Pernah gak kamu ngerasa kayak punya kepribadian ganda dalam sehari? Di jam kerja harus ngomong "Baik, terkait hal tersebut akan segera saya follow up", pas nongkrong bareng teman berubah jadi "Gak dulu deh, lagi mager parah", terus pas pulang ke rumah balik pakai bahasa daerah formal ke orang tua. Fenomena gonta-ganti gaya bahasa atau code switching ini emang sudah jadi makanan sehari-hari buat anak muda zaman sekarang yang dituntut adaptif di berbagai sirkel. Jujur, deh, lama-kelamaan transisi konstan ini sering bikin energi kamu terkuras habis tanpa kamu sadari.
Kalau kebiasaan ini terus dibiarkan tanpa adanya batasan yang jelas, mental kamu bisa rentan mengalami mental drain alias kelelahan mental yang parah. Kamu bakal mulai merasa kehilangan identitas diri yang asli karena terlalu sibuk memakai "topeng" bahasa yang berbeda di setiap tempat. Alih-alih dianggap keren karena bisa nge-blend di mana saja, kamu malah berisiko terjebak dalam krisis eksistensial dan burnout emosional yang bikin cemas seharian, lho. Nah, biar kamu gak makin capek mental, cari tahu kenapa hal ini bisa terjadi dan cara menyikapinya!
