Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
5 Manfaat yang Didapatkan ketika Kamu Berprinsip Menunda Kesenangan
ilustrasi menunda kesenangan (magnific.com/wayhomestudio)

Menjalani hidup dengan prinsip menunda kesenangan mungkin terdengar tak menyenangkan. Ketika ada sesuatu yang kita inginkan, rasanya wajar jika ingin segera mendapatkannya tanpa harus menunggu terlalu lama. Namun, kemampuan untuk menunda kesenangan bukan berarti melarang diri sendiri menikmati hidup, tapi lebih kepada belajar menentukan kapan waktu yang tepat untuk mendapatkan sesuatu.

Prinsip ini juga bisa membantu seseorang membuat keputusan yang lebih matang, terutama dalam hal keuangan, karier, dan kehidupan sehari-hari. Kamu jadi belajar bahwa tidak semua keinginan harus langsung dipenuhi hanya karena kamu mampu mendapatkannya sekarang. Nah, berikut lima manfaat yang bisa didapatkan ketika kamu mulai memegang prinsip menunda kesenangan. Keep scrolling!

1. Lebih mampu mengendalikan diri

ilustrasi mengendalikan diri (magnific.com/azerbaijan_stocker)

Menunda kesenangan melatih kemampuan kita untuk tidak langsung mengikuti keinginan yang muncul. Ketika terbiasa menunggu sebelum membeli atau melakukan sesuatu, kamu jadi belajar memberikan jarak antara keinginan dan tindakan. Jeda tersebut bisa membuatmu berpikir lebih jernih sebelum mengambil keputusan.

Kemampuan mengendalikan diri ini juga bisa diterapkan dalam berbagai situasi, bukan hanya ketika berbelanja. Misalnya, kamu bisa lebih mampu menahan keinginan untuk menghabiskan uang, menunda hiburan ketika sedang memiliki pekerjaan penting, atau memilih menyelesaikan tanggung jawab terlebih dahulu. Lama-kelamaan, kamu menjadi lebih terbiasa menentukan prioritas daripada sekadar mengikuti dorongan sesaat.

2. Membantu mencapai tujuan jangka panjang

ilustrasi fokus pada tujuan (pexels.com/khwancai)

Banyak tujuan besar membutuhkan proses yang tidak sebentar. Menabung untuk liburan, membeli rumah, melanjutkan pendidikan, atau membangun bisnis membutuhkan kemampuan untuk mengorbankan sebagian kesenangan saat ini. Dengan menunda sesuatu yang tidak terlalu penting, kamu bisa memberikan lebih banyak ruang untuk mengejar tujuan yang lebih besar.

Kamu juga akan belajar bahwa keputusan kecil yang dilakukan secara konsisten bisa memberikan hasil yang signifikan. Misalnya, mengurangi pengeluaran impulsif setiap bulan dapat membuat tabungan berkembang lebih cepat. Mungkin hasilnya tidak langsung terlihat, tetapi kebiasaan tersebut bisa membawa kamu semakin dekat dengan tujuan yang ingin dicapai.

3. Membuat keputusan lebih rasional

ilustrasi berpikir kembali untuk belanja (magnific.com/8photo)

Keinginan yang muncul secara spontan tidak selalu mencerminkan apa yang benar-benar kita butuhkan. Ketika membiasakan diri menunda kesenangan, kamu jadi memiliki waktu untuk mempertimbangkan apakah sesuatu memang layak didapatkan. Hal ini bisa membantu mengurangi keputusan yang dibuat hanya karena emosi atau dorongan sesaat.

Misalnya, ketika melihat barang yang sedang diskon, kamu tidak langsung membelinya hanya karena harganya terlihat murah. Kamu bisa menunggu beberapa hari dan melihat apakah keinginan tersebut masih ada. Jika setelah menunggu kamu masih merasa membutuhkannya, keputusan membeli pun kemungkinan menjadi lebih matang.

4. Membuat kesenangan terasa lebih bermakna

ilustrasi belanja online (freepik.com/andreapiacquadio)

Menunda kesenangan bukan berarti menghilangkan kebahagiaan dari kehidupan. Justru, menunggu sesuatu yang benar-benar diinginkan terkadang bisa membuat pengalaman mendapatkannya terasa lebih menyenangkan. Ada kepuasan tersendiri ketika kamu mengetahui bahwa sesuatu tersebut diperoleh setelah melalui proses dan pertimbangan. Pada titik ini, kamu bisa memberi reward kepada diri sendiri seperti membeli barang kesukaan yang masih terjangkau.

Hal ini juga membuat kita tidak mudah merasa bosan dengan apa yang dimiliki. Jika semua keinginan selalu dipenuhi secepat mungkin, kita bisa terbiasa mendapatkan sesuatu tanpa benar-benar menghargainya. Sebaliknya, memberikan sedikit jarak antara keinginan dan pemenuhannya dapat membuat kita lebih menghargai apa yang akhirnya didapatkan.

5. Membantu membangun kehidupan yang lebih terarah

ilustrasi me time di kafe (magnific.com/senivpetro)

Prinsip menunda kesenangan pada akhirnya mengajarkan kita untuk menentukan apa yang benar-benar penting. Kamu mulai mempertimbangkan dan memikirkan apa yang benar-benar ingin kamu capai. Perubahan cara berpikir ini bisa membuat keputusan sehari-hari menjadi lebih selaras dengan tujuan hidup.

Namun, menunda kesenangan juga tetap membutuhkan keseimbangan. Hidup bukan hanya tentang bekerja keras dan mengorbankan kebahagiaan saat ini demi masa depan, bukan? Kamu tetap berhak menikmati hasil kerja keras dan memberikan ruang untuk beristirahat, selama kesenangan tersebut tidak membuatmu mengabaikan kebutuhan dan tujuan yang lebih penting.

Pada akhirnya, kita perlu memahami kalau menunda kesenangan adalah tentang belajar membedakan antara keinginan sekarang dan apa yang penting untuk masa depan. Menunggu mungkin terasa sulit pada awalnya, tetapi kebiasaan ini dapat membantu kamu menjadi lebih disiplin, bijak dalam mengambil keputusan, dan terarah dalam mengejar tujuan. Dengan begitu, kamu tidak hanya belajar menikmati apa yang dimiliki hari ini, tetapi juga mempersiapkan kehidupan yang lebih baik di kemudian hari.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

EditorAtqo Sy

Related Article