ilustrasi bermain media sosial (unsplash.com/ROBIN WORRALL)
Dorongan untuk segera bertindak dapat membuat kita melewati proses sederhana untuk mengecek apakah informasi tersebut benar. Penelitian Gordon Pennycook dan David G. Rand menemukan bahwa mengarahkan perhatian pengguna pada akurasi dapat mengurangi penyebaran misinformasi.
"Intervensi yang mengalihkan perhatian pengguna pada konsep akurasi merupakan pendekatan yang menjanjikan untuk mengurangi penyebaran misinformasi secara daring," jelasnya dalam studi Accuracy prompts are a replicable and generalizable approach for reducing the spread of misinformation Nature.
Dalam meta-analisis terhadap 20 eksperimen dengan total 26.863 partisipan, Gordon Pennycook dan David G menemukan bahwa intervensi yang membuat orang lebih memperhatikan akurasi/keakuratan meningkatkan kualitas keputusan berbagi informasi. Hal ini membantu pengguna internet menyebarkan misinformasi.
"Secara keseluruhan, dorongan terkait akurasi meningkatkan kualitas berita yang dibagikan oleh pengguna (kemampuan memilah informasi saat berbagi)," jelasnya.
Jadi, ketika sebuah konten seakan mendesak kamu untuk segera membagikannya, sebaiknya perlambat prosesnya. Baca ulang judul, cari sumber asli, periksa tanggal dan konteks, bandingkan dengan sumber kredibel, lalu tanyakan apakah ada bukti yang benar-benar mendukung klaim tersebut.
Lima tanda tersebut pada dasarnya mengajarkan satu kebiasaan sederhana: jangan biarkan kecepatan media sosial menentukan seberapa cepat kamu percaya. Judul yang terlalu emosional, sumber yang tidak jelas, visual tanpa konteks, informasi yang terlalu sesuai dengan keyakinan sendiri, dan ajakan untuk segera membagikan adalah sinyal untuk berhenti sejenak.