Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
5 Cara Opah Menasihati Upin & Ipin tanpa Banyak Menggurui
Upin dan Ipin bersama Opah (youtube.com/Les' Copaque Production)
  • Opah menjelaskan alasan di balik larangan dengan bahasa sederhana, sehingga Upin dan Ipin memahami konsekuensi tindakan dan tidak sekadar menaati aturan karena takut dimarahi.
  • Ia sabar menjawab rasa ingin tahu si kembar serta memakai cerita, kebiasaan keluarga, dan pengalaman sehari-hari agar nilai-nilai tersampaikan lewat komunikasi dua arah.
  • Setelah memberi arahan, Opah tetap memberi ruang untuk mengambil keputusan, melakukan kesalahan, dan merasakan konsekuensi agar Upin dan Ipin belajar tentang tanggung jawab.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Kalau Kak Ros identik dengan omelannya, Opah punya pendekatan berbeda ketika menghadapi Upin dan Ipin. Saat si kembar melakukan kesalahan atau penasaran dengan sesuatu, Opah lebih sering mengajak mereka mengobrol daripada langsung memberikan ceramah panjang.

Bahkan, banyak percakapan penting justru terjadi dalam situasi sederhana, seperti ketika makan bersama atau saat Upin dan Ipin menghampiri Opah di dapur. Dari keseharian tersebut, ada beberapa cara Opah memberikan nasihat yang menarik untuk diperhatikan!

1. Menjelaskan alasan di balik larangan

Opah (dok. Les’ Copaque Production/Upin & Ipin)

Upin dan Ipin tentu pernah dilarang melakukan sesuatu oleh Opah. Namun, Opah biasanya gak berhenti pada kata “jangan”. Ketika kedua cucunya mempertanyakan suatu aturan, ia akan menjelaskan alasan di baliknya dengan bahasa yang sederhana.

Dari sini, Upin dan Ipin memahami bahwa larangan tersebut diberikan karena ada alasan tertentu, bukan sekadar karena orang dewasa punya kuasa atas mereka. Cara seperti ini membuat anak belajar memahami konsekuensi dari tindakannya. Mereka pun gak hanya menaati aturan karena takut dimarahi.

2. Membiarkan Upin dan Ipin bertanya sebanyak-banyaknya

Opah nasihati Upin dan Ipin pentingnya sahur (instagram.com/Les' Copaque Production)

Upin dan Ipin memiliki rasa penasaran tinggi sehingga sering sekali bertanya kepada Opah akan berbagai hal baru yang mereka temui. Opah pun biasanya meladeni pertanyaan tersebut dengan sabar. Ia gak langsung memotong rasa ingin tahu mereka hanya karena pertanyaannya terdengar sederhana.

Dari percakapan-percakapan tersebut, nasihat akhirnya masuk secara alami. Upin dan Ipin merasa sedang mencari jawaban atas rasa penasaran mereka, bukan sedang diceramahi. Pendekatan seperti ini juga membuat komunikasi berjalan dua arah. Anak diberi ruang untuk berbicara, sementara orang dewasa bisa menyampaikan nilai atau pelajaran melalui jawaban yang mudah mereka pahami.

3. Menggunakan cerita dan pengalaman sehari-hari

Kak Ros, Opah, Upin, dan Ipin (youtube.com/Les' Copaque Production)

Opah gak selalu menjelaskan sesuatu seperti sedang memberikan pelajaran di kelas. Dalam berbagai percakapan di rumah, ia sering menghubungkan nasihat dengan pengalaman yang dekat dengan kehidupan Upin dan Ipin. Kadang, penjelasannya juga berkaitan dengan kebiasaan keluarga, kehidupan di kampung, atau pengalaman orang-orang terdahulu.

Cerita bisa membuat anak memahami pesan tanpa merasa sedang disalahkan. Mereka diajak melihat contoh terlebih dahulu, kemudian menarik pelajaran dari cerita tersebut. Cara ini juga membantu anak memahami bahwa nasihat yang diberikan bukan sekadar aturan buatan orang dewasa. Ada pengalaman dan alasan yang melatarbelakanginya.

4. Memberi kepercayaan setelah memberikan arahan

Opah sedang masak di serial Upin & Ipin (youtube.com/Les' Copaque Production)

Opah gak selalu mengawasi setiap langkah Upin dan Ipin. Setelah memberikan nasihat atau mengingatkan sesuatu, ia tetap memberi Upin dan Ipin punya ruang untuk mengambil keputusan dari apa yang sudah diajarkan kepada mereka. Ketika si kembar melakukan kesalahan, Opah baru membantu mereka memahami apa yang seharusnya dilakukan.

Pola seperti ini membuat nasihat gak berubah menjadi kontrol berlebihan. Upin dan Ipin tetap punya kesempatan mencoba, salah, lalu belajar dari pengalamannya. Dengan memberikan kepercayaan, Opah secara gak langsung mengajarkan bahwa setiap kebebasan juga datang bersama tanggung jawab.

5. Membiarkan anak belajar dari konsekuensi

cuplikan Opah di kartun Upin & Ipin (youtube.com/@lescopaque)

Opah memang sering memberikan nasihat, tetapi Upin dan Ipin tetap saja terkadang harus mengalami sesuatu sendiri sebelum benar-benar memahaminya. Misalnya, Ketika si kembar ini terlalu asyik bermain hingga melupakan kewajiban atau mengikuti keinginan tanpa memikirkan akibatnya, mereka akhirnya merasakan sendiri konsekuensinya.

Setelah merasakan konsekuensi itulah nasihat Opah biasanya terasa lebih masuk akal bagi Upin dan Ipin. Mereka belajar bahwa suatu larangan atau aturan ternyata memiliki alasan. Ini membuat pengalaman menjadi bagian dari proses belajar.

Demikian cara Opah menasihati Upin Ipin tanpa menggurui. Semoga bisa diterapkan!

Curated For You

Editorial Team

Related Article