Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Kenapa Anak Suka Pakai Baju yang Sama Setiap Hari? Ini Alasannya!
ilustrasi ibu dan anak melipat pakaian (pexels.com/annushkaahuja)

Pernah gak kamu melihat anak yang selalu ingin memakai baju favoritnya setiap hari? Bahkan setelah dicuci, ia bisa kembali meminta kaus, celana, atau gaun yang sama seolah-olah gak ada pilihan lain di lemari. Meski bikin orangtua bingung, kebiasaan ini sebenarnya cukup umum pada balita dan anak usia prasekolah.

Keinginan memakai pakaian yang sama bisa berkaitan dengan rasa nyaman, kebutuhan akan kendali, dan proses mengenali diri. Di usia ini, anak juga sedang belajar mandiri serta memahami bahwa mereka bisa menentukan beberapa hal untuk dirinya sendiri. Lantas, kenapa anak suka memakai baju yang sama setiap hari? Yuk, simak penjelasannya!

1. Pakaian yang sama memberikan rasa nyaman

ilustrasi anak kecil bermain (pexels.com/cottonbro)

Balita dan anak usia prasekolah cenderung menyukai hal-hal yang sudah familiar, termasuk pakaian yang sering dikenakan. Sesuatu yang sudah dikenal terasa lebih mudah diprediksi dan nyaman sehingga anak gak perlu terus beradaptasi dengan pengalaman baru saat berpakaian. Hal serupa juga bisa terlihat ketika anak meminta membaca buku atau menonton film yang sama berulang kali.

“Balita dan anak usia prasekolah menyukai hal-hal yang sudah mereka kenal. Mereka mungkin ingin memakai pakaian yang sama, membaca buku yang sama, atau menonton film yang sama karena sesuatu yang familiar terasa lebih mudah diprediksi, sedangkan sesuatu yang dapat diprediksi memberikan rasa nyaman,” ujar Alicia Goodman, PhD, psikolog di Phoenix Children's, dikutip dari Parents.

Menurut Goodman, sesuatu yang familiar juga membantu anak menghadapi berbagai hal baru yang mereka pelajari setiap hari. Pakaian favorit dapat memberi rasa aman karena anak sudah mengenal sensasi yang ditimbulkannya, sehingga keinginan memakainya berulang kali gak selalu berarti anak sedang keras kepala.

2. Anak sedang belajar memiliki kendali atas dirinya

ilustrasi anak balita bermain (pexels.com/tatianasyrikova)

Memilih pakaian bisa menjadi salah satu cara anak merasa memiliki kendali atas dirinya sendiri. Balita dan anak prasekolah sedang belajar memahami dirinya sebagai individu yang terpisah dari orangtua, sehingga keputusan sederhana seperti memilih baju dapat menjadi kesempatan untuk menunjukkan kemandirian.

Dikutip dari Parents, Mikki Lee Elembaby, PsyD, psikoterapis asosiasi di Clarity Therapy NYC, menjelaskan bahwa penolakan terhadap pakaian baru bisa berkaitan dengan keinginan anak untuk menentukan pilihannya sendiri. Ketika orangtua langsung menentukan pakaian yang harus dikenakan, anak mungkin menolak karena merasa kehilangan kendali, sehingga semakin bersikeras memakai pakaian favoritnya.

“Balita dan anak usia prasekolah berada dalam tahap ketika mereka ingin membuat pilihan, dan pakaian merupakan salah satu dari sedikit hal yang bisa mereka tentukan sendiri. Jika mereka diberi tahu bahwa mereka harus memakai sesuatu, respons alami mereka mungkin adalah menolak,” ujar Mikki Lee Elembaby.

3. Memakai baju favorit menjadi cara mengekspresikan diri

ilustrasi anak perempuan bermain piano mainan (pexels.com/rdne)

Ketika semakin mengenal dirinya, anak juga mulai membentuk preferensi dan menunjukkan hal-hal yang mereka sukai. Pakaian menjadi salah satu media sederhana bagi anak untuk menunjukkan pilihan tersebut, baik melalui warna, motif, karakter, maupun model yang menurut mereka menarik. Jadi, baju yang terus dipilih bisa saja menjadi bagian dari cara anak menunjukkan identitasnya.

Keinginan tersebut juga dapat menjadi bentuk ekspresi diri selama gak mengganggu aktivitas atau keseharian anak. Menurut Elembaby, memilih pakaian sendiri merupakan salah satu cara awal anak untuk menunjukkan kemandirian sekaligus mengekspresikan siapa dirinya. Karena itu, orangtua gak selalu perlu menjadikan pakaian favorit sebagai sumber pertengkaran.

4. Sensitivitas terhadap bahan pakaian juga bisa menjadi penyebab

ilustrasi ibu dan anak melipat pakaian (pexels.com/annushkaahuja)

Gak semua anak memilih pakaian yang sama hanya karena menyukainya secara visual. Sebagian anak mungkin lebih nyaman dengan tekstur kain, jahitan, ukuran, atau bahan tertentu sehingga cenderung menghindari pakaian dengan sensasi berbeda. Jika pakaian favorit terasa nyaman di tubuh, anak bisa menolak ketika orangtua menggantinya dengan pakaian lain.

Sensitivitas terhadap pakaian bisa terlihat ketika anak keberatan memakai bahan tertentu atau merasa gak nyaman setelah mengenakannya. Karena itu, orangtua sebaiknya memahami alasan penolakan sebelum menganggap anak membangkang. Memberikan beberapa pilihan pakaian yang nyaman bisa membantu anak tetap memiliki kendali tanpa harus selalu memakai pakaian yang sama.

Jadi, keinginan anak memakai baju yang sama setiap hari gak selalu berarti ia sedang keras kepala atau membangkang. Selama gak mengganggu kenyamanan dan aktivitasnya, orangtua bisa memberi ruang sambil tetap mengenalkan pilihan pakaian lainnya.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article