Comscore Tracker

Mengenal Tiger Parenting, Pola Asuh yang Dewakan Kesuksesan Anak  

Punya ciri khas ketat dan menerapkan standar tinggi  

Setiap orangtua memiliki metode pengasuhannya masing-masing. Salah satu jenis metode pengasuhan yang dikenal adalah tiger parenting. Ini adalah metode pengasuhan dengan ciri khas yang ketat dan otoritatif yang dimaksudkan untuk membesarkan anak-anak yang berprestasi dan sukses dalam segala hal.

Tiger parenting juga sering membuat anak harus meninggalkan aktivitas bersenang-senang, seperti hangout, menginap bersama teman, bermain, dan fokus dengan aktivitas belajar.

Tulisan di bawah ini akan mengajak kamu menelusuri lebih dalam elemen-elemen di dalam tiger parenting serta mencari tahu apakah tiger parenting adalah metode terbaik untuk membesarkan anak?

Simak informasinya yang dirangkum dari laman Firstry Parenting dan Verywell Family.

1. Bagaimana tiger parenting berbeda dari pola asuh lain   

Mengenal Tiger Parenting, Pola Asuh yang Dewakan Kesuksesan Anak  ilustrasi orangtua sedang memarahi anak (pexels.com/Monstera)

Pada dasarnya, tiger parenting berasal dari pola asuh otoriter, tetapi tidak sama persis. Seperti halnya pengasuhan otoriter, tiger parenting melibatkan serangkaian aturan ketat yang harus diikuti dan menetapkan harapan yang tinggi untuk anak-anak, tetapi juga mencakup beberapa tingkat pengasuhan yang positif.

Oleh karena itu orangtua yang menerapkan tiger parenting juga berusaha keras untuk melindungi anak-anak dari segala rintangan dan memberi mereka banyak kehangatan dan dukungan. Dengan begitu, tiger parenting melibatkan kendali dan kasih sayang.

2. Manfaat

Mengenal Tiger Parenting, Pola Asuh yang Dewakan Kesuksesan Anak  ilustrasi ibu menemani anak belajar (pexels.com/Julia M Cameron)

Orangtua yang mempraktikkan metode tiger parenting percaya bahwa metode pengasuhan yang ketat seperti ini dapat membuat anak-anak mereka lebih siap menghadapi masa depan.

Selain itu, pengasuhan standar tinggi yang menjadi ciri khas tiger parenting dipercaya bermanfaat untuk menanamkan etos kerja yang kuat pada anak-anak. Pendekatan ini sangat ideal dalam mendorong kedisiplinan diri agar terbawa hingga dewasa.

Anak-anak yang besar dengan metode tiger parenting juga diajarkan untuk terbiasa bekerja keras sejak usia dini. Ini juga membuat anak-anak merasa mendapatkan dukungan penuh.

Jadi, bisa disimpulkan bahwa tiger parenting membuat anak merasa didukung, terbiasa bekerja keras, disiplin, dan memiliki standar yang tinggi. Semua aspek yang sangat penting untuk meraih kesuksesan.

Baca Juga: 5 Buku tentang Parenting yang Wajib Dibaca Sebelum Berkeluarga 

3. Risiko

Mengenal Tiger Parenting, Pola Asuh yang Dewakan Kesuksesan Anak  ilustrasi anak sedang menangis (pixabay.com/Bob_Dmyt)

Harus diakui, tiger parenting didasarkan pada keinginan orangtua agar anak-anak mereka selalu melakukan dan mendapatkan yang terbaik. Namun, tiger parenting juga memiliki beberapa kekurangan yang harus dipertimbangkan:

  • Tiger parenting membuat anak terbiasa bergantung pada orang lain dan mengembangkan keterampilan koping yang buruk;
  • Harapan tinggi yang diberikan orangtua pada anak membuat anak-anak merasa terbebani dan tertekan;
  • Anak-anak selalu takut membuat kesalahan karena takut akan reaksi orangtuanya;
  • Kecemasan dan depresi karena anak hidup dalam ketakutan terus-menerus;
  • Ketakutan akan perfeksionisme menghambat pertumbuhan anak-anak;
  • Kreativitas dan pertumbuhan anak-anak terhambat karena mereka terbiasa mengikuti aturan yang ketat.

