Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Tahu Kapan Harus Ikut dan Menolak, Ini Seni Membawa Diri dalam Circle

3 min read
Tahu Kapan Harus Ikut dan Menolak, Ini Seni Membawa Diri dalam Circle
Ilustrasi teman (magnific.com/magnific)

Pernah gak sih, kamu merasa harus selalu ikut setiap ajakan teman supaya tetap dianggap bagian dari circle? Mulai dari mengikuti kebiasaan mereka, menyesuaikan cara bicara, sampai mengiyakan sesuatu yang sebenarnya gak kamu inginkan. Padahal, punya hubungan pertemanan yang luas bukan berarti harus selalu mengikuti semua hal demi mendapatkan tempat di dalamnya.

Setiap lingkungan pertemanan punya warna dan pengaruhnya masing-masing. Ada yang membuatmu semakin dekat dengan Tuhan, lebih rajin berolahraga, termotivasi mengejar karier, hingga merasa aman untuk menjadi diri sendiri. Karena itu, penting untuk tahu bagaimana menempatkan diri, memilih lingkungan yang tepat, dan tetap punya batasan. Yuk, kenali tiga seni membawa diri dalam circle berikut ini!

  1. 1. Pilih circle yang memberikan pengaruh positif

    Ilustrasi teman
    Ilustrasi teman (freepik.com/tirachardz)

    Gak harus punya banyak teman untuk merasa punya kehidupan sosial yang menyenangkan. Coba perhatikan, apakah lingkungan pertemananmu membawa pengaruh baik atau justru membuatmu sering merasa tertekan? Circle yang positif bisa membantumu berkembang, baik dalam kehidupan spiritual, kesehatan, pendidikan, maupun karier. Misalnya, punya teman yang mengajak beribadah, rutin olahraga, saling berbagi motivasi, atau memberikan masukan untuk perkembangan diri.

    Psikolog dan profesor Suzanne Degges-White, Ph.D., menegaskan “bersikaplah penuh empati dan hargai batasan satu sama lain," dikutip dari Psychology Today.

    Pesan ini mengingatkan bahwa pertemanan yang sehat bukan hanya tentang saling hadir, tetapi juga menghargai kebutuhan dan ruang pribadi masing-masing. Maka memilah circle yang mampu memberikan energi positif pada diri sendiri jadi poin penting yang harus dicari.

  2. 2. Pahami peranmu di setiap lingkaran pertemanan

    Ilustrasi teman
    Ilustrasi teman (pexels.com/Andrea Piacquadio)

    Punya beberapa circle sekaligus tentu membuatmu bertemu dengan karakter dan kebiasaan yang berbeda. Saat bersama teman kantor, kamu mungkin perlu bersikap lebih profesional. Ketika berkumpul dengan teman kuliah, suasananya bisa lebih santai, sedangkan bersama sahabat dekat kamu bebas bercerita tanpa banyak batasan. Semua itu merupakan bagian dari kemampuan menempatkan diri dalam lingkungan sosial.

    Psikolog klinis dan peneliti pertemanan Marisa Franco, Ph.D., "kamu gak perlu mengorbankan jati diri hanya untuk mendapatkan teman," dikutip dari Psychology Today.

    Jadi, meskipun cara berinteraksimu bisa berbeda di setiap lingkungan, jangan sampai kamu merasa harus menjadi orang lain demi diterima. Sebab, teman yang tepat akan menghargai kepribadianmu tanpa menuntutmu untuk selalu menyesuaikan diri dengan ekspektasi mereka.

  3. 3. Tahu kapan harus mengikuti dan berani menolak

    Ilustrasi teman
    Ilustrasi teman (magnific.com/magnific)

    Dalam pertemanan, ada kalanya kamu perlu mengikuti ajakan teman, mencoba pengalaman baru, atau ikut terlibat dalam kegiatan bersama. Sikap terbuka seperti ini bisa membuat hubungan semakin dekat dan membantumu mengenal hal-hal baru. Namun, bukan berarti semua ajakan harus diterima, apalagi jika aktivitas tersebut bertentangan dengan prinsip, mengganggu prioritas, atau membuatmu merasa tidak nyaman.

    Menolak juga gak harus dilakukan dengan cara yang kasar atau berlebihan. Kamu bisa menyampaikannya secara sederhana, misalnya, "Kali ini aku gak ikut dulu, ya. Ada hal yang perlu aku prioritaskan." Jangan sampai rasa takut dianggap gak asyik membuatmu terus-menerus mengabaikan kebutuhan sendiri. Circle yang sehat seharusnya bisa menghargai keputusan dan batasan setiap anggotanya.

    Pada akhirnya, membawa diri dalam circle berarti tahu cara menjaga hubungan tanpa kehilangan jati diri. Pilih lingkungan yang positif, pahami batasan, dan jangan takut menjadi diri sendiri.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Related Articles

See More
Tahu Kapan Harus Ikut dan Menolak, Ini Seni Membawa Diri dalam Circle