Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
6 Masalah Rumah Tangga yang Bikin Pasangan Suami Istri Cekcok Terus
ilustrasi pertengkaran (pexels.com/Timur Weber)

Pernikahan tanpa pertengkaran sama sekali mungkin memang tidak ada. Banyak tantangan dalam rumah tangga yang bisa membuat pasangan suami istri adu argumen. Namun, jika cekcok sangat sering terjadi tentu gak baik untuk kelangsungan perkawinan.

Suasana di rumah selalu panas. Mental anak yang menyaksikan setiap keributan orangtua tentu juga terdampak. Pernikahan menjadi rapuh. Potensi perceraian membesar. Bahkan, emosi kedua belah pihak yang tinggi terus dapat mendorong terjadinya kekerasan fisik. Jika sudah begini, luka sampai hilangnya nyawa pun bisa terjadi. Maka dari itu, pasangan suami istri wajib mewaspadai masalah-masalah yang kerap menyebabkan hari-hari dipenuhi perselisihan.

1. Persoalan ekonomi yang seakan-akan gak ada solusinya

ilustrasi cekcok (pexels.com/Vitaly Gariev)

Kebutuhan rumah tangga jelas tidak sama dengan seorang lajang. Apalagi jika hanya satu orang yang bekerja, gajinya gak tinggi, sementara tanggungannya bukan hanya 1 atau 2 orang di luar dirinya. Misal, pasutri beranak 2 dan masih pula membantu biaya hidup orangtua plus mertua.

Kadang juga ada saudara yang minta dibantu secara finansial. Ini menyebabkan beban keuangan bagi keluarga kecil tersebut sangat berat dan memicu stres. Makin capek mental kalau ada cicilan berbunga tinggi dan dikejar penagih utang. Pasti rumah tangga gak bisa adem ayem.

2. Sikap curigaan

ilustrasi bertengkar (pexels.com/Vitaly Gariev)

Kurangnya rasa percaya dalam hubungan suami istri berdampak besar terhadap keharmonisan. Pihak yang selalu dicurigai pasti sangat lelah untuk membuktikan tuduhan pasangannya salah. Apalagi tidak setiap hal mudah untuk dibuktikan, sedangkan pasangannya sangat sukar percaya.

Sering kali kecurigaan dalam rumah tangga berkaitan dengan kecemburuan. Sikap curigaan juga kerap berujung dengan tindakan terlalu protektif terhadap pasangan. Hal ini sangat mengurangi kebebasan pasangannya sebagai individu.

Rasa lelah menghadapi pasangan yang curigaan juga malah dapat mendorong seseorang melakukan tuduhan tersebut. Seperti ia sering dicurigai berselingkuh, akhirnya benar-benar berselingkuh. Dia merasa sia-sia menjaga kesetiaan bila tetap dicurigai.

3. Terus membahas sesuatu yang ingin dihindari pasangan

ilustrasi pertengkaran (pexels.com/Alex Green)

Pasangan suami istri harus saling memahami bagian-bagian yang tidak ingin dibahas. Kalau istri gak mau lagi membicarakan masa lalunya misal, suami kudu menghargainya. Jangan malah suami terus mengungkitnya.

Pasangannya bisa marah dan terjadilah pertengkaran. Selama satu topik tidak menentukan kebahagiaan rumah tangga sekarang dan di masa depan mending gak usah diangkat. Potensi bikin ributnya besar.

Itu tidak sebanding dengan harga mahal keharmonisan rumah tangga. Terkadang ada hal-hal yang cuma perlu disikapi dengan seakan-akan tidak pernah tahu demi keharmonisan perkawinan. Misalnya, pasangan dulu punya banyak sekali mantan. Toh, terpenting sekarang dia cuma menikahi satu orang.

4. Awal hubungan memang kurang baik

ilustrasi perselisihan pasutri (pexels.com/Ron Lach)

Pernikahan adalah perjalanan yang sangat panjang. Oleh karena itu, awal hubungan tidak bisa dianggap sebelah mata. Contohnya, dahulu salah satu dari mereka sebenarnya tidak menginginkan perkawinan tersebut. Ia menikah karena dipaksa orangtua.

Walaupun masih ada peluang akhirnya dia bahagia dalam rumah tangganya, kemungkinan sebaliknya lebih besar. Rasa cinta yang gak ada membuatnya berbuat sembarangan setelah menikah. Seperti dia sengaja bikin pasangannya terus emosi.

Begitu pula masa pacaran yang lebih sering diwarnai pertengkaran daripada kemesraan. Kalau hubungan dipaksakan naik ke jenjang pernikahan, bibit-bibit ketidakharmonisan malah tambah subur. Bahkan sebelum masa bulan madu habis, pasutri sudah bertengkar terus.

5. Egois padahal hidup dijalani berdua

ilustradi setelah cekcok (pexels.com/Pavel Danilyuk)

Tipe pasangan egois juga bikin pernikahan sering diwarnai keributan. Pasangannya pasti gak betah setiap saat harus berhadapan dengan keegoisan suami atau istrinya. Rumah tangga yang seharusnya dijalani dengan konsep kita menjadi selalu hanya tentang dirinya.

Keegoisan dapat ditunjukkan dengan memenangkan setiap keinginan pribadi daripada keinginan pasangan. Bahkan kebutuhan keluarga pun dapat diabaikan jika ia sudah menginginkan sesuatu. Sikap egois yang terlihat sepele pun kalau terus terjadi akan membuat pasangannya muak.

Misalnya, pasangannya disuruh jaga anak terus di rumah. Dia sendiri bebas pergi nongkrong dengan teman-temannya. Atau, sikap gak mau mengurangi belanja rokok sehingga susu anak sering tidak terbeli.

6. Hubungan dengan keluarga pasangan tidak harmonis

ilustrasi pasangan suami istri (pexels.com/Diva Plavalaguna)

Apabila hubungan dengan keluarga besar pasangan baik, ini tak ubahnya support system yang sangat solid untuk jalannya pernikahan. Sebaliknya, hubungan dengan keluarga besar yang tidak harmonis turut melemahkan ikatan pernikahan. Tambah buruk situasinya jika tempat tinggal berdekatan bahkan satu rumah.

Suasana setiap hari menjadi tidak kondusif. Sekalipun persoalan sesungguhnya dengan keluarga besar pasti merambat ke pernikahan mereka. Setiap orang punya kecenderungan membela keluarga besarnya.

Meski ucapan pasangan ada benarnya juga, pihak lain pasti gak terima keluarga besarnya dikomentari negatif. Ada perasaan harus membela keluarga besar sampai lupa bahwa keluarga kecilnya juga kudu dipertahankan. Pasutri yang diuji dengan masalah keluarga besar harus berpegang pada prinsip apa yang terjadi di luar keluarga kecil mereka tidak boleh terlalu memengaruhi jalannya rumah tangga.

Cekcok yang sering terjadi sangat tidak sehat dalam perkawinan. Keinginan berpisah bahkan melukai pasangan kerap muncul akibat pertengkaran yang terus terulang. Jangan menganggapnya wajar sehingga pasutri tidak berusaha untuk membuat rumah tangga lebih rukun.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

EditorAtqo Sy

Related Article