informatics di University of California, Irvine dalam UC Irvine, "Ketika kita terus mengalihkan perhatian, hal itu menguras sumber daya mental kita.”

Belajar lebih lama belum tentu bikin materi lebih awet di kepala kalau caranya kurang tepat. Coba kurangi membaca pasif, hindari kebut semalam, dan beri fokus penuh saat belajar supaya informasi gak gampang pergi begitu saja!

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article