pexels.com/@elly-fairytale
Riset dari WHO menuturkan, "Half of all mental illness begins by the age of 14." Penemuan tersebut disetujui oleh Anne. Menurutnya, gangguan kesehatan mental orang dewasa banyak yang berakar dari masalah yang dialami pada masa kanak-kanak hingga remaja.
Ia menjabarkan bahwa ada delapan komponen kesehatan mental pada anak. Komponen itu adalah kemampuan membangun relasi, perkembangan psikomotor yang baik, kemampuan bermain dan pelajar, pemahaman moral, kemampuan memanfaatkan waktu luang, kemampuan empati dan mengenali emosi, perkembangan emosi-intelektual-spiritual, serta kemampuan belajar dari kegagalan.
Dari kedelapan poin tersebut, menurut Anne, poin pertama adalah yang utama. "Kemampuan adaptasi adalah kemampuan yang sangat penting. Misal, di era pandemik ini, ada banyak adaptasi kebiasaan baru," ujarnya.
Sedangkan, menurut Asaelia Aleeza selaku Co-founder Ubah Stigma, ada banyak stressor yang bisa memberi dampak buruk pada mental anak. Ia mengatakan, "Kebanyakan stressor itu datang dari tekanan akademis ataupun ekspektasi orangtua, diri sendiri, atau keluarga."