5 Rekomendasi Buku Klasik Tamat Sekali Duduk, Pas Buat Ngabuburit

- Artikel ini merekomendasikan lima novel klasik pendek yang bisa ditamatkan sekali duduk, cocok untuk menemani waktu ngabuburit dengan bacaan bermakna dan ringan.
- Beberapa karya yang disarankan antara lain The Metamorphosis, The Old Man and the Sea, The Stranger, The Fall, dan Of Mice and Men.
- Kelima novel tersebut menampilkan kisah singkat namun sarat makna moral, sosial, serta refleksi kehidupan manusia dalam berbagai konteks budaya dan zaman.
Ada gak ya novel yang bisa dibaca sekali duduk? Jawabannya ada dan banyak. Kalau kamu ingin waktu ngabuburitmu terasa lebih bermakna di rumah aja, kamu bisa membaca buku klasik.
Eh, tapi jangan bayangkan buku klasik yang bahasanya berat dan halamannya tebal, ya. Buku-buku klasik berikut justru menyajikan cerita yang menghibur sekaligus mendalam dengan tebal halaman gak sampai 150 halaman. Buku-buku berikut adalah mahakarya sastra dunia yang meskipun alur ceritanya ringkas dan padat, sarat akan makna. Berikut 5 rekomendasi buku klasik tamat sekali duduk, pas buat ngabuburit!
1. The Metamorphosis karya Franz Kafka

The Metamorphosis adalah buku klasik populer karya Franz Kafka yang telah diterjemahkan ke dalam berbagai bahasa, termasuk Indonesia. Bayangkan, ketika kamu bangun tidur, tubuhmu telah berubah menjadi seekor serangga raksasa. Nah, itulah awal kisah The Metamorphosis karya Franz Kafka ini.
Gregor Samsa selaku tokoh utama dalam novel ini merupakan tulang punggung keluarga yang bekerja sebagai penjual keliling. Namun, setelah perubahan wujud yang aneh pada dirinya itu, ia tak lagi bisa bekerja dan keluarganya pun perlahan menjauh. The Metamorphosis menyajikan kisah yang penuh dengan nilai sosial dan moral. Novel ini bisa kamu baca sekali duduk karena tebalnya hanya 112 halaman (penerbit Anak Hebat Indonesia).
2. The Old Man and the Sea karya Ernest Hemingway

The Old Man and the Sea pertama kali terbit pada tahun 1952. Novel ini adalah salah satu karya fiksi terkenal yang ditulis oleh Ernest Hemingway, seorang penulis asal Amerika Serikat. Sesuai dengan judulnya, novel ini menceritakan tentang seorang nelayan Kuba bernama Santiago yang berjuang mendapatkan ikan marlin raksasa di Gulf Stream.
Meskipun begitu, kisah novel ini bukan sekadar tentang memancing, ya. Ernest mengemas kisah perjuangan Santiago dengan narasi yang epik mengenai ketabahan, kehormatan, dan usaha manusia melawan keterbatasan dirinya. Ceritanya singkat, tak ada tokoh lain dan banyak memuat monolog, memiliki ketebalan 148 halaman (terjemahan Indonesia, penerbit Baca). Oleh karena itu, kamu bisa membacanya hanya sekali duduk.
3. The Stranger karya Albert Camus

Jika diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia, The Stranger berarti Orang Asing, sementara judul aslinya dalam bahasa Prancis adalah L’Étranger. The Stranger merupakan novel pertama Camus yang terbit pada tahun 1942. Berkisah tentang tokoh utama bernama Meursault yang punya kepribadian datar, apatis, dan asing terhadap norma sosial yang berlaku di sekitarnya.
The Stranger terbagi menjadi dua bagian utama, yakni kehidupan keseharian Meursault sebelum insiden penembakan terjadi dan proses pengadilannya setelah ia melakukan pembunuhan tanpa motif. Buku ini sebenarnya menyajikan gagasan Camus tentang absurditas kehidupan. Menurut Camus, manusia punya dorongan untuk mencari makna dan keteraturan, tapi dunia justru memberikan kekacauan. Meursault dalam The Stranger adalah gambaran dari manusia yang menerima kenyataan tanpa perlawanan dan kepura-puraan. Novel ini punya tebal 124 halaman (penerbit Yayasan Pustaka Obor Indonesia).
4. The Fall karya Albert Camus

Karya Albert Camus lainnya adalah The Fall. Sama seperti The Stranger yang sarat akan makna, The Fall juga sarat akan nilai-nilai kehidupan, menyajikan eksplorasi mendalam terkait moralitas. Kalau The Stranger berfokus pada Absurdisme, The Fall (La Chute) lebih menitikberatkan pada rasa bersalah dan penghakiman diri.
Novel ini mengkritik kehidupan sosial yang berlatar di Amsterdam, Belanda. Melalui monolog tokoh Clemence yang bercerita tentang semua keluh kesahnya terhadap karakter manusia, pembaca akan diajak berpikir dan bercermin pada kemunafikannya sendiri. Novel dengan tebal 132 halaman ini (terjemahan Indonesia, penerbit BASABASI) bisa kamu baca di waktu menunggu berbuka puasa.
5. Of Mice and Men karya John Steinbeck

Rekomendasi novel klasik terakhir adalah Of Mice and Men karya John Steinbeck. Novel ini bercerita tentang persahabatan sejati antara dua orang pekerja peternakan bernama George dan Lennie. Mereka berdua punya mimpi untuk memiliki tanah sendiri. Namun, kehidupan mereka menghadapi berbagai macam kesulitan.
Novel ini sebenarnya merupakan sebuah alegori sosial yang terjadi pada masanya, yakni pada era depresi hebat (great depression) di Amerika Serikat. Tebal novel ini 144 halaman (penerbit Gramedia Pustaka Utama). Meski gak tebal dan alurnya padat, novel ini punya pesan moral yang amat kuat.
Menamatkan buku klasik dalam satu sore bisa memberikan kepuasan sendiri loh. Kisah-kisah di buku itu gak cuma menghibur, tapi juga mampu memberikan pelajaran yang berarti. Coba deh segera pilih salah satu dari kelima rekomendasi di atas untuk kamu baca sore hari ini!


















