Pernahkah kamu dibuat heran oleh fenomena kontrasnya perilaku seseorang dengan kesan religius yang selalu ditampilkannya di media sosial atau berbagai siaran? Misalnya, oknum pemuka agama justru melakukan pengeroyokan, kekerasan seksual, penipuan, penghinaan, dan sebagainya. Bukan pemuka agama pun bisa berbuat hal yang sama.
Status-statusnya konsisten penuh kebajikan seperti potongan firman Tuhan, selalu mengingatkan orang agar berbuat baik, dan terlihat kerap menolong sesama. Namun, perilakunya di dunia nyata amat lain. Ia mungkin ketahuan suka bersikap kasar serta semena-mena.
Seluruh fenomena di atas memenuhi ciri-ciri performative sanctity atau pertunjukan kesalehan. Performative sanctity juga kerap disebut sebagai panggung teater/sandiwara agama dan kesalehan palsu. Berikut penjelasannya.
