ilustrasi seorang ibu dan anak yang sedang bercanda (unsplash.com/Gabe Pierce)
Dukungan ibu bisa menjadi sumber keberanian terbesar bagi anak ketika harus tampil di depan banyak orang. Saat perlombaan berlangsung, tunjukkan semangat dari pinggir arena tanpa terus memberikan instruksi yang membuat anak merasa tertekan.
Jika anak melakukan kesalahan, tetap berikan respons positif agar ia tidak merasa sedang mengecewakan orang tua. Setelah lomba selesai, tanyakan bagian mana yang paling menyenangkan daripada langsung menanyakan apakah ia menang. Dengan begitu, anak akan belajar bahwa keberanian mencoba dan menikmati proses jauh lebih penting daripada sekadar membawa pulang hadiah.
Tidak semua anak harus langsung berani berdiri paling depan ketika lomba 17 Agustus dimulai. Ada anak yang membutuhkan waktu untuk mengamati, ada yang perlu ditemani, dan ada pula yang baru berani setelah beberapa kali diyakinkan.
Jadi, kalau tahun ini si kecil masih malu-malu, jangan buru-buru kecewa atau membandingkannya dengan anak lain. Jadikan momen 17 Agustus sebagai kesempatan untuk mengenalkan keberanian dengan cara yang menyenangkan dan tanpa paksaan.