Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

8 Cara Seru Bikin Anak Belajar Lewat Aktivitas Kerajinan, Latih Otak!

8 Cara Seru Bikin Anak Belajar Lewat Aktivitas Kerajinan, Latih Otak!
ilustrasi anak sedang bereksperimen (pexels.com/gabbyk)
Intinya Sih
  • Aktivitas kerajinan membantu anak belajar sambil bermain, mengasah kreativitas, motorik halus, dan kemampuan komunikasi tanpa perlu alat mahal atau keahlian seni khusus.
  • Beragam kegiatan seperti membuat karya dari alam, mengenal warna, hingga memanfaatkan barang bekas dapat menumbuhkan imajinasi, kepedulian lingkungan, serta kemampuan problem solving anak.
  • Melibatkan anak sejak persiapan hingga merapikan hasil karya menumbuhkan rasa tanggung jawab dan kemandirian, sementara proses eksplorasi bebas memperkuat kepercayaan diri mereka.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Aktivitas kerajinan bukan sekadar pengisi waktu, tetapi juga bisa jadi sarana belajar yang menyenangkan untuk anak. Lewat kegiatan sederhana, seperti menggambar, menempel, atau membuat sesuatu dari bahan bekas, anak dapat mengasah kreativitas, motorik halus, hingga kemampuan berkomunikasi secara alami.

Menariknya, kamu gak perlu alat mahal atau kemampuan seni tingkat tinggi untuk mulai melakukannya. Yang terpenting adalah proses kebersamaan dan kesempatan anak untuk bereksplorasi dengan bebas. Nah, berikut beberapa cara seru yang bisa kamu coba agar anak belajar sambil bermain lewat aktivitas kerajinan.

1. Ajak anak mencari inspirasi dari alam

ilustrasi anak kecil bermain
ilustrasi anak kecil bermain (pexels.com/michaelmorse)

Mengajak anak bermain di luar rumah bisa jadi langkah awal untuk memicu kreativitasnya. Kamu bisa memanfaatkan daun, bunga, atau ranting sebagai bahan utama untuk membuat karya sederhana, seperti kolase atau hiasan.

Selain menyenangkan, aktivitas ini juga membantu anak mengenal lingkungan sekitar dengan lebih dekat. Kamu bisa sambil mengajarkan nama benda, warna, hingga tekstur yang mereka temui selama bermain.

“Isi dan bahan dalam seni dan kerajinan sangat membantu dalam mendorong perkembangan keterampilan motorik, kognitif, bahasa, serta keterampilan pra-akademik tertentu,” ujar Dr. Laura Phillips, PsyD, ABPdN, seorang neuropsikolog klinis, dikutip dari Parents.

2. Kumpulkan dan susun benda-benda menarik

ilustrasi anak-anak bermain di taman
ilustrasi anak-anak bermain di taman (pexels.com/anastasiashuraeva)

Coba ajak anak mengumpulkan benda kecil dari sekitar rumah atau taman, lalu menyusunnya menjadi karya unik. Misalnya, membuat “taman mini” di atas kertas atau piring kertas dengan berbagai elemen alam.

Kegiatan ini melatih imajinasi sekaligus kemampuan problem solving anak. Saat menyusun, mereka belajar menentukan posisi dan fungsi setiap benda yang digunakan.

“Aktivitas ini juga membuka peluang interaksi interpersonal yang penting untuk perkembangan otak dan sosial-emosional,” kata Dr. Phillips.

3. Kenalkan warna lewat permainan kreatif

ilustrasi orangtua bermain bersama anak
ilustrasi orangtua bermain bersama anak (pexels.com/rdne)

Belajar warna gak harus selalu lewat buku, loh. Kamu bisa mengajak anak mengenali warna dari benda-benda di sekitarnya, lalu menggunakannya dalam karya kerajinan.

Misalnya, membuat kolase berdasarkan warna tertentu atau bermain berburu warna di luar rumah. Cara ini bikin anak lebih cepat memahami konsep warna karena mereka belajar sambil praktik langsung.

4. Gunakan barang bekas jadi karya baru

ilustrasi mainan anak
ilustrasi mainan anak (pexels.com/allan-mas)

Barang bekas seperti tutup botol, kardus, atau kertas sisa bisa jadi bahan kerajinan yang seru. Selain hemat, kegiatan ini juga mengajarkan anak tentang pentingnya daur ulang sejak dini.

Tanpa disadari, mereka belajar berpikir kreatif dan melihat peluang dari benda yang dianggap tidak terpakai. Kebiasaan ini juga bisa menumbuhkan rasa peduli terhadap lingkungan sejak dini.

5. Ajak anak mengenal berbagai tekstur

ilustrasi ibu duduk bersama dua anak
ilustrasi ibu duduk bersama dua anak (pexels.com/ellyfairytale)

Saat membuat kerajinan, kamu bisa mengenalkan anak pada berbagai tekstur, seperti halus, kasar, atau lembut. Misalnya, menggunakan kapas, daun kering, atau aluminium foil dalam satu karya.

Kegiatan ini membantu mengembangkan kemampuan sensorik anak. Mereka juga belajar menggambarkan apa yang dirasakan melalui kata-kata sederhana.

6. Ciptakan karakter dari bahan sederhana

ilustrasi anak sedang bermain
ilustrasi anak sedang bermain (pexels.com/tatianasyrikova)

Membuat karakter dari bahan sederhana, seperti gulungan tisu atau kain bekas bisa jadi aktivitas yang sangat menyenangkan. Anak bisa bebas berimajinasi menciptakan tokoh sesuai keinginan mereka.

Selain melatih kreativitas, kegiatan ini juga mendorong kemampuan bercerita anak. Mereka bisa mulai membuat cerita sederhana tentang karakter yang mereka buat.

7. Jangan takut bermain kotor

ilustrasi anak bermain genangan air sehabis hujan
ilustrasi anak bermain genangan air sehabis hujan (pexels.com/yankrukov)

Aktivitas kerajinan memang identik dengan berantakan, tapi di situlah letak keseruannya. Melukis, bermain lem, atau mencampur warna bisa jadi pengalaman belajar yang berharga untuk anak.

Lewat kegiatan ini, anak belajar bereksplorasi tanpa takut salah. Mereka juga jadi lebih percaya diri dalam mencoba hal baru.

8. Libatkan anak saat menyiapkan dan merapikan

ilustrasi anak kecil bermain
ilustrasi anak kecil bermain (pexels.com/cottonbro)

Melibatkan anak sejak awal hingga akhir aktivitas membuat mereka merasa lebih bertanggung jawab. Kamu bisa mengajak mereka menyiapkan alat dan bahan sebelum mulai berkarya.

Setelah selesai, ajak anak merapikan kembali area bermain bersama. Selain melatih kemandirian, ini juga jadi momen tambahan untuk berinteraksi dan mengobrol santai.

Dengan pendekatan yang santai dan menyenangkan, aktivitas kerajinan bisa jadi media belajar yang efektif untuk anak. Kamu gak perlu terlalu fokus pada hasil akhir, karena prosesnya jauh lebih penting. Yuk, mulai ciptakan momen seru bersama anak lewat kegiatan kreatif di rumah!

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Muhammad Tarmizi Murdianto
EditorMuhammad Tarmizi Murdianto
Follow Us