Gen Z mulai masuk ke fase menjadi orangtua di tengah budaya yang serba terlihat. Parenting pun bukan lagi urusan di rumah saja, tapi ikut muncul di TikTok, Instagram, grup parenting, sampai konten keluarga yang menampilkan anak pintar, aktif, sopan, sehat, dan selalu terlihat “baik-baik saja”.
Masalahnya, ketika kehidupan anak terlalu sering dibandingkan dengan versi terbaik keluarga lain, keinginan memberi yang terbaik bisa pelan-pelan berubah jadi tuntutan. Anak bukan cuma diharapkan tumbuh dengan baik, tapi juga terlihat berhasil di depan orang lain. Lantas, kenapa orangtua bisa sampai terjebak dalam standar anak yang serba sempurna?
