Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
8 Cara Mengajarkan Anak agar Tidak Pelit dan Senang Berbagi
ilustrasi anak gak pelit (pexels.com/Ivan S)
  • Artikel menekankan pentingnya mengajarkan anak untuk berbagi sejak dini agar tumbuh menjadi pribadi yang murah hati dan tidak pelit.
  • Orangtua berperan sebagai teladan utama dengan memberi contoh nyata, berdialog lembut, serta membiasakan anak beramal dan ikut kegiatan sosial.
  • Ditekankan pula agar orangtua tidak memanjakan anak, bersikap adil antar saudara, serta menanamkan nilai bahwa memberi lebih baik daripada meminta.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Kesadaran untuk selalu berbagi adalah nilai yang harus dimiliki semua orang. Berbagi bisa dengan orang yang dikenal seperti keluarga atau teman. Namun, berbagi juga bisa dilakukan dengan orang asing sekalipun. Selain itu, apa yang kita bagikan juga bisa bermacam-macam, seperti makanan, barang, bahkan ilmu dan kegembiraan.

Tidak hanya orang dewasa, anak pun sebaiknya mulai diajari dan dididik untuk terbiasa berbagi sejak dini. Meski mungkin belum begitu mengerti, mengajarkan anak berbagi akan menjadikan anak tumbuh menjadi pribadi yang murah hati dan tidak pelit. Lalu, bagaimana cara mengajari anak agar tidak pelit dan senang berbagi? Yuk, simak!

1. Perilaku orangtua adalah contoh utama

ilustrasi makan bersama (pexels.com/Vanessa Loring)

Bagaimana pun, perilaku orangtua adalah contoh bagi anak, karena sepatutnya orangtua memang menjadi panutan dan teladan bagi anak-anak. Oleh karena itu, orangtua juga harus bisa menjadi pribadi yang senang berbagi dengan orang lain.

Ketika anak melihat orangtuanya berbagi, maka secara otomatis anak pun akan mencontoh kebiasaan baik tersebut. Orangtua bisa memberi contoh dengan berbagi pada orang-orang terdekat, misalnya keluarga dan tetangga sekitar, serta guru dan teman sekolah anak misalnya.

2. Sering-seringlah berbagi dengan anak sendiri

ilustrasi anak berbagi (pexels.com/cottonbro studio)

Salah satu cara mengajarkan kebiasaan berbagi dan tidak pelit pada anak, khususnya di usia mereka yang masih balita adalah dengan berbagi dengan mereka sendiri. Maksudnya bagaimana? Yup, maksudnya adalah orangtua harus membiasakan berbagi dengan anak di rumah.

Misalnya saja saat orangtua sedang makan snack, panggil anak dan tawarkan snack tersebut pada mereka. Meskipun hal ini terkesan simpel, percayalah bahwa dari interaksi antara orangtua dan anak inilah justru anak bisa belajar tentang pentingnya berbagi.

3. Luangkan waktu mengobrol dengan anak

ilustrasi dua anak perempuan (pexels.com/Ron Lach)

Sebagai orangtua, tentu banyak hal yang harus dilakukan dalam rangka memantau tumbuh kembang anak, salah satunya adalah sering mengajak anak untuk mengobrol.

Nah, salah satu topik yang bisa menjadi obrolan adalah soal pentingnya berbagi dan menjadi orang yang tidak pelit. Cobalah untuk memberikan pengertian akan pentingnya arti berbagi kepada anak dan memberikan pujian ketika anak mau atau sudah melakukannya. Dengan begitu anak akan lebih senang untuk berbagi dan otomatis mereka akan bangga pada dirinya sendiri.

4. Jangan terlalu sering memanjakan anak

ilustrasi orangtua memanjakan anak (pexels.com/Andrea Piacquadio)

Sebaiknya, jangan terlalu sering memanjakan anak, termasuk memuji anak berlebihan hingga membandingkan anak dengan orang lain. Dengan tidak memanjakan anak maka anak tidak akan selalu bergantung atau bermanja-manja kepada orangtuanya. Mereka pun akan lebih mudah untuk berinteraksi dan bersikap dewasa dalam interaksi sosial, termasuk mudah untuk berbagi kepada temannya.

Jika kamu memiliki lebih dari satu anak, pastikan untuk tidak membeda-bedakan anak dan selalu bersikap adil pada keduanya. Hal ini penting untuk mendidik dan mencegah munculnya rasa saling cemburu antara anak yang satu dengan yang lain. Dengan begitu akan timbul hubungan yang harmonis antar sesama saudara dan akan menumbuhkan rasa sayang, serta kemauan untuk saling berbagi.

5. Mengajari anak dengan cara yang baik

ilustrasi ibu dan anak (pexels.com/Anastasia Shuraeva)

Mengajarkan anak untuk tidak pelit dan mau berbagi haruslah dengan cara yang baik. Tidak perlu memaksa atau bahkan marah-marah agar anak menurut. Sebaliknya, justru gunakan cara yang lembut agar anak lebih tenang dan terbuka menerima nasihat-nasihat orangtuanya. Cobalah mendidik anak agar mau berbagi dan tidak pelit secara perlahan-lahan dan sabar, tapi tetap konsisten.

6. Biasakan anak untuk beramal

ilustrasi anak berbagi dengan teman (pexels.com/Anastasia Shuraeva)

Biasakan anak untuk beramal dengan cara mengajak anak ke panti atau yayasan sosial, termasuk memberikan amal ke tempat ibadah. Ajarkan anak untuk terbiasa menyumbangkan baju-baju bekas layak pakai, buku, dan mainan kepada anak-anak lain yang membutuhkan.

Dengan membangun kebiasaan berbagi secara rutin bahkan sejak usia dini, anak-anak pun akan menjadikan hal tersebut sebagai kebiasaan hingga usia dewasa. Kelak, tanpa perlu diminta atau disuruh oleh orangtua, mereka pun akan melakukan hal tersebut dengan sukarela.

7. Ajak anak ke acara-acara amal

ilustrasi anak perempuan berbagi (pexels.com/cottonbro studio)

Dekatkan anak dengan lingkungan atau momen-momen yang mendukung mereka untuk berbagi. Misalnya saja, orangtua bisa mengajak anak ke acara bazar atau event-event amal. Dengan demikian, mereka akan merasa terbiasa dan tidak asing dengan kebiasaan berbagi. Anak pun bisa berinteraksi dengan orang lain yang memang melakukan hal sama, yaitu berbagi dan beramal.

8. Tidak membiarkan kebiasaan meminta-minta

ilustrasi ibu dan anak (pexels.com/Gustavo Fring)

Tidak mengajari anak untuk terbiasa meminta-minta kepada paman, bibi, kakek, nenek atau sanak saudara adalah salah satu cara yang bisa dilakukan. Mengapa? Karena meminta-minta akan mengajarkan anak menjadi kurang bersyukur dalam hidup dan selalu merasa kurang. Tanamkan harga diri dan ajaran bahwa memberi lebih baik dari pada meminta kepada orang lain.

Nah, itu tadi delapan cara yang bisa orangtua lakukan untuk menumbuhkan kebiasaan berbagi dan tidak pelit dalam diri anak. Meski tidak mudah, orangtua wajib membimbing anak dengan penuh kesabaran yang konsisten.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team