Orangtua dan anak perempuannya (pexels.com/Julia M Cameron)
Tidak semua orangtua bisa menerima pilihan hidup anak dalam satu percakapan. Ada yang membutuhkan waktu untuk memahami perubahan, terutama jika keputusan tersebut bertentangan dengan nilai keluarga yang dipegang selama bertahun-tahun.
Karena itu, jangan selalu mengukur keberhasilan komunikasi dari apakah orangtua langsung menyetujui keputusanmu. Terkadang, kemajuan justru terlihat ketika mereka mulai bersedia mendengarkan, mengurangi kritik, atau berhenti memaksa meskipun belum sepenuhnya sepakat.
Dalam wawancara dengan American Psychological Association, Laurence Steinberg menjelaskan bahwa hubungan orangtua dan anak dewasa membutuhkan penyesuaian karena kebutuhan akan otonomi atau kemandirian menjadi semakin penting. Ia menyoroti perlunya kedua pihak membicarakan harapan dan memahami perubahan peran dalam keluarga.
"Ketika orangtua terus-menerus memberikan nasihat kepada anak mereka yang sudah dewasa, sang anak mungkin merasa terusik—bukan karena isi nasihatnya, dan bukan pula karena mereka tidak menyukai orangtuanya, melainkan karena mereka sedang berupaya memantapkan diri sebagai individu yang kompeten dan mampu, yang tidak lagi perlu bergantung pada ayah dan ibunya," jelasnya.
"Banyak orangtua merasa terluka ketika anak mereka yang sudah dewasa meminta agar mereka tidak memberikan pendapat, atau ketika anak tersebut tidak mengikuti nasihat yang diberikan. Pesan yang saya sampaikan kepada para orangtua: jangan memasukkannya ke dalam hati. Ini bukan tentang Anda. Hal ini berkaitan dengan kebutuhan anak Anda yang beranjak dewasa untuk membangun rasa otonomi-guna menunjukkan kepada Anda maupun diri mereka sendiri bahwa mereka mampu menjalani kehidupan dewasa tanpa harus bergantung pada orangtua," lanjut Steinberg.
Sambil memberi waktu kepada orangtua, tunjukkan bahwa pilihanmu disertai tanggung jawab. Jika memilih hidup mandiri, usahakan mengelola kebutuhan finansial dengan realistis. Jika menekuni karier yang tidak biasa, buat rencana pengembangan diri dan evaluasi kemajuan secara berkala.
Kamu tidak harus membuktikan bahwa semua keputusanmu pasti benar, sebab setiap orang bisa menghadapi kesalahan. Namun, kesediaan untuk bertanggung jawab dapat membantu orangtua melihat bahwa pilihanmu bukan sekadar bentuk perlawanan, melainkan bagian dari proses menjadi dewasa.
Membantu orangtua memahami pilihan hidup yang berbeda bukan tentang memenangkan perdebatan atau memaksa mereka mengubah pandangan seketika. Tujuannya adalah membangun ruang bagi dua generasi untuk saling mendengarkan, memahami kekhawatiran, dan menghormati kemandirian masing-masing.