Minority stress adalah tekanan yang dialami seseorang karena terus-menerus menghadapi stigma, diskriminasi, prasangka, atau perlakuan yang membuatnya merasa berbeda dari kelompok mayoritas. Berbeda dengan stres sehari-hari yang bisa dialami siapa saja, minority stress muncul karena pengalaman bersosial yang berlangsung berulang dan dapat memengaruhi cara seseorang berpikir, merasa, maupun berinteraksi dengan lingkungan.
Perasaan tersebut sering berkembang tanpa disadari. Awalnya mungkin hanya muncul dalam situasi tertentu, tetapi lama-kelamaan mulai memengaruhi kebiasaan sehari-hari, hubungan dengan orang lain, hingga rasa aman ketika berada di ruang publik. Berikut beberapa tanda yang patut dikenali.
