Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Apa yang Bisa Dilakukan saat Kuliah mulai Terasa Membosankan?
ilustrasi kuliah (pexels.com/Yan Krukau)
  • Pertahankan rasa penasaran pada mata kuliah yang menarik agar tetap menemukan semangat dan arah untuk mendalami jurusan.

  • Hadapi tugas menumpuk dengan menyelesaikannya bertahap, lalu bangun interaksi teman dan aktivitas kampus yang tidak selalu berfokus pada urusan akademik.

  • Bedakan kejenuhan sementara dengan ketidakcocokan jurusan melalui refleksi penyebab, durasi rasa tidak tertarik, dan bayangan bekerja di bidang tersebut.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Kuliah yang dulu terasa biasa saja sekarang mulai terasa hambar. Jadwal kuliah, tugas, presentasi, sampai obrolan di grup angkatan terasa seperti kegiatan yang gak ada habisnya.

Semangat untuk mengikuti kelas masih ada, tetapi rasanya gak lagi seperti dulu. Kalau kamu sedang berada di fase ini, yuk cari tahu apa yang bisa dilakukan saat kuliah mulai terasa membosankan.

1. Cari mata kuliah yang bikin kamu penasaran

ilustrasi kuliah (pexels.com/Yan Krukau)

Di tengah banyaknya kelas yang terasa membosankan, biasanya masih ada satu atau dua mata kuliah yang lumayan menarik. Bisa karena dosennya enak ketika menjelaskan, materinya cukup relate dengan hal yang kamu suka, atau tugasnya terasa lebih masuk akal daripada tugas dari mata kuliah lain. Hal-hal seperti ini justru bisa kamu jadikan pegangan saat semangat kuliah sedang turun.

Gak perlu memaksakan diri supaya semua mata kuliah terasa menyenangkan. Pertahankan saja rasa penasaran yang masih ada di kelas tertentu. Dari sana, kamu bisa lebih mudah menemukan sparks dari jurusan yang ternyata masih ingin kamu pelajari lebih jauh.

2. Tugas yang menumpuk perlu dibereskan, bukan cuma dipikirkan

ilustrasi tugas menumpuk (pexels.com/Monstera Production)

Ada masa ketika belum banyak tugas , tetapi melihat laptop saja sudah bikin malas. Satu tugas belum selesai, tugas berikutnya masuk, lalu ada presentasi yang harus disiapkan. Akhirnya, waktu kamu habis untuk memikirkan betapa banyaknya tugas yang belum dikerjakan.

Daripada membuka semua file sekaligus, pilih satu tugas dan selesaikan. Misalnya, hari ini cukup mencari bahan dan membuat kerangka, besok baru menulis. Setelah benar-benar berprogres, kepala terasa lebih tenang karena gak lagi berhadapan dengan tumpukan tugas yang semuanya belum tersentuh.

3. Ngobrol sama teman gak harus selalu soal kuliah

ilustrasi ngobrol (pexels.com/Ketut Subiyanto)

Memang akan ada masa ketika isi obrolan dengan teman kampus cuma, “Tugasnya udah?”, “Besok masuk gak?”, atau “Dosen tadi ngomong apa?” Ketemu di kelas, membicarakan tugas, lalu pulang. Lama-lama kuliah terasa makin hambar karena pertemanan pun ikut terseret ke urusan akademik.

Sesekali ajak teman makan setelah kelas tanpa membawa laptop atau membahas tugas. Ceritakan hal random yang terjadi minggu ini, bahas film yang baru ditonton, atau ngomongin rencana akhir pekan nanti. Obrolan semacam itu memang gak ada hubungannya dengan kuliah, tetapi justru bisa membuat kamu merasa masih punya kehidupan lain di luar bangku perkuliahan.

4. Gak harus langsung pulang setelah kelas selesai

ilustrasi kuliah (pexels.com/ICSA)

Ada tipe mahasiswa yang begitu dosen menutup laptop, langsung memasukkan barang ke tas. Bukan karena ada urusan penting, tetapi memang sudah gak betah berada di kampus. Padahal, kamu bisa memanfaatkan waktu setelah kelas untuk sesuatu yang sejak awal memang ingin kamu kerjakan.

Misalnya ada tugas freelance yang belum selesai, buku yang ingin dibaca, atau tempat makan di sekitar kampus yang belum pernah dicoba. Kamu juga bisa duduk sebentar di perpustakaan sambil mendengarkan musik atau mengerjakan pekerjaan pribadi. Kampus jadi gak selalu identik dengan belajar, kelas, tugas, dan nilai.

5. Bedakan lagi jenuh kuliah dengan benar-benar gak betah di jurusan

ilustrasi kuliah (pexels.com/Yan Krukau)

Bosan selama satu semester belum tentu berarti kamu salah memilih jurusan. Ada mahasiswa yang jenuh karena tugas sedang banyak-banyaknya, ada yang capek dengan dosen tertentu, dan ada pula yang memang sudah lama gak tertarik dengan bidang yang dipelajari. Ketiganya kelihatan mirip, tetapi masalahnya berbeda.

Coba ingat kapan perasaan itu mulai muncul dan apa yang paling sering membuatmu malas kuliah. Kalau setelah tugas selesai kamu kembali merasa biasa saja, mungkin memang sedang jenuh. Tapi kalau sejak beberapa semester lalu kamu terus merasa gak tertarik dengan materi, gak menikmati tugas, dan gak punya bayangan untuk bekerja di bidang tersebut, persoalannya mungkin memang perlu dipikirkan lebih serius sebelum kamu mengambil keputusan apa pun.

Ada masa ketika kuliah mulai terasa membosankan. Perasaan seperti ini mungkin cuma lewat, tetapi bisa menjadi tanda bahwa ada sesuatu yang selama ini bikin kamu gak nyaman menjalani perkuliahan. Kalau kamu sedang merasakan hal yang sama, menurutmu apa yang paling bikin kuliah belakangan ini terasa membosankan?

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article