Seorang pria begadang sambil bermain gadget (pinterest.com)
Ketika anak terlalu sering menggunakan gawai, respons yang paling mudah biasanya adalah membatasi waktunya. "Matikan HP!" atau "Sudah, jangan main terus!" menjadi kalimat yang sering muncul di rumah. Padahal, persoalan penggunaan internet tidak selalu sesederhana jumlah jam yang dihabiskan di depan layar.
Anak bisa menggunakan internet untuk belajar, membuat karya, berkomunikasi dengan teman, bermain, mencari hiburan, atau sekadar melakukan doomscrolling. Dua anak yang sama-sama menghabiskan dua jam di depan layar belum tentu mendapatkan pengalaman yang sama. Karena itu, orangtua perlu melihat apa yang dilakukan anak di internet, bukan hanya menghitung berapa lama gawainya menyala.
Dalam artikel American Academy of Pediatrics (AAP) mengenai penggunaan media keluarga, dokter anak dan pakar media menekankan bahwa "content matters" dan kualitas konten perlu diperhatikan. Jadi bukan sekadar jumlah waktu di depan layar. AAP juga mendorong orangtua untuk terlibat dan memahami aktivitas digital anak.
"Konten itu penting. Kualitas konten lebih utama daripada platform atau durasi penggunaan media. Prioritaskan bagaimana anak menghabiskan waktunya, alih-alih sekadar mengatur pengatur waktu," sarannya.