Butter Mom Jadi Tren Parenting Baru, Terinspirasi Ibu Era 90-an

- Butter Mom adalah tren parenting bernuansa hangat dan santai, mengutamakan kenyamanan serta ritme keluarga yang lebih lambat daripada aturan pengasuhan yang ketat.
- Pendekatannya terlihat lewat kegiatan sederhana seperti memasak, membaca, berkebun, makan bersama, dan membiarkan anak bermain tanpa jadwal yang terlalu padat atau harus selalu produktif.
- Tren ini muncul di tengah tuntutan parenting modern, tetapi gambaran ibu era 90-an di media sosial merupakan nostalgia yang diidealkan dan tidak perlu menjadi standar parenting.
Belakangan ini, media sosial kembali punya cara unik untuk menggambarkan gaya parenting lewat istilah Butter Mom. Tren tersebut membawa nuansa ibu era 90-an yang lebih santai, hangat, dan gak terlalu sibuk mengejar kesempurnaan dalam mengurus anak maupun rumah.
Di TikTok dan Instagram, Butter Mom banyak ditampilkan lewat makanan rumahan, pakaian kasual, aktivitas sederhana bersama anak, sampai momen bermain tanpa jadwal yang terlalu padat. Tapi, apakah Butter Mom memang berarti kembali sepenuhnya pada pola asuh ibu zaman dulu?
1. Sebenarnya, apa itu Butter Mom?

Ilustrasi ibu dan anak (freepik.com/lookstudio) Butter Mom bukan istilah untuk pola asuh dengan aturan khusus. Tren ini lebih menggambarkan sosok ibu yang ingin menjalani keseharian dengan ritme lebih lambat, hangat, dan gak terlalu sibuk mengoptimalkan setiap momen bersama anak.
The Everymom menggambarkan Butter Mom sebagai konsep yang lebih mengutamakan perasaan nyaman daripada aturan parenting tertentu. Dalam artikelnya, The Everymom menyebut, “Butter Mom bukan tentang filosofi parenting yang ketat, tetapi lebih tentang sebuah perasaan.” Dari sini, Butter Mom bisa dipahami sebagai gambaran kehidupan keluarga yang terasa lebih hangat, sederhana, dan penuh.
Istilah “butter” sendiri juga bukan semata mata soal makanan. Konsep ini berkembang sebagai kebalikan dari “almond mom” yang identik dengan pembatasan makanan dan budaya diet. Butter Mom justru digambarkan lebih santai dalam urusan makanan, menikmati masakan rumahan, camilan, hingga dessert tanpa terlalu terobsesi pada aturan diet.
2. Seperti apa cara parenting-nya?

Ilustrasi anak (magnific.com/magnific) Dalam keseharian, pendekatan ini bisa terlihat dari aktivitas sederhana yang dekat dengan keluarga. Misalnya membuat kue bersama anak, berkebun, membaca buku, pergi ke perpustakaan, makan bersama, menggambar, atau membiarkan anak bermain tanpa jadwal yang terlalu padat.
Intinya bukan membuat kehidupan keluarga terlihat estetik seperti unggahan media sosial, tetapi memberi ruang untuk menikmati momen tanpa merasa semua kegiatan anak harus produktif. Orangtua tetap bisa punya aturan dan rutinitas, hanya saja gak harus mengisi setiap waktu dengan aktivitas yang dianggap paling optimal.
Konsep ini juga banyak membawa kembali gambaran ibu era 90-an yang lebih santai dan dekat dengan aktivitas rumah. Namun, gambaran tersebut sebenarnya merupakan versi nostalgia yang sudah diidealkan di media sosial, bukan gambaran yang sepenuhnya mewakili kehidupan para ibu pada masa itu.
3. Kenapa jadi tren dan apa plus minusnya?

Ilusrasi anak (pexels.com/Tima Miroshnichenko) Popularitas Butter Mom muncul di tengah parenting modern yang terasa semakin cepat dan penuh tuntutan. Tren ini menawarkan cara sederhana untuk memperlambat ritme dan menikmati lebih banyak waktu bersama anak. Sisi positifnya, orangtua diingatkan bahwa quality time gak harus selalu berupa aktivitas yang rumit. Memasak, mengobrol, membaca, bermain di luar, atau sekadar menikmati waktu luang bersama juga bisa berarti.
Namun, gambaran ibu era 90-an dalam tren ini juga gak sepenuhnya menggambarkan kehidupan saat itu. Parents menilai Butter Mom lebih merupakan versi nostalgia yang diidealkan di media sosial, sehingga orangtua gak perlu merasa harus mengikuti gaya tertentu agar dianggap menjalani parenting yang ideal.
Butter Mom bukan tentang menjadi ibu sempurna ala era 90-an, melainkan mengambil sisi positifnya untuk memperlambat ritme, menikmati momen kecil, dan memberi anak ruang untuk tumbuh tanpa tekanan.






















