Anak sudah masuk sekolah lagi di tahun ajaran baru. Baik anak baru masuk kelas satu atau hanya naik kelas, ia akan bertemu dengan begitu banyak teman. Tidak semuanya kawan lama. Mungkin juga ada siswa pindahan.
Sementara anak yang baru tahun ini masuk ke jenjang pendidikan SD, SMP, atau SMA otomatis semua kawannya juga baru. Di sekolah-sekolah umum, perbedaan antarsiswa lebih mencolok. Akan ada kelompok mayoritas dan minoritas. Hal tersebut dapat terbentuk karena perbedaan agama, suku, atau latar belakang ekonomi orangtua.
Berbahaya sekali apabila adanya kelompok mayoritas dan minoritas ini tidak diantisipasi dengan baik oleh pihak sekolah maupun orangtua. Kamu dan pasangan mesti melakukan edukasi pada anak yang berada di kelompok mayoritas agar tak melakukan bullying terhadap kawannya yang minoritas. Berikut langkah-langkahnya.