4. Ciri tiger parent  

Mengenal Tiger Parenting, Pola Asuh yang Dewakan Kesuksesan Anak  ilustrasi anak sedang dimarahi orangtua (pexels.com/August de Richelieu)

Saat ini, kamu mungkin sedang bertanya-tanya apakah metode pengasuhanmu selama ini tergolong tiger parenting. Ada beberapa tanda yang dapat membantu kamu mengetahui apakah kamu adalah tiger parent atau bukan:

  • Anak selalu takut menceritakan sesuatu kepadamu karena khawatir kamu akan memarahi atau menghukum mereka jika kamu tidak menyukai apa yang mereka katakan;
  • Kamu membatasi waktu hangout anak-anak dengan teman sebayanya dan tidak mengizinkan anak-anak menginap;
  • Mengharapkan anak-anak selalu mendapatkan nilai tertinggi dalam setiap ujian mereka dan hampir selalu menyertakan hukuman berat jika mereka gagal melakukannya;
  • Kamu sangat peduli dengan standarmu dan ingin anak menjadi yang terbaik dalam segala hal;
  • Kamu lebih peduli tentang apa yang anak capai daripada bagaimana mereka mencapainya. Kamu juga sangat mementingkan harga dirimu lebih dari kemampuan mereka;
  • Kamu tidak mempercayai anak secara penuh, ini ditandai dengan kebiasaanmu yang terus mengingatkan dan memerintahnya;
  • Bagimu, yang terpenting adalah membuat anak mengikuti aturan daripada membuat mereka bahagia. Kamu selalu merasa bahwa aturan tidak boleh dilanggar apa pun alasannya;
  • Kamu memberikan anak-anak rutinitas yang kaku dengan lebih banyak bekerja dan sedikit bermain;
  • Anak-anak takut mengundang teman-teman mereka ke rumah karena takut dengan sifat otoriter orangtua.

5. Apakah tiger parenting adalah pola asuh terbaik  

Mengenal Tiger Parenting, Pola Asuh yang Dewakan Kesuksesan Anak  ilustrasi ibu memeluk dan mencium anak (pexels.com/Any Lane)

Tiger parenting memiliki beberapa kelebihan dan kekurangan. Tapi apakah tiger parenting adalah pola asuh yang terbaik? Ternyata, penelitian menunjukkan bahwa tiger parenting bukanlah pola asuh yang terbaik.

Sebuah studi yang melibatkan 444 keluarga Cina-Amerika dan dimuat dalam Asian American Journal of Psychology menyimpulkan bahwa tipe pengasuhan dibagi ke dalam empat kategori berdasarkan delapan sifat, di mana empat positif dan empat negatif. Sementara sifat positif mengacu pada cinta, kehangatan, dan sebagainya, sedangkan sifat negatif berhubungan dengan ketakutan dan tekanan untuk memotivasi anak-anak.

Tiger parenting diyakini sebagai metode pengasuhan yang tidak baik untuk anak-anak. Sementara pola asuh yang terbaik untuk membesarkan anak-anak adalah pola asuh yang suportif karena membantu anak-anak menjadi individu yang percaya diri dan memiliki keterampilan sosial yang baik.

Kendati perkembangan anak didasarkan pada lingkungan, sekolah, hingga teman sebaya, tetapi orangtua memainkan peran kunci dalam membentuk perilaku dan karakter anak. Metode pengasuhan yang tepat sepatutnya tidak menghambat pertumbuhan dan perkembangan anak.

Baca Juga: 5 Tips Parenting Seru ala Kimbab Family, Pelukan agar Tak Bertengkar

Eka ami Photo Verified Writer Eka ami

a human

IDN Times Community adalah media yang menyediakan platform untuk menulis. Semua karya tulis yang dibuat adalah sepenuhnya tanggung jawab dari penulis.

Topic:

  • Dwi Rohmatusyarifah

Berita Terkini Lainnya