Setelah punya anak, perubahan yang dialami ibu gak berhenti pada rutinitas tidur atau jadwal yang jadi lebih padat. Waktu untuk diri sendiri, hobi, pertemanan, sampai cara melihat identitas pribadi juga bisa ikut berubah. Dari kondisi inilah, istilah Flamingo Era belakangan muncul sebagai metafora untuk fase ketika ibu perlahan kembali memberi ruang untuk dirinya sendiri setelah banyak energi tercurah pada pengasuhan. Tren ini juga dibahas dalam kampanye dan percakapan tentang perjalanan ibu di Indonesia pada akhir 2025.
Namanya memang terdengar cute, tapi inspirasinya datang dari perilaku flamingo sungguhan. Saat merawat anak, warna flamingo dewasa bisa memudar sebelum akhirnya kembali setelah anak mulai mandiri. Analogi tersebut kemudian dipakai untuk menggambarkan ibu yang mulai menemukan lagi warna, kesenangan, dan sisi dirinya di luar peran sebagai orangtua. Jadi, apa sebenarnya yang membuat Flamingo Era terasa relate bagi banyak ibu?
