Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Cara Memanfaatkan Potongan Rumput untuk Mulsa

Cara Memanfaatkan Potongan Rumput untuk Mulsa
ilustrasi memotong rumput pakai alat (pexels.com/pascal-kuffer)
Share Article

Setelah memangkas rumput di halaman, biasanya sisa potongannya langsung masuk kantong sampah. Padahal, daripada dibuang begitu saja, potongan rumput tersebut ternyata bisa dimanfaatkan kembali untuk membantu merawat tanaman di rumah.

Salah satunya dengan menjadikannya sebagai mulsa. Selain membantu menjaga kelembapan tanah, potongan rumput juga dapat menekan pertumbuhan gulma dan mengembalikan sejumlah nutrisi ke dalam tanah. Jadi, sebelum membuangnya, coba manfaatkan dulu potongan rumput di halamanmu dengan cara berikut ini!

  1. 1. Mengapa potongan rumput bisa menjadi pengganti mulsa?

    ilustrasi menggemburkan tanah (pexels.com/thirdman)
    ilustrasi menggemburkan tanah (pexels.com/thirdman)

    Mulsa biasanya digunakan untuk menjaga kelembapan tanah sekaligus menghambat pertumbuhan gulma. Potongan rumput bisa dimanfaatkan sebagai alternatif karena membantu memperlambat penguapan air dari tanah, sehingga kelembapannya bertahan lebih lama, terutama saat cuaca panas atau memasuki periode kering.

    “Potongan rumput berfungsi sebagai mulsa alami yang membantu menjaga kelembapan tanah lebih lama dengan memperlambat penguapan air, sehingga mendukung halaman rumput selama periode kering,” ujar Chrissie Handley, spesialis perawatan halaman dari Online Turf, dikutip dari Martha Stewart.

    Bukan cuma menjaga kelembapan, potongan rumput juga mengandung nutrisi yang bisa kembali ke tanah ketika terurai. Rumput mengandung nitrogen, kalium, dan fosfor yang dibutuhkan tanaman untuk tumbuh, sehingga memanfaatkannya sebagai mulsa bisa menjadi salah satu cara sederhana untuk mengurangi limbah sekaligus membantu menyuburkan tanah.

    “Potongan rumput bekerja dengan sangat baik karena mengembalikan nitrogen, kalium, dan fosfor ke dalam tanah ketika terurai secara alami,” ujar Jason McCausland, koordinator teknis nasional dari Weed Man, dikutip dari laman yang sama.

  2. 2. Cara menggunakan potongan rumput sebagai mulsa

    ilustrasi potongan rumput
    ilustrasi potongan rumput (pexels.com/nhavan)

    Hal pertama yang perlu diperhatikan adalah kondisi potongan rumput. Gunakan rumput yang sudah kering dan hindari mengambilnya setelah hujan atau penyiraman. Menurut Handley, potongan rumput yang basah bisa menghambat sirkulasi udara dan menciptakan kondisi lembap yang memicu penyakit jamur.

    Kalau masih agak basah, jemur potongan rumput di bawah sinar matahari selama beberapa jam sebelum digunakan. Setelah kering, sebarkan secara merata di sekitar tanaman, kebun sayur, atau pohon dengan ketebalan sekitar 1–2 inci (2,5–5 cm).

    Hindari menumpuk potongan rumput terlalu tebal karena bisa menggumpal, memerangkap kelembapan dan panas, menimbulkan bau, serta mengurangi sirkulasi udara ke tanah. Lebih baik tambahkan secara bertahap agar lapisan mulsa tetap tipis dan tidak mengganggu kondisi tanah.

  3. 3. Kapan sebaiknya tidak menggunakan potongan rumput sebagai mulsa?

    ilustrasi rumput hijau (pexels.com/jennifervl)
    ilustrasi rumput hijau (pexels.com/jennifervl)

    Meski praktis, bukan berarti semua potongan rumput aman digunakan sebagai mulsa. Jika halaman baru saja diberi pembasmi gulma, pestisida, atau bahan kimia lainnya, sebaiknya jangan gunakan potongannya di kebun. Bahan kimia yang masih tersisa pada rumput bisa ikut masuk kembali ke tanah dan berpotensi mengganggu pertumbuhan tanaman.

    “Jika kamu menggunakan pembasmi gulma, pestisida, atau apa pun yang bukan bahan alami dan seharusnya terurai kembali di halaman, saya tidak menyarankan menggunakan potongan rumput tersebut sebagai mulsa karena kamu bisa memasukkan kembali bahan kimia itu langsung ke dalam tanah, yang dapat menghambat pertumbuhan rumput,” ujar Chrissie Handley.

    Selain itu, hindari menggunakan potongan rumput dari halaman yang memiliki rumput berpenyakit atau dipenuhi gulma. Jason McCausland mengingatkan bahwa penggunaan potongan tersebut dapat membuat penyakit atau gulma ikut menyebar ke area kebun. Jadi, pastikan rumput yang akan dimanfaatkan dalam kondisi sehat dan bebas dari gulma.

  4. 4. Kegunaan lain potongan rumput

    ilustrasi memotong rumput pakai alat
    ilustrasi memotong rumput pakai alat (pexels.com/pascal-kuffer)

    Kalau potongan rumput masih banyak setelah digunakan sebagai mulsa, kamu bisa memanfaatkannya untuk membuat kompos. Menurut Handley, potongan rumput dapat ditambahkan ke tumpukan kompos sebagai bahan hijau yang kaya nitrogen. Namun, pastikan rumput yang digunakan tidak terkena bahan kimia dan bebas dari gulma.

    Potongan rumput sepanjang 1 inci (sekitar 2,5 cm) atau kurang bisa dibiarkan di halaman agar terurai secara alami dan mengembalikan nutrisi ke tanah. Cara lainnya, kamu bisa memanfaatkannya untuk membuat grass tea sebagai pupuk cair alami.

    Caranya, rendam potongan rumput dalam ember berisi sekitar 5 galon (19 liter) air selama satu hingga dua minggu, lalu saring. Encerkan cairan tersebut dengan air menggunakan perbandingan 1:10 sebelum digunakan sebagai pupuk cair yang kaya nutrisi bagi tanaman.

    Mulai sekarang, jangan buru-buru menganggap potongan rumput sebagai sampah halaman. Dengan cara yang tepat, sisa rumput tersebut justru bisa membantu menjaga tanah tetap lembap, mengurangi gulma, sekaligus memberi tambahan nutrisi untuk tanaman.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More